Pin It

Dampak Perdagangan Bebas bagi Kesejahteraan Masyarakat

Posted by Budi Wahyono on Monday, April 21, 2014

Perdagangan Bebas atau Perdagangan Internasional akhir-akhir ini marak diperbincangkan, terlebih lagi kita segera menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 mendatang. Dengan adanya perdagangan bebas ini, tidak ada diskriminasi ekspor maupun impor, sehingga benar-benar bebas dalam melakukan perdagangan antar negara.

Lalu apa dampak yang ditimbulkan dari perdagangan bebas tersebut terhadap kesejahteraan masyarakat? Bagaimana perdagangan internasional memengaruhi kesejahteraan ekonomi? Siapa yang untung dan siapa yang rugi dari perdagangan bebas antarnegara? Bagaimana keuntungannya jika dibandingkan dengan kerugiannya?

Beberapa pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan dasar dalam kasus perdagangan bebas, dan tujuan utama artikel ini adalah untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Sebelum membahas dampak perdagangan bebas tersebut, perlu kita bahas tentang faktor penentu terjadinya perdagangan. Pembahasan tentang faktor penentu terjadinya perdagangan tersebut akan dimuali dari keseimbangan tanpa perdagangan.

Keseimbangan tanpa Perdagangan Bebas
Disini ita menggunkan beberapa asumsi sebagai berikut:
  1. Sebuah negara terisolasi dari dunia luar, dan mereka memproduksi tekstil. 
  2. Pasar untuk tekstil tersebut terdiri dari penjual dan pembeli di negara tersebut. 
  3. Tidak ada seorang pun di negara tersebut yang diijinkan melakukan impor dan ekspor tekstil.
Apabila keadaan tersebut digambarkan dalam sebuah kurva adalah sebagai berikut:
 
Dampak Perdagangan Bebas bagi Kesejahteraan Masyarakat

Kseimpulan dari keseimbangan tanpa perdagangan bebas ini adalah sebagai berikut:
  1. Harga domestik menyesuaikan untuk menyeimbangan permintaan dan penawaran. 
  2. Jumlah surplus konsumen dan produsen sebagai ukuran manfaat total yang diterima oleh penjual dan pembeli.
Kondisi di atas merupakan kondisi suatu negara yang tidak terlibat sama sekali dengan perdagangan bebas atau perdagangan internasional. Kemudian apa yang terjadi apabia negara tersebut membuat kebijakan baru untuk masuk ke dalam perdagangan bebas??

Jawaban dari pertanyaan di atas berkaitan dengan harga dunia dan keunggulan komparatif dari negara tersebut, yang nantinya akan menentukan apakah negara tersebut menjadi negara pengimpor ataukah pengekspor.

Harga Dunia dan Keunggulan Komparatif
  1. Jika suatu negara diizinkan untuk masuk dalam perdagangan internasional, apakah negara tersebut menjadi pengekspor atau pengimpor? 
  2. Dampak dari perdagangan bebas dapat dilihat dengan membandingkan harga domestik tanpa perdagangan bebas dengan harga dunia atas barang tersebut. 
  3. Harga dunia (world price) adalah harga suatu barang yang berlaku di pasar dunia. 
  4. Apabila sebuah negara memiliki keunggulan komparatif, kemudian harga domestik-nya lebih rendah dari harga dunia, maka negara tersebut akan menjadi pengekspor. 
  5. Sebaliknya, apabila sebuah negara tidak memiliki keunggulan komparatif, kemudian harga domestik-nya lebih tinggi dari harga dunia, maka negara tersebut akan menjadi pengimpor.
Lalu dampak apa yang ditimbulkan dari dua keadaan tersebut (menjadi negara pengimpor atau negara pengekspor) bagi kesejahteraan masyarakat??

Lanjutan artikel ini, sekaligus jawaban atas pertanyaan tersebut kami sediakan dalam bentuk file powerpoint, apabila pembaca ingin mendapatkan file tersebut, silakan mengirim permintaan ke iro.maruto@gmail.com (GRATIS!!)

Referensi:
Mankiw, N. Gregory. 2012. Principles of Microeconomics: 6th Edition. South-Western Cengage Learning. (E-Book).
More aboutDampak Perdagangan Bebas bagi Kesejahteraan Masyarakat
Tulis Komentar:
Pin It

Blog Pendidikan Ekonomi Terkena Google SandBox

Posted by Budi Wahyono on Sunday, April 20, 2014

Mohon maaf sebelumnya karena artikel ini melenceng dari materi Pendidikan Ekonomi. Bisa dikatakan bahwa artikel ini merupakan bentuk curahan hati (curhat) admin blog Pendidikan Ekonomi.cie..cie

Bukan curhat masalah cinta atau patah hati, tetapi curhat karena blog Pendidikan Ekonomi ini ternyata masuk ke dalam kotak pasirnya Google, atau istilah kerennya adalah Google SandBox.

