Wednesday, September 6, 2017

Contoh Soal OSN Ekonomi SMA tingkat Kabupaten/Kota dan Pembahasannya Bagian 8

By With No comments:
Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas beberapa soal OSN Ekonomi SMA tahun 2010 tentang materi Permintaan dan Penawaran. Di artikel bagian 8 ini kita akan membahas soal OSN Ekonomi SMA tahun 2015 yang berkaitan dengan materi fungsi produksi.

Kami mengambil soal OSN Ekonomi SMA tahun 2015 tepatnya pada nomor 13. Adapun soal yang akan kita bahas adalah sebagai berikut:

Soal
Penerimaan total bu Susi sebagai seorang produsen kue ditunjukkan oleh persamaan TR = 2.000Q - 8Q2 dan biaya total ditunjukkan oleh persamaan TC = 10.000 + 400Q, maka perusahaan bu Susi akan memperoleh …
A. laba maksimum 75.000
B. rugi minimum 70.000
C. laba maksimum 70.000
D. rugi minimum 150.000
E. labamaksimum 150.000

Pembahasan
Diketahui:
TR = 2.000Q - 8Q2
TC = 10.000 + 400Q

Ditanya:
Laba/Rugi Maksimum/Minimum?

Jawab:
Yang perlu kita perhatikan adalah pilihan jawaban yang disediakan, apakah laba/rugi? Dan ada keterangan maksimum/minimum. Ketika kita mengetahui maksimum/minimum maka syarat yang harus dipenuhi adalah MR = MC.

Ketika MR = MC maka sebuah perusahaan akan memperoleh dua kemungkinan, yaitu jika perusahaan mendapatkan keuntungan maka keuntungan tersebut adalah keuntungan maksimum, tetapi sebaliknya apabila perusahaan mengalami kerugian maka kerugian tersebut adalah kerugian minimum.

MR dapat kita peroleh dari turunan pertama fungsi Total Revenue (TR), sedangkan MC kita peroleh dari turunan pertama Total Cost (TC). Sehingga kita akan memperoleh nilai MR dan MC.

MR = 2.000 – 16Q
MC = 400

MR = MC
2.000 – 16Q = 400
16Q = 1.600
Q = 100

Setelah nilai Q atau jumlah produk yang dihasilkan diketahui, yaitu 100 unit, kita masukkan nilai Q tersebut ke dalam persamaan TR dan TC seperti berikut ini:

TR = 2.000Q - 8Q2
TR = (2.000 x 100) – 8 x (100)2
TR = 200.000 – 80.000
TR = 120.000

TC = 10.000 + 400Q
TC = 10.000 + (400 x 100)
TC = 10.000 + 40.000
TC = 50.000

Langkah selanjutnya setelah nilai TR dan TC diketahui adalah menghitung selisih TR dan TC untuk mengetahui apakah Bu Susi mengalami laba atau rugi.

Laba/Rugi = TR – TC
Laba/Rugi = 120.000 – 50.000 = 70.000

Karena nilainya positif, maka Bu Susi akan mendapatkan keuntungan maksimum 70.000, sehingga jawaban yang tepat untuk soal di atas adalah laba maksimum 70.000 (C).

Demikian sekilas pembahasan soal OSN Ekonomi tahun 2015 khususnya pada materi fungsi produksi. Semoga artikel ini bisa bermanfaat. Tunggu artikel-artikel kami selanjutnya. Salam pendidikanekonomi.com.

Sunday, August 27, 2017

Contoh Soal OSN Ekonomi SMA tingkat Kabupaten/Kota dan Pembahasannya Bagian 7

By With No comments:
Pada artikel bagian 7 ini pendidikanekonomi.com akan membahas beberapa contoh soal OSN Ekonomi SMA dalam Bahasa Inggris, seperti halnya pada artikel bagian 6 yang lalu. Beberapa contoh soal tersebut kami ambilkan dari “Soal Seleksi Olimpiade Sains Tingkat Kabupaten/Kota 2010 Bidang Ekonomi”.

Kami akan mengambil 2 soal yang berkaitan dengan materi Permintaan dan Penawaran. Kami akan membahas satu per satu, tiap satu soal langsung diikuti dengan pembahasannya. Adapun 2 soal tersebut adalah sebagai berikut:

Soal Pertama

Pembahasan
Pertanyaan pertama tersebut di atas membahas tentang kurva permintaan, lebih jelas lagi tentang pergeseran kurva permintaan. Inti pertanyaan di atas adalah apa yang menyebabkan peningkatan harga dari P0 ke P1?

Kata kunci dari soal di atas terletak pada pergeseran kurva permintaan dari D1 ke D2 (bergeser ke kanan) yang pada akhirnya menyebabkan harga meningkat dari P0 ke P1. Kita tahu bahwa pergeseran kurva permintaan disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah 1) Pendapatan, 2) Harga barang terkait, 3) Selera, 4) Ekspektasi, dan 5) Jumlah Pembeli.

Dari beberapa faktor tersebut yang masuk dalam pilihan jawaban adalah pendapatan (consumer income). Jika pendapatan konsumen meningkat (cetertis paribus) maka akan menyebabkan kurva permintaan bergeser ke kanan. Dengan demikian, jawaban dari soal di atas adalah (B) Increasing in Consumer’s Income (meningkatnya pendapatan konsumen).


Soal Kedua
The supply and demand of textile materials at Surabaya Show in the function below:
Qd = 180-20P
Qs = -20 + 5P
Based on those two functions, the equilibrium price of textile material in Surabaya is ....
A. 3
B. 5
C. 7
D. 8
E. 10

Pembahasan
Soal kedua berbicara mengenai fungsi permintaan dan penawaran. Inti soalnya adalah harga keseimbangan dari fungsi permintaan dan fungsi penawaran tersebut. Harga dilambangkan dengan huruf P, sehingga kita akan mencari besarnya nilai P dari persamaan/formula tersebut.

Seimbang berarti Qs = Qd; kemudian kita aplikasikan pada 2 formula di atas.
Qd = Qs
180 - 20P = -20 + 5P
25P = 200
P = 200/25 = 8
Sehingga jawaban dari soal di atas adalah (D) 8

Demikian pembahasan mengenai contoh Soal OSN Ekonomi SMA tingkat Kabupaten/Kota dan Pembahasannya Bagian 7. Semoga bisa bermanfaat, khususnya bagi siswa atau guru yang sedang membimbing siswa untuk persiapan olimpiade. Tunggu artikel pendidikanekonomi.com di bagian-bagian selanjutnya.

Monday, July 10, 2017

Definisi Pasar Keuangan

By With No comments:
Pasar keuangan bisa didefinisikan sebagai tempat bertemunya pihak yang mempunyai kelebihan dana (surplus dana) dengan pihak yang kekurangan dana (defisit dana). Di pasar keuangan tersebut akan terjadi transaksi, yaitu pihak defisit dana memperoleh dana dari pihak surplus dana.

Dengan kata lain, mobilisasi dana akan terjadi pada situasi tersebut. Meskipun ada dua pihak utama yang terlibat dalam pasar keuangan, untuk memfasilitasi aliran dana tersebut, banyak pihak yang terlibat, khususnya lembaga perantara (yang kemudian disebut sebagai lembaga perantara keuangan). Perantara keuangan muncul untuk membantu mengefektifkan aliran dana dari pihak surplus dana kepada pihak defisit dana.

Dalam pasar keuangan tersebut, aliran dana diperlancar dengan munculnya instrumen keuangan (sekuritas atau surat berharga). Instrumen keuangan pada dasarnya merupakan surat perjanjian yang melibatkan pihak surplus dengan pihak defisit dana, dalam kaitannya dengan aliran dana.

