Thursday, January 21, 2016

Komponen Strategi Pembelajaran: Tes dan Kegiatan Lanjutan

By With No comments:
Sebagaimana telah dibahas pada artikel-artikel sebelumnya bahwa terdapat 5 komponen strategi pembelajaran, yaitu: 1) Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan, 2) Penyampaian Informasi, 3) Partisipasi Peserta Didik, 4) Tes, dan 5) Kegiatan Lanjutan.

Komponen strategi pembelajaran ke-1 sampai 3 sudah dibahas pada artikel sebelumnya, sedangkan komponen ke-4 dan 5 (Tes dan Kegiatan Lanjutan) akan dibahas pada artikel ini.

4. Tes
Serangkaian tes umum yang digunakan oleh guru untuk mengetahui apakah pengetahuan, sikap dan keterampilan telah benar-benar dimiliki oleh peserta didik atau belum.

Pelaksanaan tes biasanya dilakukan di akhir kegiatan pembelajaran setelah peserta didik melalui berbagai prose pembelajaran, yaitu dari penjelasan tentang tujuan di awal pembelajaran, penyampaian informasi berupa materi pelajaran, pelaksanaan tes juga dilakukan setelah peserta didik melakukan latihan atau praktik.

Sumber gambar: mediamalang.com
Contoh indikator keberhasilan tes adalah sebagai berikut:
a. Di akhir kegiatan belajar, setiap peserta didik dapat menyebutkan 3 dari 4 ciri kurva indiferen dengan benar. Standar keberhasilannya adalah apabila minimal peserta didik dapat menyebutkan 3 dari 4 ciri kurva indiferen atau tingkat penguasaan berkisar 85% - 89%.

b. Soal tes objektif dengan 4 pilihan terdiri atas 20 nomor, peserta didik dianggap menguasai materi apabila ia dapat mengerjakan 80% - 85% soal dengan benar.

5. Kegiatan Lanjutan
Kegiatan lanjutan yang dikenal dengan istilah follow up dari suatu hasil kegiatan yang telah dilakukan seringkali tidak dilaksanakan dengan baik oleh guru.

Dalam kenyataannya, setiap kali tes dilakukan selalu saja terdapat peserta didik yang berhasil dengan tugas di atas rata-rata, yaitu a) hanya menguasai sebagian atau cenderung di rata-rata tingkat penguasaan yang diharapkan dapat dicapai, b) peserta didik seharusnya menerima tindak lanjut yang berbeda sebagai konsekuensi dari hasil belajar yang bervariasi tersebut.

Sumber:
Hamzah B. Uno & Nurdin Mohamad. 2015. Belajar dengan Pendekatan PAILKEM. Jakarta: Bumi Aksara.

Wednesday, January 20, 2016

Komponen Strategi Pembelajaran: Partisipasi Peserta Didik

By With No comments:
Komponen strategi pembelajaran yang ke-3 setelah  Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan” dan “Penyampaian Informasi” adalah “Partisipasi Peserta Didik”.

Berdasarkan prinsip student centered maka peserta didik merupakan pusat dari suatu kegiatan belajar. Dalam belajar, dikenal istilah CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) yang diterjemahkan dari SAL (Student Active Learning) yang maknanya adalah bahwa proses pembelajaran akan lebih berhasil apabila peserta didik secara aktif melakukan latihan-latihan secara langsung dan revan dengan tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan (Dick dan Carey, 1978).

Terdapat beberapa hal penting yang berhubungan dengan partisipasi peserta didik, yaitu:

a. Latihan dan Praktik
Latihan dan praktik seharusnya dilakukan setelah peserta didik diberi informasi tentang suatu pengetahuan, sikap atau keterampilan tertentu. Agar materi tersebut benar-benar terinternalisasi (relatif mantap dan menetap dalam diri mereka), maka kegiatan selanjutnya adalah hendaknya peserta didik diberi kesempatan untuk berlatih atau mempraktikkan pengetahuan, sikap atau keterampilan tersebut. Sehingga setelah selesai belajar, mereka diharapkan benar-benar merencanakan TPK.

Sumber gambar: yudhimath.wordpress.com
b. Umpan Balik
Setelah peserta didik menunjukkan perilaku tertentu sebagai hasil belajarnya, maka guru memberikan umpan balik (feedback)  terhadap hasil belajar tersebut. Peserta didik akan segera mengetahui apakah jawaban yang merupakan kegiatan yang telah mereka lakukan itu benar atau salah, tepat/tidak tepat atau ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Umpan balik dapat berupa penguatan positif dan penguatan negatif. Melalui penguatan positif seperti pernyataan verbal (baik, bagus, tepat sekali, dan sebagainya) diharapkan perilaku tersebut akan terus terpelihara atau ditunjukkan oleh peserta didik. Sebaliknya melalui pernguatan negatif (kurang tepat, salah, perlu disempurnakan, dan sebagainya) diharapkan perlilaku tersebut akan dihilangkan atau peserta didik tidak akan melakukan kesalahan lagi serupa.

Sumber:
Hamzah B. Uno & Nurdin Mohamad. 2015. Belajar dengan Pendekatan PAILKEM. Jakarta: Bumi Aksara.

Sunday, January 17, 2016

Komponen Strategi Pembelajaran: Penyampaian Informasi

By With No comments:
Setelah membahas “Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan” kita akan melanjutkan dengan pembahasan tentang komponen strategi pembelajaran yang ke-2 yaitu “Penyampaian Informasi”.

Penyampaian informasi seringkali dianggap sebagai suatu kegiatan penting dalam proses pembelajaran, padahal bagian ini hanya merupakan salah satu komponen dari strategi pembelajaran. Artinya, tanpa adanya kegiatan pendahuluan yang menarik atau dapat memotivasi peserta didik dalam belajar, maka kegiatan penyampaian informasi ini menjadi tiada berarti.

Guru yang menyampaikan informasi dengan baik, tetapi tidak melakukan pendahuluan dengan mulus akan menghadapi kendala dalam kegiatan pembelajaran selanjutnya. Dalam kegiatan ini guru juga harus memahami dengan baik situasi dan kondisi yang dihadapinya.

Dengan demikian informasi yang disampaikan dapat diserap oleh peserta didik dengan baik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyampaikan informasi adalah urutan, ruang lingkup den jenis materi.

1. Urutan Penyampaian
Urutan penyampaian materi pembelajaran harus menggunakan pola yang tepat. Urutan materi diberikan berdasarkan tahapan berpikir dari hal-hal yang bersifat konkret ke hal-hal yang bersifat abstrak. Berdasarkan tahapan berpikir dari hal-hal yang bersifat abstrak atau dari hal-hal sederhana atau mudah dilakukan ke hal-hal yang lebih kompleks atau sulit dilakukan.

Selain itu, perlu juga diperhatikan apakah suatu materi harus disampaikan secara berurutan atau boleh melompat-lompat atau bolak-balik, misalnya dari teori ke praktik atau dari praktik ke teori. Urutan penyampaian informasi yang sistematis akan memudahkan peserta didik cepat memahami apa yang ingin disampaikan oleh gurunya.

2. Ruang Lingkup Materi yang Disampaikan
Besar kecilnya materi yang disampaikan atau ruang lingkup materi sangat bergantung pada karakteristik peserta didik dan jenis materi yang dipelajari. Umumnya ruang lingkup materi sudah tergambar pada saat penentuan tujuan pembelajaran, apabila TPK berisi muatan tentang suatu prosedur.

Yang perlu diperhatikan oleh guru dalam memikirkan besar kecilnya materi adalah penerapan teori Gestalt. Teori tersebut menyebutkan bahwa bagian-bagian kecil merupakan satu kesatuan yang bermakna apabila dipelajari secara keseluruhan, dan keseluruhan tidaklah berarti tanpa bagian-bagian kecil tersebut.

Atas dasar teori tersebut perlu dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
  • apakah materi yang disampaikan dalam bentuk bagian-bagian kecil seperti dalam pembelajaran terprogram? 
  • apakah materi akan disampaikan secara global/atau keseluruhan dulu, baru ke bagian-bagian keseluruhan dijelaskan melalui pembahasan isi buku, dan selanjutnya bagian-bagian kecil dijelaskan melalui uraian per bab?

3. Materi yang Akan Disampaikan
Materi pelajaran umumnya merupakan gabungan antara jenis yang berbentuk pengetahuan (fakta dan informasi yang terperinci) keterampilan, langkah-langkah, prosedur, keadaan, syarat-syarat tertentu, dan sikap (berisi pendapat, ide saran dan tanggapan).

Kemp (1977) dan Merril (1977:370) membedakan isi pembelajaran menjadi 4 jenis, yaitu: fakta, konsep, prosedur, dan prinsip. Dalam isi pelajaran ini terlihat masing-masing jenis pelajaran sudah pasti memerlukan strategi pembelajaran, guru harus terlebih dahulu memahami jenis materi pelajaran yang akan disampaikan agar diperoleh strategi pembelajaran yang sesuai. Contoh:

a. Apabila peserta didik diminta untuk mengingat nama satu objek, simbol atau peristiwa berarti materi tersebut berbentuk fakta, sehingga alternatif strategi penyampaiannya adalah dalam bentuk ceramah atau tanya jawab.
 
b. Apabila peserta didik diminta menyebutkan suatu definisi atau menulis ciri khas dari suatu benda, berarti materi tersebut berbentuk konsep sehingga alternatif penyampaian dalam bentuk resitasi atau penugasan atau diskusi kelompok.

c. Apabila peserta didik diminta mengemukakan hubungan antara beberapa konsep atau menerangkan keadaan ataupun hasil hubungan antara berbagai konsep, berarti materi tersebut berbentuk diskuasi terpimpin atau studi kasus.

Sumber:
Hamzah B. Uno & Nurdin Mohamad. 2015. Belajar dengan Pendekatan PAILKEM. Jakarta: Bumi Aksara.

Sunday, January 10, 2016

Komponen Strategi Pembelajaran: Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan

By With No comments:
Menurut Walter Dick dan Carey (1978) terdapat 5 komponen strategi pembelajaran, yaitu: 1) kegiatan pembelajaran pendahuluan, 2) penyampaian informasi, 3) partisipasi peserta didik, 4) tes, dan 5) kegiatan lanjutan.

Pada artikel ini, kita akan membahas komponen yang pertama yaitu “Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan”.

Kegiatan pendahuluan sebagai bagian dari suatu sistem pembelajaran secara keseluruhan memegang peranan penting. Pada bagian ini, guru diharapkan dapat menarik minat peserta didik atas materi pelajaran yang akan disampaikan.

Kegiatan pendahuluan yang disampaikan dengan menarik akan dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Sebagaimana iklan yang berbunyi kesan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah anda, maka demikian pula dengan peserta didik yang dihadapi guru.

Sumber gambar: beritajakarta.com
Cara guru memperkenalkan materi pelajaran melalui contoh-contoh, ilustrasi tentang kehidupan sehari-hari atau cara guru meyakinkan apa manfaat materi, mempelajari materi pokok bahasan tertentu akan sangat memengaruhi motivasi belajara peserta didik.

Persoalan motivasi ekstrinsik ini menjadi sangat penting bagi peserta didik yang belum dewasa, sedangkan motivasi intrinsik sangat penting bagi peserta didik yang sudah lebih dewasa. Motivasi intrinsik lebih mendominasi kelompok peserta didik yang lebih dewasa karena kelompok ini lebih menyadari pentingnya kewajiban belajar serta manfaatnya bagi mereka.

Secara spesifik, kegiatan pembelajaran pendahuluan dapat dilakukan melalui teknik-teknik berikut ini:
  1. Jelaskan tujuan pembelajaran khusus yang diharapkan akan dapat dicapai oelh semua peserta didik di akhir kegiatan pembelajaran. Dengan demikian peserta didik akan menyadari pengetahuan, keterampilan dan sekaligus manfaat yang akan diperoleh setelah mempelajari pokok bahasan tersebut. Demikian pula perlu dipahami oleh guru bahwa dalam menyampaikan tujuan, hendaknya digunakan kata-kata dan bahasa yang mudah dimengerti oelh peserta didik. Pada umumnya penjelasan dengan menggunakan ilustrasi kasus yang sering dialami oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan bagi peserta didik yang lebih dewasa dapat dibacakan sesuai rumusan yang telah diterapkan terdahulu. 
  2. Lakukan apersepsi berupa kegiatan yang merupakan jembatan antara pengetahuan lama dan pengetahuan baru yang akan dipelajari. Tunjukkan pada peserta didik tentang eratnya hubungan antara yang telah mereka miliki dengan pengetahuan yang akan dipelajari. Kegiatan ini dapat menimbulkan rasa mampu dan percaya diri sehingga mereka terhindar dari rasa cemas dan takut menemui kesulitan atau kegagalan.
Sumber:
Hamzah B. Uno & Nurdin Mohamad. 2015. Belajar dengan Pendekatan PAILKEM. Jakarta: Bumi Aksara.

Tuesday, January 5, 2016

Sistem Perekonomian: Sistem Campuran (Hybrid Mixture – istilah dari Heilbroner)

By With No comments:
Setelah kita membahas Sistem Ekonomi Liberalis dan Komando, kita akan melanjutkan pembahasan tentang Sistem Ekonomi Campuran.

Sistem Ekonomi Campuran merupakan sistem ekonomi dimana pada satu sisi pemerintah memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk berusaha memenuhi kebutuhannya, akan tetapi di sisi lain pemerintah turut campur tangan dalam perekonomian.

Tujuan campur tangan pemerintah tersebut adalah untuk menghindari penguasaan secara penuh dari segolongan masyarakat terhadap sumber daya ekonomi. Campur tangan pemerintah biasanya berupa:
  1. Membuat peraturan atau undang-undang yang bertujuan untuk mengatur dan mengawasi kegiatan ekonomi masyarakat 
  2. Mendirikan perusahaan-perusahaan negara yang kegiatannya hampir sama dengan kegiatan usaha swasta pada umumnya hanya orientasinya lebih ditujukan kepada keutamaan kepentingan masyarakat banyak 
  3. Dalam bentuk kebijakan-kebijakan fiskal dan kebijakan-kebijakan moneter
Apabila diperhatikan, agaknya sistem ekonomi campuran inilah yang paling banyak diterapkan dan yang paling berhasil serta mampu bertahan hingga sekarang ini. Uni Soviet gagal dalam perekonomiannya yang menganut sistem komando/sosialis, sementara Amerika Serikat atau Eropa Barat umumnya meskipun tidak dideklarasikan agaknya tidak bisa menjalankan sistem pasar bebas secara penuh.

Sumber Gambar: blingjamong.files.wordpress.com
Sebagai contoh, pemerintah Barack Obama tahun 2009 mengucurkan dana talangan pada perusahaan sepeda motor Harley Davidson agar perusahaan ini tidak dipailitkan oleh perusahaan luar AS, padahal sistem talangan dana dari pemerintah “haram” bagi sistem kapitalis/liberalis, dimana pemerintah hanya menggeluti bidang hankan dan luar negeri. Hal ini terbukti dari adanya undang-undang anti monopoli dan anti trust, anti dumping dan sistem kuota dari AS dan Eropa.

Sumber:
Putong, Iskandar. 2013. Economics: Pengantar Mikro dan Makro: Edisi 5. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Sistem Perekonomian: Sistem Komando/Terpimpin/Sosialis

By With No comments:
Setelah kita membahas Sistem Ekonomi Liberalis, kita akan melanjutkan pembahasan tentang Sistem Ekonomi Komando.

Sistem Ekonomi Komando disebut juga dengan Sistem Ekonomi Terpimpin, Sistem Ekonomi Perencanaan dan ada juga yang mengistilahkan dengan Sistem Ekonomi Sosialis.

Sistem Ekonomi Komando dipopulerkan oleh Karl Marx secara tidak langsung (sebab pada dasarnya Karl Marx sendiri tidak memiliki kerangka dasar tentang apa dan bagaimana sistem komando itu. Ide dasarnya sebenarnya diambil dari kritikannya terhadap sistem ekonomi kapitalis seputar awal keberhasilan sampai pada kegagalan sistem kapitalis tersebut melalui teori nilai lebih), dimana sistem ini merupakan syarat bila sistem sosialis ingin berhasil.

Pada Sistem Komando ini pemerintah campur tangan penuh dalam perekonomian masyarakatnya, karena menurut anggapan Karl Marx, bahwa apabila masyarakat (individu) dibiarkan secara bebas menjalankan kegiatan ekonomi dan bisnisnya maka akan terjadi ketimpangan penguasaan sumber-sumber ekonomi dan akan terjadi penindasan ekonomi oleh masyarakat kaya terhadap masyarakat miskin.

Karl Marx - Sumber Gambar: biography.com
Jaman pemerintahan Lenin dilanjutkan oleh Stalin sistem komando di Uni Soviet berkembang hingga ke China dan Korea Utara termasuk juga Kuba. Umumnya negara yang menganut sistem komando ini relatif tidak berkembang perekonomiannya.

China, Rusia (pecahan Uni Soviet) dan Kuba menyadarinya dan mereka merubahnya menjadi ssitem campuran meskipun faham komunis tetap merupakan idiologinya (dalam hal ini terbukti bahwa faham komunis bukanlah penyebab sistem sosialis atau komando).

Korea Utara masih tetap menganut faham komunis sistem komando, akibatnya negara ini mengalami masalah ekonomi yang parah, seperti kelaparan (tahun 2004) dan penurunan gizi (menurut laporan Natgeo, tinggi badan orang Korea Utara menyusut dibandingkan dengan zaman perang dingin antara blok timur dan barat (antara Fakta Warsawa dan Nato), kalau Korea Utara sekarang ini mampu memproduksi senjata nuklir itu bukan karena negara ini makmur akan tetapi menurut analisis NatGeo, itu adalah satu-satunya cara yang bisa dilakukan oleh Korea Utara agar negara barat (termasuk Korea Selatan) tetap mau berunding dan memberikan bantuan ekonomi.

Sumber:
Putong, Iskandar. 2013. Economics: Pengantar Mikro dan Makro: Edisi 5. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Sunday, January 3, 2016

Sistem Perekonomian: Sistem Pasar Bebas/Liberalis/Kapitalis

By With No comments:
Dalam perekonomian hingga saat ini dikenal 3 sistem perekonomian yang selalu dibahas dalam literature ilmu ekonomi. Tiga sistem perekonomian tersebut yaitu: 1) sistem liberalis, 2) sistem komando dan 3) sistem campuran.

Dalam artikel kali ini kita akan membahas tentang sistem ekonomi pasar bebas, atau dikenal juga dengan sistem liberalis/kapitalis.

Sistem pasar bebas dipopulerkan oleh kaum klasik yang dipelopori oleh Adam Smith yang mensyaratkan teorinya hanya dapat dijalankan pada negara yang menganut sistem kapitalis atau pasar bebas.

Sistem pasar bebas mensyaratkan tidak adanya campur tangan pemerintah dalam perekonomian, masyarakat dibiarkan bebas untuk melakukan kegiatan ekonomi dan bisnisnya, karena menurut Adam Smith, hanya masyarakatlah yang paling tahu mengenai kebutuhannya.

Sumber gambar: liberalis.jp
Peran pemerintah hanya difokuskan pada perundang-undangan, pertahanan dan keamanan serta hubungan luar negeri, selebihnya diserahkan kepada masyarakat. Sistem kapitalis harus menganut sistem pasar bebas dan harus dijalankan secara demokratis dengan basis individualistis, alasannya sederhana karena kondisi yang demokratis hanya bisa terjadi bila dilandasi sikap individualistis bukan egois, bukan gotong royong atau kebersamaan?

Catatan: Individualistis adalah sikap yang mementingkan diri sendiri dengan memanfaatkan orang lain. Egois adalah sikap yang mementingkan diri sendiri dengan mengorbankan atau tidak peduli dengan orang lain.

Program CSR perusahaan besar di Indonesia menunjukkan kalau mereka individualistis (mencari popularitas di masyarakat) agar masyarakat tetap mempercayai produknya dengan membantu masyarakat. Para rentenir adalah sikap egois, karena mematikan daya juang ekonomi masyarakat. Negara yang dikuasai oleh para egois biasanya cenderung tidak berkembang.

Sumber:
Putong, Iskandar. 2013. Economics: Pengantar Mikro dan Makro: Edisi 5. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Tuesday, December 29, 2015

Pengertian Model Pembelajaran

By With No comments:
Model Pembelajaran merupakan salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan proses pembelajaran di dalam kelas. Model pembelajaran merupakan sebuah pola yang digunakan oleh seorang guru sebagai pedoman dalam proses pembelajaran.

Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Suprijono (2011) bahwa model pembelajaran adalah pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelompok maupun tutorial.

Pendapat senada disampaikan oleh Trianto (2010) yaitu bahwa model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial. Fungsi model pembelajaran adalah sebagai pedoman bagi perancang pengajar dan para guru dalam melaksanakan pembelajaran.

Sumber gambar: depoknews.id
Menurut Sagala (2010) model mengajar merupakan suatu kerangka konseptual yang berisi prosedur sistematik dan mengorganisasikan pengalaman belajar siswa untuk mencapai tujuan belajar tertentu yang befungsi sebagai pedoman bagi guru dalam proes belajar mengajar.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran merupakan suatu kerangka yang digunakan dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu. Model pembelajaran digunakan oleh guru sebagai pedoman dalam melaksanakan pembelajaran di kelompok.

Monday, December 28, 2015

Pengertian Perseroan (Companies)

By With No comments:
Pada dasarnya sebuah lembaga yang digolongkan sebagai perusahaan terdiri atas 3 jenis, yaitu Perusahaan Perorangan (Proprietorship), Kerjasama Usaha – Persekutuan (Partnerships) dan Perseroan (Companies).

Dalam artikel ini kita akan membahas salah satu jenis perusahaan tersebut, yaitu perseroan (companies). Perseroan adalah perusahaan yang dimiliki oleh seorang atau lebih yang menjadi pemilik saham/sero perusahaan tersebut.

Perseroan yang relatif besar dapat menjual sahamnya ke masyarakat secara terbuka melalui bursa saham (tentunya setelah melalui persyaratan dan prosedur standar yang ada) atau menjualnya kepada siapa saja yang berminat secara tertutup.

Perusahaan yang menjual sahamnya ke masyarakat melalui pasar saham inilah yang disebut sebagai perusahaan terbuka (tbk) atau Limited (Ltd). Mungkin saja anda pernah atau bahkan sering melihat embel-embel tbk atau ltd di belakang nama sebuah perusahaan, namun anda belum mengerti maknanya apa.
Sumber: grahalegalitas.com
Yang dimaksud terbuka di sini adalah karena setiap masyarakat yang mampu membeli sahamnya adalah pemilik perusahaan. Terbatas karena tanggung jawab atas kewajiban pemilik saham hanya terbatas pada nilai saham yang dimiliki (limited liability).

Perusahaan yang bersifat tertutup sahamnya biasanya dimiliki oleh pendiri 100% atau oleh orang-orang tertentu saja. Perusahaan terbuka terbuka juga bisa dimonopoli oleh pendiri dengan cara menguasai nilai saham dengan proporsi % terbesar.

Keuntungan dan Kelemahan Perseroan
Keuntungan dari tipe perusahaan ini diantaranya adalah adanya adalah adanya tanggung jawab terbatas, skala usaha relatif besar sehingg biaya modal memungkinkan untuk ditekan serendah mungkin dan manajemen dikelola oleh orang-orang professional sehingga relatif mudah untuk dipercaya oleh pemodal baik dalam bentuk lembaga atau perorangan.

Kelemahan utama dari tipe perusahaan ini adalah struktur manajemen yang kompleks sehingga menyebabkan pengambilan keputusan relatif lambat dan mahal.

Referensi:
Putong, Iskandar. 2013. Economics: Pengantar Mikro dan Makro: Edisi 5. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Thursday, December 17, 2015

Latar Belakang Disusunnya Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMK

By With No comments:
Pada hakikatnya Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan program pemerintah yang digunakan untuk mendukung program wajib belajar (wajar) 9 tahun.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 161 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Dana Bantuan Operasional Sekolah Tahun Anggaran 2015 disebutkan bahwa BOS adalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan pendanaan biaya operasi non personalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar.

Bantuan Operasional Sekolah digunakan untuk mendukung keberhasilan program wajib belajar 9 tahun. Keberhasilan program wajar 9 tahun ditunjukkan dengan tingkat Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP Sederajat yang mencapai 99.47% pada tahun 2011/2012 (Pusat Data Statistik Pendidikan, 2012). Keberhasilan program wajar 9 tahun ini membawa dampak semakin banyaknya lulusan SMP yang harus ditampung oleh Sekolah Menengah.

Pada tahun 2011/2012 masih terdapat sekitar 213.050 lulusan SMP yang tidak melanjutkan ke Sekolah Menengah (Pusat Data Statistik Pendidikan, 2012). Pada waktu yang sama sebanyak 124,792 siswa SMK mengalami putus sekolah. Kondisi ini menjadi salah satu latar belakang dicanangkannya program Pendidikan Menengah Universal (PMU) 12 tahun yang dimulai pada tahun 2013.


Untuk mendukung program PMU tersebut pemerintah telah menyusun program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Sekolah Menengah. Program BOS SMK adalah program Pemerintah berupa pemberian dana langsung ke Sekolah Menengah Kejuruan baik Negeri maupun Swasta yang dihitung berdasarkan jumlah siswa masing-masing sekolah dikalikan dengan satuan biaya (unit cost) bantuan, sedangkan dana BOS SMK adalah bantuan dana untuk membantu Sekolah Menengah Kejuruan dalam memenuhi biaya operasional sekolah non-personalia (Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, 2015).

Tujuan BOS SMK secara umum adalah untuk mewujudkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu bagi semua lapisan masyarakat, sedangkan tujuan khususnya adalah sebagai berikut:
  1. Membantu biaya operasional sekolah non personalia
  2. Mengurangi angka putus sekolah siswa SMK
  3. Meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) siswa SMK
  4. Meningkatkan Kualitas Proses Pembelajaran di Sekolah
  5. Mewujudkan keberpihakan pemerintah (affirmative action) bagi siswa SMK dengan cara meringankan biaya sekolah
  6. Memberikan kesempatan bagi siswa SMK untuk mendapatkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu.
(Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, 2015)

Referensi:
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (Dit. PSMK). 2015. Petunjuk Teknis 2015: Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMK.
Pusat Data Statistik Pendidikan. 2012. Ikhtisar Data Pendidikan Tahun 2011/2012. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Monday, October 19, 2015

Perbedaan Strategi, Metode dan Teknik Pembelajaran

By With No comments:
Pada berbagai situasi proses pembelajaran seringkali digunakan istilah yang pada dasarnya dimaksudkan untuk menjelaskan cara, tahapan atau pendekatan yang dilakukan oleh seorang guru untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Istilah strategi, metode atau teknik pembelajaran seringkali digunakan secara bergantian, walaupun pada dasarnya istilah-istilah tersebut memiliki perbedaan satu dengan yang lain.

Teknik pembelajaran seringkali disamakan artinya dengan metode pembelajaran. Teknik adalah jalan, alat atau media yang digunakan oleh guru untuk mengarahkan kegiatan peserta didik kea rah tujuan yang diinginkan atau dicapai (Gerlach dan Ely, 1980).

Metode pembelajaran didefinisikan sebagai cara yang digunakan guru dalam menjalankan fungsinya dan merupakan alat untuk mencapai tujuan pembelajaran. Akan tetapi, di dalam pelaksanaan sesungguhnya, metode dan teknik memiliki perbedaan seperti contoh berikut:
“Ibu Leny dan Pak Bambang sama-sama menggunakan metode demonstrasi. Keduanya telah menguasai penerapan metode tersebut di dalam proses pembelajaran, tetapi ternyata hasil belajar yang ditunjukkan oleh peserta didik dari masing-masing guru tersebut berbeda. Hal ini terjadi karena walaupun metodenya sama, yaitu demonstrasi tetapi teknik pelaksanaannya ternyata berbeda. Ibu Leny menggunakan teknik demonstrasi di mana peserta didik dituntut untuk dapat mendemonstrasikan kembali apa yang telah diamatinya, sedangkan Pak Bambang hanya mendemonstrasikan saja kepada peserta didik tanpa memberikan kesempatan untuk mereka mendemonstrasikan kembali.”
Sumber Gambar: nwea.org
Berdasarkan contoh di atas dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran lebih bersifat prosedural, yaitu berisi tahapan-tahapan tertentu, sedangkan teknik adalah cara yang digunakan dan bersifat implementatif. Dengan kata lain metode yang dipilih oleh masing-masing guru (Bu Leny dan Pak Bambang) adalah sama, tetapi mereka menggunakan teknik yang berbeda.

Sedangkan strategi pembelajaran harus mengandung penjelasan tentang metode atau prosedur dan teknik yang akan digunakan selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan perkataan lain, strategi pembelajaran mengandung arti yang lebih luas dari metode dan teknik. Artinya metode dan teknik pembelajaran merupakan bagian dari strategi pembelajaran.

Sumber:
Hamzah B. Uno & Nurdin Mohamad. 2015. Belajar dengan Pendekatan PAILKEM. Jakarta: Bumi Aksara.

Monday, October 12, 2015

Sumber Penghimpunan Dana Bank: Tabungan

By With No comments:
Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan dengan syarat tertentu yang disepakati, dan tidak dengan cek atau bilyet giro atau alat lain yang dapat dipersamakan dengan itu.

Cara penarikan rekening tabungan yang paling banyak digunakan saat ini adalah dengan buku tabungan, cash card atau kartu ATM, dan kartu debit. Persaingan ketat dalam penghimpunan dana melalui tabungan antarbank telah banyak memunculkan cara-cara baru untuk menarik nasabah tabungan.

Cara-cara tersebut antara lain: hadiah atas tabungan, fasilitas asuransi atas tabungan, fasilitas kartu ATM, fasilitas kartu debit, dan sebagainya. Ditinjau dari segi keluwesan penarikan dana, simpanan dalam bentuk tabungan ini berada di tengah-tengah antara rekening giro dan deposito berjangka.

Tabungan dapat ditarik dengan cara-cara dan dalam waktu yang relatif lebih fleksibel dibandingkan dengan deposito berjangka. Namun, masih kalah fleksibel apabila dibandingkan dengan rekening giro. Sebagai konsekuensinya, besarnya bunga yang diberikan atas saldo tabungan ini pun berada di tengah-tengah antara rekening giro dan deposito berjangka

Menabung - Sumber gambar: medanbisnisdaily.com

Ditinjau dari sisi bank, penghimpunan dana melalui tabungan termasuk lebih murah daripada deposito berjangka, tetapi lebih mahal dibandingkan rekening giro.

Sumber Referensi:
Totok Budisantoso & Nuritomo. 2014. Bank dan Lembaga Keuangan Lain: Edisi 3. Jakarta: Salemba Empat.

Sumber Penghimpunan Dana Bank: Deposito Berjangka

By With No comments:
Deposito Berjangka adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu sesuai tanggal yang diperjanjikan antara deposan dan bank.

Mengingat simpanan ini hanya dapat dicairkan pada saat jatuh tempo oleh pihak yang namanya tercantum dalam bilyet deposito sesuai tanggal jatuh temponya, maka deposito berjangka ini merupakan simpanan atas nama dan bukan atas unjuk.

Apabila deposan menghendaki agar deposito berjangkanya diperpanjang secara otomatis, maka pihak bank dapat memberikan fasilitas perpanjangan otomatis (automatic roll-over – ARO) atas deposito berjangka tersebut.

Bunga Deposito Berjangka
Bunga atas deposito berjangka ini dapat ditarik tunai setiap jangka waktu tertentu ataupun ditransfer ke suatu rekening deposan. Untuk kemudahan, nasabah biasanya juga membuka rekening tabungan untuk menampung bunga atas deposito tersebut, serta juga untuk menampung dana deposito yang telah jatuh tempo dan tidak diperpanjang lagi.

Bank-bank tertentu juga memberikan fasilitas agar bunga deposito yang tidak ditarik oleh pemiliknya dapat ditambahkan dalam simpanan pokok deposito, sehingga nilai deposito berjangkanya bertambah besar.

Pada dasarnya sebelum jatuh tempo, simpanan ini tidak dapat ditarik. Namun, apabila deposan tetap menginginkan penarikan sebelum jatuh tempo, maka biasanya bank mengenakan denda atau biaya administrasi atas penarikan tersebut.

Sumber gambar: www.bi.go.id

Kelebihan Deposito Berjangka
Kelebihan dana deposito ini bagi bank adalah bank mempunyai kepastian tentang kapan dana itu akan ditarik sehingga pihak bank dapat mengantisipasi kapan harus menyediakan dana dalam jumlah tertentu. Kelebihan ini tidak dimiliki oleh simpanan dalam bentuk rekening giro dan tabungan.

Sebagai konsekuansi dari kelebihan tersebut, maka bank harus membayar dana ini dengan tingkat bunga yang relatif lebih besar dibandingkan dengan simpanan dalam bentuk lain. Dengan kata lain, simpanan dalam bentuk deposito berjangka tidak bisa disebut sebagai sumber penghimpunan dana bagi bank yang murah.

Di sisi deposan, nasabah cenderung lebih menyukai menyimpan kelebihan danaya dalam bentuk deposito berjangka sesuai jangka waktu yang diinginkan karena simpanan ini menawarkan tingkat bunga yang relatif tinggi.

Sumber Referensi:
Totok Budisantoso & Nuritomo. 2014. Bank dan Lembaga Keuangan Lain: Edisi 3. Jakarta: Salemba Empat.

Monday, September 28, 2015

Sumber Penghimpunan Dana Bank: Rekening Giro

By With No comments:
Rekening Giro (checking account) merupakan salah satu cara penghimpunan dana bank yang berasal dari deposan. Rekening Giro adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menerbitkan cek untuk penarikan tunai atau bilyet giro untuk pemindahbukuan, sedangkan cek dan bilyet giro tersebut oleh pemiliknya dapat digunakan sebagai alat pembayaran.

Untuk keperluan itu, pemegang rekening giro memperoleh buku cek dan bilyet giro. Karena sifat penarikannya yang dapat dilakukan setiap saat tersebut, maka sumber dana dari rekening giro ini merupakan sumber dana jangka pendek yang jumlahnya relatif lebih dinamis atau berfluktuasi dari waktu ke waktu.

Bagi nasabah pemegang rekening giro, sifat penarikan tersebut sangat membantu dalam membiayai kegiatan nasabah secara lebih efisien. Nasabah dapat melakukan pembayaran sewaktu-sewaktu tanpa harus berisiko menggunakan uang tunai dalam jumlah besar, tanpa harus datang langsung ke bank, dan tanpa harus menunggu suatu tanggal jatuh tempo tertentu.

Cek merupakan perintah takbersyarat kepada bank untuk membayar sejumlah uang tertentu pada saat penyerahannya atas beban rekening penarik cek. Cek dapat ditarik atau diterbitkan oleh pemegang rekening giro (giran) atas unjuk atau atas nama dan tidak dapat dibatalkan oleh penarik, kecuali cek tersebut dinyatakan hilang atau dicuri dengan bukti dari kepolisian. Jangka waktu pengunjukan agar mendapat pembayaran dari bank atas cek tersebut adalah selama 70 hari sejak tanggal penarikannya.

Sumber gambar: bi.go.ig
Bilyet giro pada dasarnya merupakan perintah kepada bank untuk memindahbukukan sejumlah uang tertentu atas beban rekening penarik pada tanggal tertentu kepada pihak yang tercantum dalam bilyet giro tersebut dan bilyet giro dapat dibatalkan secara sepihak oleh penarik disertai alasan pembatalan.

Sumber gambar: bi.go.id
Perbedaan antara cek dan bilyet giro adalah sebagai berikut:
No
Perbedaan
Cek
Bilyet Giro
1
Jenis perintah penarikan
Cash (tunai)
Pemindahbukuan
2
Pembatalan
Tidak dapat dibatalkan
Dapat dibatalkan sepihak

Jasa giro merupakan suatu imbalan yang diberikan oleh bank kepada giran atas sejumlah saldo gironya yang mengendap di bank. Jasa giro ini relatif  lebih kecil apabila dibandingkan dengan simpanan dalam bentuk tabungan dan deposito berjangka karena memang tujuan nasabah yang memegang rekening giro bukan untuk memeproleh imbalan semacam bunga simpanan tersebut, melainkan untuk memperoleh berbagai fasilitas yang dimiliki oelh rekening giro.

Fasilitas ini adalah adanya alat pembayaran yang efisien berupa cek dan bilyet giro serta penarikan yang dapat dilakukan sewaktu-waktu. Oleh karena itu, giran umumnya adalah pengusaha atau pihak yang memiliki kegiatan yang membutuhkan alat pembayaran dalam bentuk cek dan bilyet giro.

Apabila dipandang dari sudut pandang bank, dana yang berasal dari rekening giro ini merupakan dana murah, dalam pengertian bank harus memberikan jasa giro yang relatif lebih rendah dibandingkan bunga simpanan dalam bentuk tabungan dan deposito berjangka.

Sumber Referensi:
Totok Budisantoso & Nuritomo. 2014. Bank dan Lembaga Keuangan Lain: Edisi 3. Jakarta: Salemba Empat.

Sunday, September 27, 2015

Hubungan antara Strategi, Tujuan dan Metode Pembelajaran

By With No comments:
Setelah tujuan pembelajaran dirumuskan, materi telah disusun sedemikian rupa dan karakteristik awal peserta didik diketahui, maka kegiatan guru selanjutnya adalah menentukan strategi pembelajaran yang perlu dipilih dan digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut.

Pemilihan strategi pembelajaran yang tepat sangatlah penting. Artinya, bagaimana guru dapat memilih kegiatan pembelajaran yang paling efektif dan efisien untuk mencapai pengalaman belajar yang baik, yaitu yang dapat memberikan fasilitas kepada peserta didik mencapai tujuan pembelajaran.

Namun, perlu diingat bahwa tidak satu pun strategi pembelajaran yang paling sesuai untuk semua situasi dan kondisi yang berbeda, walaupun tujuan pembelajaran yang ingin dicapai sama. Artinya dibutuhkan kreativitas dan keterampilan guru dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajaran, yaitu yang disusun berdasarkan karakteristik peserta didik dan sesuai kondisi yang diharapkannya.

Teach - Sumber Gambar: ecd.clark.edu
Strategi pembelajaran yang akan dipilih dan digunakan oleh guru bertitik tolak dari tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan di awal. Agar diperoleh tahapan kegiatan pembelajaran yang berdaya dan berhasil guna, maka guru harus mampu menentukan strategi pembelajaran apa yang akan digunakan.

Strategi Pembelajaran pada dasarnya adalah suatu rencana untuk mencapai Tujuan Pembelajaran. Terdiri dari Metode, teknik dan prosedur yang mampu menjamin peserta didik benar-benar akan dapat mencapai tujuan akhir kegiatan pembelajaran.

Berdasarkan uraian tersebut di atas, dapat dikatakan bahwa Strategi Pembelajaran merupakan suatu rencana untuk mencapai Tujuan Pembelajaran. Sedangkan Metode Pembelajaran adalah bagian dari Strategi Pembelajaran.

Sumber:
Hamzah B. Uno & Nurdin Mohamad. 2015. Belajar dengan Pendekatan PAILKEM: Pembelajaran Aktif, Inovatif, Lingkungan, Kreatif, Efektif, Menarik. Jakarta: Bumi Aksara.

Popular Posts