Awalnya saya juga tidak tahu kalau ternyata blog ini terperangkan dalam Google SandBox. Saya hanya curiga karena traffic blog ini menurun drastis, kemudian saya coba cari-cari di google.com dan google.co.id dan ternyata permasalahannya adalah karena blog ini terkena Google SandBox. :(

Salah satu efek Google SandBox ini adalah hilangnya beberapa artikel blog ini dari serp Google. Hiks.... Kalau ingin tahu lebih detail tentang efek dari Google SandBox ini anda bisa cek lewat Wikipedia, atau cari saja di search engine google.

Sedih juga rasanya, karena biasanya rata-rata visitor per hari adalah 3-4K, tetapi sekarang hanya 300-500an saja. Sedih juga karena hanya sedikit orang yang bisa mengambil ilmu dari blog ini.

Namun, saya tidak patah semangat, saya akan tetap berusaha agar blog ini bisa keluar dari Google SandBox dan saya bisa berbagi ilmu (khususnya tentang Pendidikan Ekonomi) kepada banyak orang.

Saya juga masih berusaha mencari solusi bagaimana keluar dari Google SandBox ini, dari cari-cari artikel di google, kemudian mempelajari cara optimasi melalui Google Webmaster Guidelines, dan sebagainya.

Artikel ini pun sebenarnya sebagai salah satu cara yang saya gunakan agar bisa keluar dari Google SandBox, karena saya membaca-baca di blog lain, salah satu cara agar keluar dari Google Sandbox adalah dengan membuat artikel tentang Google SandBox tersebut.

Mohon bantuan do’a nya juga dari para pembaca, agar blog ini segera terbebas dari Google SandBox. Aamiiin…
More aboutBlog Pendidikan Ekonomi Terkena Google SandBox
Tulis Komentar:
Pin It

Prinsip Koperasi, serta Hak dan Kewajiban Anggota Koperasi

Posted by Budi Wahyono on Saturday, April 19, 2014

Prinsip Koperasi meliputi beberapa hal, yaitu sebagai berikut:
  1. Keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka
  2. Pengawasan oleh anggota diselenggarakan secara demokratis
  3. Anggota berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi koperasi
  4.  Koperasi merupakan badan usaha swadaya yang otonom, dan independen
  5. Koperasi menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi anggota, pengawas, pengurus, dan karyawannya, serta memberikan informasi kepada masyarakat tentang jati diri, kegiatan, dan kemanfaatan koperasi
  6. Koperasi melayani anggotanya secara prima dan memperkuat gerakan koperasi, dengan bekerja sama melalui jaringan kegiatan pada tingkat lokal, nasional, regional, dan internasional
  7. Koperasi bekerja untuk pembangunan berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakatnya melalui kebijakan yang disepakati oleh anggota.
Prinsip Koperasi tersebut menjadi sumber inspirasi dan menjiwai secara keseluruhan organisasi dan kegiatan usaha koperasi sesuai dengan maksud dan tujuan pendiriannya.

Menurut pasal 29 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2012 tentang Perkoperasian dijelaskan bahwa kewajiban anggota adalah:
  1. Mematuhi Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan keputusan Rapat Anggota
  2. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan oleh Koperasi
  3. Mengembangkan dan memelihara nilai
Sedangkan hak anggota koperasi adalah:
  1. Menghadiri, menyatakan pendapat, dan memberikan suara dalam Rapat Anggota
  2. Mengemukakan pendapat atau saran kepada Pengurus di luar Rapat Anggota baik diminta atau tidak
  3. Memilih dan/atau dipilih menjadi Pengawas atau Pengurus
  4. Meminta diadakan Rapat Anggota menurut ketentuan dalam Anggaran Dasar
  5. Memanfaatkan jasa yang disediakan oleh Koperasi
  6. Mendapat keterangan mengenai perkembangan Koperasi sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar
  7. Mendapatkan Selisih Hasil Usaha Koperasi dan kekayaan sisa hasil penyelesaian Koperasi.
More aboutPrinsip Koperasi, serta Hak dan Kewajiban Anggota Koperasi
Tulis Komentar: