Thursday, May 12, 2016

Slide Materi: Biaya-biaya Pajak

By With No comments:
Pajak merupakan kontribusi atau iuran rakyat kepada pemerintah. Pajak yang dibebankan pada suatu produk akan ditanggung oleh konsumen maupun produsen. Pada produsen, pajak akan menyebabkan berkurangnya keuntungan yang diperoleh, sedangkan pada konsumen akan meningkatkan harga yang dibayarkan.

Pada intinya, pajak akan mengurangi surplus konsumen dan juga surplus produsen. Di sisi lain, pemerintah akan mendapatkan keuntungan dari pajak. Namun, adanya pajak juga menyebabkan kerugian beban baku (deadweight loss). Kerugian Beban Baku adalah penurunan surplus total sebagai akibat terganggunya pasar, seperti dalam kasus pajak. Disebut deadweight loss karena kerugian pembeli dan penjual melebihi pendapatan yang diterima pemerintah.

Materi selanjutnya kami tampilkan dalam screenshot berikut ini:







Ingin mendapatkan file lengkapnya? Silakan download di sini

Referensi:
Mankiw, N. Gregory. 2012. Principles of Microeconomics: 6th Edition. South-Western Cengage Learning. 

Monday, April 11, 2016

Model Pembelajaran Efektif, Inovatif dan Interaktif: Debat

By With No comments:
Model Debat ternyata tidak hanya bisa digunakan dalam perlombaan atau kompetisi saja, tetapi juga dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran. Namun, dalam penggunaan model debat ini harus disesuaikan dengan materi yang dipelajari.

Tidak semua topik materi bisa menggunakan model debat ini, karena harus ada kelompok pro dan kontra atas satu topik tertentu. Misalnya saja, dalam mata kuliah perkembangan peserta didik, terdapat topik kemampuan inteligensi peserta didik usia dewasa. Di dalam materi tersebut terdapat pertanyaan apakah inteligensi seseorang akan berkurang seiring bertambahnya usia? Ada yang menjawab ‘ya’ tetapi ada juga yang menjawab ‘tidak’.

Apabila kondisinya seperti tersebut di atas, maka model pembelajaran debat bisa dilaksanakan. Anda bisa mencari topik materi lain yang sesuai dengan mata kuliah atau mata pelajaran yang anda ampu.

Model Pembelajaran Debat sendiri diartikan sebagai sebuah model pembelajaran di mana peserta didik dibagi menjadi dua kelompok (satu kelompok pro dan satu kelompok kontra) untuk ‘beradu’ argument atas satu topik tertentu.
 
Ilustrasi Model Pembelajaran Debat via darmajaya.ac.id
Model pembelajaran Debat ini juga bisa digunakan untuk menghidupkan suasana kelas, sehingga diharapkan bisa meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Selain itu, model pembelajaran debat juga dapat mendorong peserta didik untuk bekerja sama dalam satu kelompok.

Adapun langkah-langkah model pembelajaran debat ini adalah sebagai berikut:
  1. Guru/dosen membagi peserta didik 2 kelompok peserta debat (satu pro dan satu kontra)
  2. Guru/dosen memberikan tugas untuk membaca materi yang akan didebatkan oleh kedua kelompok tersebut
  3. Setelah selesai membaca materi, Guru/dosen menunjuk salah satu anggota kelompok pro untuk berbicara saat itu, kemudian ditanggapi oleh kelompok kontra. Demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya.
  4. Sementara peserta didik menyampaikan gagasannya, guru/dosen menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan sampai mendapatkan sejumlah ide diharapkan.
  5. Guru/dosen menambahkan konsep/ide yang belum terungkap
  6. Dari data-data yang diungkapkan tersebut, guru/dosen mengajak peserta didik membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai.
Langkah-langkah tersebut di atas masih bisa dimodifikasi tergantung pada kebutuhan, misalnya saja pada pertemuan ini dibentuk 2 kelompok, namun proses debat dilaksanakan minggu pada pertemuan minggu depan, sehingga peserta didik lebih matang dalam menyusun materi untuk debat.

Demikian sedikit informasi tentang model pembelajaran debat, semoga bisa membantu para guru dalam upaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Selamat mencoba…

Sunday, April 10, 2016

Model Pembelajaran Efektif, Inovatif dan Interaktif: Talking Stick

By With No comments:
Salah satu indikator kompetensi guru dalam proses pembelajaran adalah kemampuan menghidupkan suasana kelas. Menghidupkan suasana kelas bukanlah suatu perkara yang mudah karena keberagaman karakteristik peserta didik yang ada.

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan oleh seorang guru untuk menghidupkan suasana kelas, salah satunya adalah dengan menggunakan model pembelajaran inovatif. Banyak sekali model pembelajaran inovatif yang dapat digunakan oleh seorang guru dalam upaya menghidupkan suasana kelas, beberapa diantaranya pernah kita bahas dalam artikel terdahulu, yaitu examples non examples dan picture and picture.

Termasuk dalam model pembelajaran inovatif tersebut adalah Model Pembelajaran Talking Stick. Dalam model pembelajaran talking stick ini proses pembelajaran dikemas dalam sebuah permainan, sehingga dapat menciptakan susana yang menyenangkan. Namun, tetap menjaga keefektivan penyampaian materi.

Sesuai dengan namanya, model pembelajaran talking stick merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang menggunakan bantuan stick (tongkat), dimana tongkat tersebut diputarkan oleh siswa, biasanya sembari diiringi oleh iringan musik, dan ketika musik dihentikan siswa yang terakhir memegang tongkat  akan diberi pertanyaan oleh gurunya.

