Saturday, August 3, 2013

Negara Maju vs Negara Berkembang

By
Negara Maju vs Negara Berkembang, pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang negara maju dan berkembang, tetapi kami membatasi pembahasan ini pada topik Kewirausahaan.

Ada satu hal yang perlu diperhatikan ketika membahas tentang kewirausahaan di negara maju dan berkembang. Hal tersebut terkait dengan jumlah wirausaha pada masing-masing negara. Suatu negara bisa dikatakan Negara Maju apabila jumlah wirausahanya minimal 2% dari jumlah penduduknya.

Beberapa realita yang perlu disimak adalah sebagai berikut:

1. Jumlah Wirausaha di Indonesia
Data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah menyebutkan jumlah wirausahawan Indonesia hanya 1,9 persen dari 250 juta penduduk (Pratama, 2013). Data tersebut masih belum mencapai batas minimal yang diperlukan suatu negara agar bisa menjadi negara maju.

Apabila dibandingkan dengan Negara Maju seperti Singapura, jumlah 1,9% tersebut tergolong angka yang sangat kecil. Jumlah wirausaha di Singapura mampu mencapai angka 7% dari jumlah penduduknya. Tentu saja, angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia.

Negara Maju vs Negara Berkembang

2. Rendahnya Niat Berwirausaha
Niat berwirausaha merupakan kebulatan tekad seseorang untuk menjadi seorang wirausaha atau untuk berwirausaha (Wahyono, 2013). Mengapa niat berwirausaha masyarakat Indonesia rendah???

Faktor penting yang menyebabkan rendahnya niat berwirausaha masyarakat Indonesia adalah karena mindset sebagian besar masyarakat bahwa wirausaha hanya sekedar menjual barang. Padahal, wirausaha tidak hanya sekedar menjual barang.

Negara Maju vs Negara BerkembangSelain itu, budaya priyayi masih begitu kental mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia. Hal ini diindikasikan dari kenyataan bahwa “mayoritas penduduk Indonesia (khususnya pelajar) ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS)”. Padahal jumlah PNS di Indonesia sudah sangat banyak, belum lagi ditambah jumlah tenaga honorernya. Hal ini menyebabkan persaingan untuk menjadi PNS sangat ketat, sehingga sudah menjadi rahasia umum kalau ingin jadi PNS harus menyiapkan uang suap yang besar (baca: ratusan juta rupiah).

Apabila dibandingkan dengan realita di Negara Maju seperti Amerika Serikat, hal tersebut sangat bertolak belakang. Polling yang dilakukan lembaga nirlaba Partnership for Public Service (PPS) menemukan ‘hanya’ enam persen sarjana Amerika Serikat, atau sekira 2.100 orang, yang mau bekerja di sektor pemerintahan (Meinita, 2012). Fakta lain, pada 1990-an saja, diketahui bahwa 60 persen siswa SMA di Amerika ingin menjadi pengusaha.

Kedua realita tersebut harus segera diatasi, karena akan berpengaruh terhadap kemajuan bangsa Indonesia yang sampai saat ini masih tergolong ke dalam Negara Berkembang.

Sumber:
Meinita. 2012. Hanya 6 % Mahasiswa AS Mau Jadi PNS. http://kampus.okezone.com.
Pratama. 2013. Jumlah Wirausahawan Hanya 1,9 Persen di Indonesia. http://www.tribunnews.com.
Wahyono. 2013. Niat Berwirausaha. http://www.pkwu.web.id.
Facebook Twitter Google+

Artikel Terkait:

0 comments:

Post a Comment