Ilustrasi Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick via mursidahv.blogspot.com
Lebih detailnya, berikut ini kami sajikan beberapa hal yang diperlukan dan langkah-langkah penerapan model pembelajaran talking stick.

Hal-hal yang Perlu Disiapkan
Apabila anda ingin menerapkan model pembelajaran talking stick ini, beberapa hal yang perlu disiapkan adalah sebagai berikut:
  1. Stick (Tongkat) yang nanti diputar berkeliling, dari satu siswa ke siswa lain. Stick ini bisa juga digantikan dengan spidol (saya seringkali menggunakan spidol ketika menerapkan model pembelajaran talking stick ini)
  2. Laptop yang digunakan untuk menampilkan pertanyaan dan untuk memutar file musik
  3. Spekaer sebagai pengeras suara agar file musik yang diputar dapat didengar oleh semua siswa

Langkah-langkah Model Pembelajaran Talking Stick
Adapun langkah-langkah model pembelajaran talking stick ini adalah sebagai berikut:
  1. Guru menyiapkan sebuah tongkat
  2. Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi. (Bisa juga model pembelajaran ini diterapkan untuk mengevaluasi materi yang disampaikan pada pertemuan sebelumnya, sehingga guru tidak perlu menyampaikan materi lagi)
  3. Setelah selesai membaca materi/buku pelajaran dan mempelajarinya, siswa menutup bukunya.
  4. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa untuk diputar keliling sembari guru memutar file musik, ketika file musik dihentikan siswa yang memegang tongkat tersebut harus pertanyaan dari guru, dan jawaban dari siswa tersebut langsung dibahas, kemudian file musik diputar lagi dan tongkat pun diputar ke siswa lain, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru
  5. Guru memberikan kesimpulan
  6. Evaluasi dan Penutup
Demikian sedikit informasi tentang model pembelajaran talking stick, semoga bisa membantu para guru dalam upaya meningkatkan kualitas proses mpembelajaran. Selamat mencoba…

Tuesday, April 5, 2016

Faktor-faktor yang Menentukan Pengeluaran Pemerintah

By With No comments:
Pajak yang diterima pemerintah akan digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan pemerintah. Di negara-negara yang sudah sangat maju pajak adalah sumber utama dari pembelanjaan pemerintah. Sebagian dari pengeluaran pemerintah adalah untuk membiayai administrasi pemerintahan dan sebagian lainnya untuk membiayai kegiatan-kegiatan pembangunan.

Membayar gaji pegawai-pegawai pemerintah, membiayai sistem pendidikan dan kesehatan rakyat, membiayai pembelanjaan untuk angkatan bersenjata, dan membiayai jenis infrastruktur yang penting. Beberapan contoh pembelanjaan tersebut merupakan pengeluaran oleh pemerintah. Artikel ini akan membahas tentang beberapa faktor yang menentukan pengeluaran pemerintah tersebut.

Jumlah pengeluaran pemerintah dalam suatu periode tertentu dipengaruhi oleh berbagai faktor. Beberapa faktor yang penting adalah sebagai berikut:

1. Proyeksi Jumlah Pajak yang Diterima
Salah satu faktor penting yang menentukan besarnya pengeluaran pemerintah adalah jumlah pajak yang diramalkan. Dalam menyusun anggaran belanjanya, terlebih dahulu pemerintah harus membuat proyeksi tentang jumlah pajak yang akan diterimanya. Makin banyak jumlah pajak yang dapat dikumpulkan, makin banyak pula pembelanjaan pemerintah yang dilakukan.

2. Tujuan-tujuan Ekonomi yang Akan Dicapai
Faktor yang lebih penting dalam penentuan pengeluaran pemerintah adalah tujuan-tujuan ekonomi yang ingin dicapai pemerintah. Peran pemerintah sangat penting dalam perekonomian, karena dapat mengatur kegiatan ekonomi kea rah yang diinginkan. Beberapa tujuan penting dari kegiatan pemerintah adalah mengatasi masalah pengangguran, inflasi dan mempercepat pembangunan ekonomi jangka panjang.

Untuk memenuhi tujuan-tujuan tersebut sering sekali pemerintah membelanjakan uang yang jauh lebih besar dari pendapatan pajak yang diperoleh. Untuk mengatasi pengangguran dan pertumbuhan ekonomi yang lambat – misalnya, pemerintah perlu membiayai pembangunan infrastruktur seperti irigasi, jalan-jalan, pelabuhan, dan mengembangkan pendidikan.
Ilustrasi Pembangunan Infrastruktur via tataruangpertanahan.com
Usaha tersebut membutuhkan uang yang banyak dan pendapatan dari pajak saja tidak cukup untuk membiayainya. Sehingga untuk memperoleh dana yang diperlukan, pemerintah terpaksa melakukan pinjaman.

3. Pertimbangan Politik dan Keamanan
Pertimbangan politik dan keamanan negara selalu menjadi salah satu tujuan penting dalam menyusun anggaran belanja pemerintah. Kekacauan politik, perselisihan di antara berbagai golongan masyarakat dan daerah seringkali terjadi di berbagai negara di dunia. Keadaan tersebut akan menyebabkan kenaikan pembelanjaan pemerintah yang sangat besar, terutama apabila operasi militer perlu dilakukan.

Sumber Referensi:
Sadono Sukirno. 2006. Makroekonomi: Teori Pengantar. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Monday, April 4, 2016

Indikator Pembelajaran yang Efektif: Penguasaan dan Antusiasme terhadap Materi Pelajaran Serta Pemberian Nilai yang Adil

By With No comments:
Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas salah satu indikator pembelajaran yang efektif, yaitu tentang komunikasi yang efektif di dalam kelas saat proses pembelajaran berlangsung. Artikel ini juga akan membahas bagian dari indikator tersebut, yaitu terkait dengan penguasaan materi pelajaran serta pemberian nilai oleh guru.

Penguasaan dan Antusiasme terhadap Materi Pelajaran
Seorang guru dituntut untuk menguasai materi pelajaran dengan benar, jika telah menguasainya maka materi dapat diorganisasikan secara sistematis dan logis. Seorang guru harus mampu menghubungkan materi yang diajarkannya dengan pengetahuan yang telah dimiliki para siswanya, mampu mengaitkan materi dengan perkembangan yang sedang terjadi sehingga proses pembelajaran menjadi lebih “HIDUP”.

Hal yang tak kalah pentingnya adalah bahwa seorang guru harus dapat mengambil manfaat dari hasil penelitian yang relevan untuk dikembangkan sebagai bagian dari materi pelajaran. Untuk dapat mengetahui sejauh mana guru dapat menguasai materi dengan baik, dapat dilihat dari cara guru menyampaikan materi kepada siswa, pemilihan buku-buku wajib dan bacaan, penentuan topik bahasan, pembuatan ikhtisar, pembuatan bahan sajian, dan yang paling dapat dilihat dengan jelas adalah bagaimana guru dapat dengan tepat menjawab pertanyaan dari siswanya.

Sumber gambar: jogja.tribunnews.com
Penguasaan akan materi pelajaran saja tidak cukup, penguasaan tersebut harus diiringi pula dengan kemauan dan semangat untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para siswa.

Pemberian Nilai yang Adil
Sejak dari awal pelajaran, siswa dapat diberitahu berbagai macam penilaian yang akan dilakukan, seperti tes formatif, makalah, proyek, tes akhir, dan pertanyaan lainnya yang mempunyai kontribusi terhadap nilai akhir.

Keadilan dalam pemberian nilai tercermin dari adanya:
1. Kesesuaian soal tes dengan materi yang diajarkan merupakan salah satu tolok ukur keadilan
2. Sikap konsisten terhadap pencapaian tujuan pelajaran
3. Usaha yang dilakukan siswa untuk mencapai tujuan
4. Kejujuran siswa dalam memperoleh nilai
5. Pemberian umpan balik terhadap hasil pekerjaan siswa

Sesuai tidaknya ujian dan penilaian dengan tujuan serta materi pelajaran dapat diketahui dari teman sejawat atau pimpinan sekolah. Adakalanya penilaian diberikan berdasarkan unsur senang atau tidaknya guru terhadap siswanya (faktor personal). Untuk menghindari hal tersebut, guru dapat pula meminta bantuan siswa untuk memberikan pendapatnya tentang tingkat keadilan guru dalam memberikan penilaian.

Sumber:
Hamzah B. Uno & Nurdin Mohamad. 2015. Belajar dengan Pendekatan PAILKEM. Jakarta: Bumi Aksara.

Sunday, April 3, 2016

Indikator Pembelajaran yang Efektif: Komunikasi yang Efektif

By With No comments:
Wotruba dan Wright dalam Uno & Mohamad (2015) tujuh indikator pembelajaran dikatakan efektif, yaitu: 1) pengorganisasian materi yang baik, 2) komunikasi yang efektif, 3) penguasaan dan antusiasme terhadap materi pelajaran, 4) sikap positif terhadap siswa, 5) pemberian nilai yang adil, 6) keluwesan dalam pendekatan pembelajaran, dan 7) hasil belajar siswa yang baik.

Artikel ini akan membahas salah satu dari tujuh indikator di atas, yaitu komunikasi yang efektif. Komunikasi yang dimaksud adalah komunikasi ketika proses pembelajaran berlangsung yaitu antara guru dengan peserta didik.

Komunikasi yang efektif dalam pembelajaran mencakup penyajian materi dengan jelas, kelancaran berbicara, interpretasi gagasan abstrak dengan contoh-contoh, kemampuan wicara yang baik (nada, intonasi, ekspresi), dan kemampuan untuk mendengar.

Kemampuan berkomunikasi tidak hanya diwujudkan melalui menjelaskan secara verbal, tetapi dapat juga berupa makalah yang ditulis, rencana pembelajaran yang jelas dan mudah dimengerti. Kemampuan seorang pengajar dalam berkomunikasi selain di depan kelas, juga sangat bermanfaat dalam seminar, diskusi kelompok bahkan dalam percakapan perorangan. Tentu saja keterampilan yang diperlukan dalam berbagai situasi tersebut akan berbeda.

Dalam kenyataan sehari-hari, tidak semua pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh penerima atau receiver, hal ini disebabkan oleh gangguan di dalam komunikasi tersebut. Gangguan terjadi karena pesan-pesan yang disampaikan tidak begitu jelas atau tidak dideskripsikan dalam istilah yang mudah dimengerti.
Sumber gambar: funifi.com

Dimungkinkan pula hal tersebut terjadi karena faktor panca indera yang tidak dapat berfungsi dengan baik. Gangguan atau distorsi komunikasi dapat pula terjadi karena faktor emosional atau faktor sosial. Contohnya adalah bila terjadi prasangka, maka komunikasi tidak akan berjalan dengan baik.

Jenis komunikasi lain yang sangat penting adalah komunikasi interpersonal. Bagi seorang guru, membangun suasana hangat dengan para siswa dan antara sesama siswa sangatlah penting. Suasana saling menerima, saling percaya akan meningkatkan efektivitas komunikasi.

Sebagaimana halnya dengan pengorganisasian materi pelajaran, penilaian akan kemampuan berkomunikasi yang efektif ini juga dapat dilakukan dengan baik oleh para siswa. Para siswa dapat menilai dengan cepat.
1. Apakah suara guru cukup jelas terdengar?
2. Apakah guru berkomunikasi dengan penuh percaya diri atau ragu-ragu dan gugup?
3. Apakah guru mampu menjelaskan sesuatu yang abstrak dengan baik dan menggunakan contoh yang konkret?
4. Apakah materi pelajaran dapat dipahami dengan baik?

Sumber:
Hamzah B. Uno & Nurdin Mohamad. 2015. Belajar dengan Pendekatan PAILKEM. Jakarta: Bumi Aksara.

Dampak Buruk Pengangguran

By With No comments:
Pengangguran diartikan sebagai seseorang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang tidak mempunyai pekerjaan dan sedang aktif mencari pekerjaan. Mengapa pengangguran merupakan masalah serius yang harus diatasi?

Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah karena adanya pengangguran dapat mengurangi tingkat kesejahteraan atau kemakmuran masyarakat suatu negara. Salah satu faktor penting yang menentukan kemakmuran masyarakat adalah tingkat pendapatannya.

Pendapatan masyarakat tersebut akan mencapai titik optimum apabila tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dapat diwujudkan. Sehingga adanya pengangguran dapat mengurangi pendapatan masyarakat dan pada akhirnya mengurangi kemakmuram masyarakat.

Jika ditinjau dari sudut pandang individu, pengangguran menyebabkan berbagai masalah ekonomi dan sosial yang diderita oleh orang yang bersangkutan (penganggur itu sendiri). Ketiadaan pendapatan menyebabkan para pengenggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya. 

 Selain itu, pengangguran juga dapat menimbulkan efek buruk pada taraf kesehatan keluarga. Pengangguran yang berkepanjangan dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk bagi diri penganggur dan juga tentu bagi keluarganya.

Ilustrasi Pengangguran - sumber gambar: praverb.net
Tingkat pengangguran yang tinggi di suatu negara dapat menjadi faktor pemacu kekacauan sosial dan politik. Tindak kriminalitas seperti perampokan, pencurian, copet dan sebagainya merupakan beberapa contoh kejahatan yang sangat mungkin disebabkan oleh pengangguran. Kekacauan ini dapat membawa dampak buruk pada kesejahteraan masyarakat dan juga pada prospek pembangunan ekonomi.

Berdasarkan beberapa contoh di atas, nyatalah bahwa pengangguran adalah masalah yang mempunyai efek buruk pada kondisi perekonomian dan masyarakat suatu negara. Oleh sebab itu, maka upaya-upaya untuk mengatasi masalah pengangguran harus senantiasa dilakukan.

Sumber Referensi:
Sadono Sukirno. 2006. Makroekonomi: Teori Pengantar. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Tuesday, March 29, 2016

Pandangan Ahli Ekonomi Klasik tentang Penentuan Tingkat Kegiatan Ekonomi

By With No comments:
Para ahli ekonomi yang tergolong dalam mazhab Klasik berkeyakinan bahwa perekonomian yang diatur dengan sistem pasar pada umumnya akan selalu mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh. Menurut ahli ekonomi Klasik, pengangguran dalam tenaga kerja yang tersedia bukanlah keadaan yang selalu berlaku dalam perekonomian.

Pandangan ini didasarkan pada keyakinan bahwa di dalam perekonomian tidak akan terdapat kekurangan permintaan. Apabila para produsen menaikkan produksinya atau menciptakan jenis-jenis barang baru, maka akan selalu terdapat permintaan terhadap barang-barang tersebut.

Sehingga menurut pandangan kaum Klasik di dalam perekonomian pada umumnya tidak pernah berlaku kekurangan permintaan, dengan kata lain penawaran yang bertambah akan secara otomatis menciptakan pertambahan permintaan.

Keyakinan para ahli ekonomi Klasik bahwa penawaran akan selalu menciptakan permintaan dapat dengan jelas dilihat dari pandangan Jean Baptiste Say (1767 – 1831), seorang ahli ekonomi Klasik kebangsaan Perancis. Ia mengatakan “Penawaran menciptakan sendiri permintaan terhadapnya” atau “Supply creates its own demand”.

Jean Babtiste Say - sumber gambar: citeco.fr

Menurut pendapatnya dalam setiap perekonomian jarang sekali terjadi masalah kelebihan produksi. Masalah kelebihan produksi (apabila hal itu terjadi) adalah masalah sementara. Mekanisme pasar akan membuat penyesuaian-penyesuaian sehingga akhirnya jumlah produksi akan turun di sektor-sektor yang mengalami kelebihan produksi dan akan naik di sektor-sektor yang mengalami kelebihan permintaan.

Berdasarkan kondisi tersebut, para ahli ekonomi Klasik berkeyakinan bahwa di dalam suatu perekonomian sering sekali terjadi keadaan dimana jumlah keseluruhan penawaran barang-barang dalam perekonomian (penawaran agregat) pada penggunaan tenaga kerja penuh akan selalu diimbangi oleh keseluruhan permintaan terhadap barang-barang tersebut (permintaan agregat) yang sama besarnya. Oleh sebab itu, kekurangan permintaan tidak akan berlaku.

Meskipun realitanya pada masanya ahli-ahli ekonomi Klasik tetap ada masalah pengangguran yang cukup serius di berbagai negara, keyakinan tersebut masih tetap bertahan, sehingga John Maynard Keynes mengemukakan berbagai kritik terhadap pandangan kaum Klasik dalam bukunya “The General Theory of Employment, Interest and Money”.

Secara umum, dalam bukunya tersebut, Keynes mengemukakan:
  1. Berbagai kritik terhadap pandangan Klasik mengenai kemampuan mekanisme pasar untuk selalu menciptakan penggunaan tenaga kerja penuh.
  2. Menciptkan suatu teori baru yang menjelaskan tentang faktor-faktor yang akan menentukan tingkat kegiatan ekonomi dan tingkat penggunaan tenaga kerja. Teorinya ini merupakan landasan utama dari analisis makroekonomi yang ada saat ini.
Selanjutnya untuk pandangan Keynes dan kritiknya terhadap kaum Klasik, insya’Allah akan dibahas pada artikel berikutnya.

Sumber Referensi:
Sadono Sukirno. 2006. Makroekonomi: Teori Pengantar. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Monday, March 28, 2016

Pengertian dan Perbedaan Kebijakan Fiskal dan Moneter

By With 1 comment:
Dalam makroekonomi kita pasti sudah mengenal kebijakan fiskal dan moneter. Namun, terkadang masih ada beberapa orang yang masih belum bisa membedakan dua kebijakan tersebut. Dalam artikel ini kita akan sedikit membahas tentang konsep dasar kebijakan fiskal dan moneter tersebut.

1. Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal meliputi langkah-langkah yang dilakukan pemerintah dalam membuat perubahan pada bidang perpajakan (pendapatan pemerintah) dan pengeluaran pemerintah dengan maksud untuk mempengaruhi pengeluaran agregat dalam perekonomian.

Menurut Keynes, kebijakan fiskal sangat penting untuk mengatasi pengangguran yang relatif serius. Melalui kebijakan fiskal pengeluaran agregat dapat ditambah dan langkah ini akan menaikkan pendapatan nasional dan tingkat penggunaan tenaga kerja.

Di bidang perpajakan, langkah yang perlu dilaksanakan adalah mengurangi pajak pendapatan. Pengurangan pajak pendapatan ini akan menambah kemampuan masyarakat untuk membeli barang dan jasa dan akan meningkatkan pengeluaran agregat.

Selanjutnya, pengeluaran agregat dapat lebih ditingkatkan lagi dengan cara menaikkan pengeluaran pemerintah – untuk membeli barang dan jasa yang diperlukannya maupun untuk menambah investasi pemerintah.

Sumber gambar: businessnewsdaily.com

Dalam masa inflasi atau ketika kegiatan ekonomi telah mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dan kenaikan harga-harga sudah semakin pesat, langkah sebaliknya harus dijalankan, yaitu dengan menaikkan pajak dan mengurangi pengeluaran pemerintah. Langkah ini akan mengurangi pengeluaran agregat dan inflasi pun akan berkurang.

2. Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter meliputi langkah-langkah yang dilaksanakan oleh bank sentral (Bank Indonesia) untuk mengubah penawaran uang dalam perekonomian atau mengubah suku bunga, dengan maksud untuk mempengaruhi pengeluaran agregat.

Apabila terjadi permasalahan berupa tingginya tingkat pengangguran di Indonesia maka pengeluaran agregat perlu ditambah untuk mengurangi pengangguran tersebut. Cara yang ditempuh oleh bank Indonesia salah satunya dengan menurunkan suku bunga untuk menggalakkan pertambahan penanaman modal.

Secara garis besar, kebijakan moneter yang dilakukan Bank Indonesia meliputi dua hal, yaitu: 1) Kebijakan moneter ekspansif (menambah jumlah uang yang beredar) dan 2) Kebijakan moneter kontraktif (mengurangi jumlah uang yang beredar).

Sedangkan sarana yang digunakan untuk menjalankan kebijakan moneter tersebut terdiri dari 4 instrumen sebagai berikut:

a. Operasi pasar terbuka
Operasi pasar terbuka yang dimaksud di sini adalah dengan membeli atau menjual Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Apabila terjadi inflasi, maka BI melakukan kebijakan kontraktif dengan menjual SBI.

b. Penetapan tingkat diskonto
Penetapan suku bungan juga dapat dilakukan untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar. Sebagai contoh ketika terjadi inflasi, maka BI akan menaikkan tingkat suku bunga diskonto sehingga masyarakat akan tertarik untuk menyimpan uangnya di bank, dan jumlah uang beredar akan berkurang.

c. Penetapan cadangan wajib minimum
Tiap bank umum diwajibkan mempunyai cadangan wajib yang disimpan di masing-masing bank. Apabila BI melakukan kebijakan kontraktif (misalnya) maka besarnya cadangan wajib minimum akan dinaikkan.

d. Pengaturan kredit atau pembiayaan
Salah satu peran bank umum adalah memberikan pinjaman (kredit) kepada masyarakat. Apabila BI ingin mengurangi jumlah uang yang beredar (kontraktif) maka pengaturan kredit akan diperketat sehingga jumlah kredit yang disalurkan kepada masyarakat akan berkurang.

Kesimpulan:
Perbedaan dasar antara kebijakan fiskal dengan moneter adalah bahwa kebijakan moneter dilakukan oleh pemerintah sedangkan kebijakan moneter dilakukan oleh Bank Indonesia (sebagai badan independen/tanpa campur tangan pemerintah).

Sumber Referensi:
http://www.bi.go.id
Sadono Sukirno. 2006. Makroekonomi: Teori Pengantar. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Wednesday, March 23, 2016

Pentingnya Komunikasi yang Efektif dalam Dunia Bisnis

By With No comments:
Pentingnya Komunikasi yang Efektif dalam Dunia Bisnis
Ditulis oleh:  Wiki Pebrianto

Dewasa ini segala hal berhubungan dengan komunikasi, baik dalam kehidupan sehari-hari, dalam dunia pendidikan formal maupun dalam ruang lingkup bisnis. Komunikasi merupakan elemen terpenting yang diberikan Tuhan kepada manusia, karena dengan komunikasi kita menjadi mahluk hidup bukan benda lagi, komunikasi bisa menghidupkan nyawa sosial yang menjadi harapan kita untuk tetap berperan sebagai manusia.

Selain komunikasi ada juga faktor penting yang harus kita lakukan, yaitu bisnis, yah bisnis, karena dengan bisnis kita bisa menghasilkan simbiosis mutualisme untuk memenuhi kebutuhan dan hasrat hidup kita sebagai manusia.
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan atau informasi diantara dua orang atau lebih dengan harapan terjadinya pengaruh yang positif atau menimbulkan efek tertentu yang diharapkan. Komunikasi adalah persepsi dan aspresiasi. Bisnis dan komunikasi sebagai satu proses sosial, kita akan sampai pada kesimpulan bahwa komunikasi adalah bisnis dan sebaliknya, bisnis adalah komunikasi.

Kemajuan di bidang transformasi informasi (TI komunikasi) juga berlangsung sangat pesat, sehingga informasi tentang keadaan tertentu dapat disampaikan tanpa tergantung jarak geografis. Kemajuan dibidang komunikasi (media massa) telah mempengaruhi pola-pola bisnis antarmanusia.


Dari uraian singkat diatas dapat kita bayangkan betapa pentingnya komunikasi dalam hidup. Tapi disini saya akan memberikan penjabaran tentang pentingnya arti dari sebuah komunikasi terhadap dunia bisnis era modern ini.

Pengertian Komunikasi Bisnis
Secara garis besar, Komunikasi Bisnis dapat didefinisikan sebagai pertukaran gagasan dan informasi yang memiliki tujuan tertentu yang disajikan secara personal atau impersonal melalui simbol-simbol atau sinyal.

Menurut para ahli, definisi Komunikasi Bisnis adalah sebagai berikut:
  • Menurut Purwanto (2006:4), Pengertian komunikasi bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencakup berbagai macam bentuk komunikasi baik komunikasi verbal maupun nonverbal untuk mencapai tujuan tertentu.
  • Menurut Katz (1994:4), Komunikasi Bisnis didefinisikan sebagai adanya pertukaran ide, pesan, dan konsep yang berkaitan dengan pencapaian serangkaian tujuan komersil. Komunikasi bisnis diartikan sebagai komunikasi yang terjadi dalam dunia bisnis dalam rangka mencapai tujuan dari bisnis tersebut.
  • Menurut Rosenbaltt (1982:7), pengertian komunikasi bisnis dikemukakan dalam pernyataan: Business Communication are purposive interchange of ideas, opinions, information, instructions, and the like, presented personally or impersonally by symbols or signal as attain the goals of the organizations (Komunikasi Bisnis merupakan pertukaran ide, opini, informasi, instruksi dan sejenisnya, yang disajikan secara personal ataupun nonpersonal melalui simbol atau tanda untuk mencapai tujuan perusahaan)

Manfaat Komunikasi yang Efektif dalam Dunia Bisnis
Secara umum, ada tiga tujuan komunikasi bisnis yaitu; memberi informasi (Informing) persuasi (persuading) dan melakukan kolaborasi, (collaborating) dengan audiens (pelanggan).

Berikut ini adalah beberapa manfaat penting dari komunikasi yang efektif dalam dunia bisnis.

1. Memberi Informasi
Tujuan pertama dalam komunikasi bisnis adalah memberikan informasi yang berkaitan dengan dunia bisnis kepada pihak lain, contoh seorang pemimpin perusahaan ingin mendapatkan pegawai yang diharapkan, maka Dia memasang iklan melalui mass media, memasang websitus/situs di jalur internet, dalam hal ini setiap media mempunyai kelebihan dan kekurangan dilihat dari jangkauan dan biayanya, untuk itu harus memilih media mana yang akan dipilih.

Dan itu tergantung pada kebijakan perusahaan dengan melihat kemampuan internal perusahaan tersebut. Contoh yang lain misalnya sebuah Departemen Store memasang tulisan discount besar-besaran pada produknya.

2. Memberi Persuasi
Tujuan kedua komunikasi bisnis adalah memberikan persuasi kepada pihak lain agar apa yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan benar, hal ini sering dilakukan terutama yang berkaitan dengan penegasan konfi rmasi pesanan pelanggan atau negoisasi dengan pelanggan, agar kedua pihak memperoleh manfaat secara bersama-sama tanpa ada yang merasa dirugikan.

3. Melakukan Kolaborasi
Tujuan ketiga dalam komunikasi bisnis adalah melakukan kolaborasi, atau kerja sama bisnis antara seseorang dengan orang lain, melalui jalinan komunikasi bisnis tersebut seseorang dapat dengan mudah melakukan kerja sama bisnis, saat sekarang seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi komunikasi maka seseorang dapat menggunakan berbagai media telekomunikasi seperti telpon, faksimile, telpon seluler, internet surat elektronik, teleconference. Teknologi komunikasi tersebut sangat penting artinya dalam pererat kerja sama bisnis.

Kesimpulan
Komunikasi bisnis adalah proses pertukaran pesan atau informasi untuk mencapai efektivitas dan efisiensi produk kerja di dalam struktur dan sistem organisasi. Dalam kegiatan komunikasi bisnis, pesan hendaknya tidak hanya sekedar informatif tetapi juga haruslah Persuasif, agar pihak lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan atau melakukan suatu perbuatan atau kegiatan.

Di era globalisasi ini, tantangan seorang manajer di masa depan relatif akan semakin sulit, karena dunia bisnis menghadapi lingkungan persaingan yang cenderung semakin turbulen. Para manajer perlu membekali diri dengan keterampilan lintas budaya, berupa kemampuan berinteraksi dengan berbagai ragam budaya, gaya manajemen / bisnis bangsa lain, maupun kerjasama tim, baik intern maupun dalam suatu aliansi strategis dengan mitra bisnis.

Disini peran komunikasi bisnis menjadi semakin sangat penting, yaitu kemampuan membaca, menafsirkan laporan dan informasi dari lingkungan. Disamping menyampaikan gagasan, baik lisan maupun tertulis secara sistematik.

Catatan Kaki:
www.authorstream.com (source image)
https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_bisnis

Biografi Penulis:
Nama    : Wiki Pebrianto
Alamat  : Jl. Adinegara No. 10, Padang, Sumatera Barat
Profesi  : Mahasiswa angkatan 2014 di Perguruan Tinggi Negeri Politeknik Agro Teknologi Industri Padang  dengan jurusan Manajemen Industri.

URL Blog           : http://hakikatbisnis.blogspot.com (HakikatBisnis)
URL Facebook   : www.facebook.com/wicky.blougranna (Wiki Pebrianto)
URL Google+     : https://plus.google.com/u/0/107162192436260612301 (Wky Barcelonista)

Tuesday, March 22, 2016

Konsep Barang Ekonomi dan Barang Bebas

By With No comments:
Barang Ekonomi (economic good) adalah barang yang mempunyai kegunaan dan langka, yaitu jumlah yang tersedia lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah yang dibutuhkan masyarakat.

Dan oleh karena itu, barang ekonomi mempunyai harga. Dalam terminologi ekonomi, kita menggunakan istilah langka, bukan sedikit, sebab perkataan sedikit itu relatif.

Jumlah 100 dapat kita katakan banyak, karena yang dibutuhkan hanya 40, sementara itu jumlah 100.000 termasuk sedikit bila dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat sebanyak 250.000.

Produksi barang ekonomi membutuhkan sumber daya ekonomi yang terbatas jumlahnya, oleh karena itu tidak dapat diperoleh atau diproduksi dalam jumlah yang tidak terbatas.

Dengan demikian, barang ekonomi adalah barang yang terbatas jumlahnya (langka) dan memerlukan pengorbanan untuk memperolehnya.

Udara sangat dibutuhkan manusia, dengan demikian sangat berguna. Tetapi karena udara tersedia dalam jumlah yang melimpah, maka udara bukanlah barang ekonomi, melainkan barang bebas (free good), yang untuk memperolehnya tidak diperlukan pengorbanan. Oleh karena itu, barang bebas tidak mempunyai “harga”.

Sumber gambar: radarmadura.co.id

Udara, sinar matahari, air di daerah pedesaan, dan air laut di daerah pantai adalah beberapa contoh barang bebas. Batu meteor, sebaliknya termasuk barang yang sangat langka, tetapi (bagi kebanyakan orang) tidak mempunyai kegunaan. Itu sebabnya batu meteor juga tidak termasuk barang ekonomi.

Dengan demikian, barang bebas adalah barang yang tersedia dalam jumlah melimpah (tidak langka) dan tidak memerlukan pengorbanan untuk memperolehnya. Namun demikian, barang bebas dapat menjadi barang ekonomi karena perbedaan tempat dan waktu.

Di pedesaan, air bersih merupakan barang bebas, tetapi di kota menjadi barang ekonomi. Begitu pula sinar matahari menjadi barang ekonomi dalam musim dingin, sehingga banyak wisatawan yang bersedia membayar untuk datang ke daerah-daerah tropis.

Sumber:
Prathama Rahardja & Mandala Manurung. 2004. Pengantar Ilmu Ekonomi: Mikroekonomi Edisi Revisi. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Monday, March 21, 2016

Daya Monopoli (Monopoly Power) dan Indeks Lerner

By With No comments:
Dalam kenyataan, jarang sekali struktur pasar tanpa persaingan. Umumnya yang ada adalah satu atau beberapa perusahaan lebih dominan dibanding perusahaan lainnya (oligopoli). Karenanya pengertian monopoli dalam teori ekonomi berbeda dengan pengertian awam (masyarakat umum) dalam kehidupan sehari-hari.

Kaum awam membayangkan monopoli sebagai kemampuan melakukan apa saja untuk memperoleh laba sebesar-besarnya; Perusahaan monopoli yang memiliki kekuatan tanpa batas, sehingga mampu mengeruk laba tanpa batas pula.

Pengertian di atas adalah keliru. Daya monopoli (monopoly power) yaitu kemampuan perusahaan melakukan eksploitasi pasar dalam rangka mencapai laba maksimum hanyalah sebatas kemampuan mengatur jumlah output dan harga.

Daya monopoli dikatakan makin besar bila keputusan harga dan output perusahaan makin sulit dilawan oleh pasar. Abba Lerner mengukur kemampuan perusahaan berlandaskan permintaan yang dihadapi perusahaan dengan menghitung angka indeks, yang dikenal sebagai indeks Lerner (Lerner Index).
di mana:
L              = indeks Lerner
P             = harga output
MC         = biaya marjinal

Berdasarkan persamaan di atas, daya monopoli makin besar bila nilai L makin besar. Indeks Lerner mempunyai nilai antara 0 dan 1. Dalam pasar persaingan sempurna daya monopoli adalah nol (L=0) karena dalam keseimbangan harga sama dengan biaya marjinal (P=MC). Besarnya indeks Lerner dipengaruhi oleh beberapa faktor:

1. Elastisitas Harga Permintaan
Dalam pasar persaingan sempurna, elastisitas permintaan tak terhingga. Laba maksimum tercapai bila P=MC. Karena itu, dalam pasar persaingan sempurnal nilai L sama dengan nol. Perusahaan tidak mempunyai daya monopoli (price taker). Makin in-elastis permintaan, makin besar nilai L atau daya monopoli.

2. Jumlah Perusahaan dalam Pasar
Makin sedikit jumlah perusahaan, daya monopoli makin besar. Dalam pasar persaingan sempurna, jumlah perusahaan banyak sekali, sehingga konsumen leluasa memilih produsen. Permintan elastis sempurna, sehingga nilai L sama dengan nol.

3. Interaksi Antar Perusahaan
Makin solid interaksi antar perusahaan, makin besar daya monopoli. Dalam pasar persaingan sempurna, karena jumlah perusahaan sangat banyak, amat sulit melakukan konsolidasi untuk mencapai kekuatan monopoli. Makin sedikit jumlan perusahaan, makin mudah melakukan konsolidasi (interaksi). Karena itu, struktur pasar yang berpotensi besar untuk memiliki daya monopoli besar adalah oligopoli.

Indeks Lerner bukanlah indeks laba (profit index). Sebab laba berkaitan dengan biaya rata-rata. Walaupun memiliki daya monopoli yang besar (nilai L besar), tanpa efisiensi perusahaan bahkan akan mengalami kerugian.

Sumber:
Prathama Rahardja & Mandala Manurung. 2004. Pengantar Ilmu Ekonomi: Mikroekonomi Edisi Revisi. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Sunday, March 13, 2016

Peranan Manajer Keuangan

By With No comments:
Manajer Keuangan di sini dimaksudkan sebagai manajer perusahaan yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan penting mengenai ivestasi dan pendanaan. Berkaitan dengan pengambilan keputusan investasi, manajer keuangan akan terlibat secara langsung dalam perencanaan dan pengendalian penggunaan dana.

Untuk mendanai investasi dan operasi perusahaan, manajer keuangan bertanggung jawab dalam memperoleh dana yang sesuai dengan kebutuhannya, baik mengenai jangka waktu, persyaratan maupun biayanya. Dana akan diperoleh baik dari pasar modal maupun dari bank ataupun sumber-sumber dana lainnya.

Dengan demikian, kelancaran aliran kas atay dana yang masuk dari luar ke dalam perusahaan untuk membiayai investasi dan operasi perusahaan sangat tergantung kepada kemampuan manajer keuangan dalam menjalankan fungsi pendanaan.

Setelah dana diinvestasikan untuk membiayai operasi perusahaan dan mampu menghasilkan keuntungan, maka selanjutnya manajer keuangan juga akan terlibat dalam pengambilan keputusan mengenai berapa bagian dari keuntungan yang akan dibayarkan kepada pemilik perusahaan atau pemberi dana, dan berapa bagian yang akan diinvestasikan kembali (di-reinvestasikan) untuk membiayai pertumbuhan perusahaan.

Sehingga manajer keuangan sangat berperan dalam melancarkan aliran kas atau dana dari luar ke dalam perusahaan, ataupun sebaliknya dari dalam ke luar perusahaan, yaitu pembayaran dividen kepada pemilik perusahaan dan pembayaran kembali utang kepada para kreditur.

Manajer keuangan dapat mempunyai peranan yang demikian besarnya dalam memperlancar aliran akas atau dama tersebut disebabkan karena dia bertindak sebagai “perantara” (intermediary) yang berada pada posisi di antara sumber atau pemberi dana (pasar modal, bank pemberi kredit, dan lain sebagainya) di satu pihak dan operasi perusahaan di lain pihak.

Peranan manajer keuangan dalam melancarkan aliran kas atau dana tersebut digambarkan oleh Brealey & Myers sebagai berikut:


Keterangan:
  1. Kas diperoleh dengan menjual financial assets (saham, obligasi dan sekuritas lainnya) atau mendapatkan kredit dari bank atau sumber dana lainnya (panah nomor 1) 
  2. Dana yang diperoleh dari pemberi dana digunakan untuk membeli real assets yang digunakan dalam operasi perusahaan (panan nomor 2) 
  3. Apabila perusahaan bekerja dengan baik, real assets akan menghasilkan kas masuk (cash-inflows) yang lebih besar daripada jumlah yang dibayarkan pada investasi permulaan (panah nomor 3) 
  4. Pada akhirnya kas tersebut direinvestasikan (panah nomor 4a) atau dikembalikan kepada pemodal yang membeli sekuritas dari perusahaan tersebut atau bank pemberi kredit/kreditur lainnya (panah nomor 4b)
Sumber:
Bambang Riyanto. 2012. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan: Edisi Keempat. Yogyakarta: BPFE.