Perhatikan contoh sederhana berikut ini.
“Sigit dan Fuad adalah dua orang yang kebetulan berada pada satu sekolah. Keduanya tidak kenal satu sama lain, tetapi keduanya mengenal Claudia. Sigit baru saja menerima kiriman uang dari orang tuanya. Di lain pihak, Fuad sangat membutuhkan uang, karena kirimannya belum dating. Fuad memberitahu Claudia, kemudian Claudia memberitahu Sigit. Kemudian ketiganya bertemu di ruang kelas. Sigit bersedia memberi pinjaman kepada Fuad. Sigit mengeluarkan secarik kertas yang isinya mengatakan bahwa Sigit memberikan pinjaman Rp100.000,00 kepada Fuad, dan Fuad bersedia mengembalikan sejumlah Rp110.000,00 satu bulan berikutnya. Fuad memberi Rp2.000,00 kepada Claudia atas jasanya. Di kelas tersebut terjadi transaksi pinjaman”.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa di kelas tersebut terjadi pasar keuangan. Pasar keuangan tidak harus dibatasi pada gedung tertentu, di manapun bisa terjadi transaksi keuangan dan pasar keuangan. Claudia merupakan pihak penghubung, dalam hal ini menjadi broker (penghubung). Sigit merupakan pihak surplus dana, sedangkan Fuad merupakan pihak defisit dana. Surat perjanjian bisa dilihat sebagai instrumen keuangan.

Bagan berikut ini menunjukkan struktur pasar keuangan.
Bagan di atas menunjukkan struktur pasar keuangan. Gambar pertama menunjukkan struktur pasar keuangan tanpa perantara, sedangkan gambar kedua menunjukkan struktur pasar keuangan dengan menggunakan perantara keuangan. Ada tiga konsep yang terlibat dalam pasar keuangan: 1) pasar keuangan itu sendiri, 2) perantara (lembaga) keuangan dan 3) instrumen keuangan.

Sumber:
Hanafi, Mamduh M. 2015. Manajemen Keuangan: Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE.

Sunday, February 26, 2017

Contoh Soal OSN Ekonomi SMA tingkat Kabupaten/Kota dan Pembahasannya Bagian 6

By With No comments:
Pada artikel bagian 6 ini kita akan membahas beberapa contoh soal OSN Ekonomi SMA dalam Bahasa Inggris. Beberapa contoh soal tersebut kami ambilkan dari “Soal Seleksi Olimpiade Sains Tingkat Kabupaten/Kota 2016 Bidang Ekonomi”.

Kami langsung mengambil 4 soal pertama yang disajikan dalam Bahasa Inggris. Kami akan membahas satu per satu, tiap satu soal langsung diikuti dengan pembahasannya. Baik, empat soal yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Soal Pertama
Fundamental economic problems basically arise from …
A. The fact that society has more than it needs
B. Turmoil in the stock market
C. The unequal distribution of income
D. Our want exceed our scare resources
E. Differences of resources

Pembahasan
Pertanyaan pertama tersebut berkaitan dengan permasalahan pokok ekonomi. Ditanyakan dalam soal bahwa permasalahan pokok ekonomi muncul akibat …? Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah karena adanya kesenjangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas, namun alat pemuas kebutuhannya (sumber dayanya) yang terbatas. Sehingga jawaban yang tepat adalah pilihan (D) Our want exceed our scare resources.

Soal Kedua
In what kind of economy does the government make all decisions?
A. Mixed economy
B. Centrally planed
C. Socialist
D. Free enterprise
E. Traditional

Pembahasan
Soal kedua berbicara mengenai sistem perekonomian. Pertanyaan yang disampaikan adalah dalam sistem ekonomi apa, pemerintah membuat/menguasai semua keputusan/kebijakan? Jawabannya sudah jelas adalah sistem ekonomi komando, atau disebut juga (B) Centrally planed.

Soal Ketiga
What best describes the role of the government in a free market system?
A. Requires the companies to disclose information to consumers
B. Decide what companies will be formed and then allow the managers to run them
C. Allow the individual to operate their businesses in ways they think will maximize their profits
D. Control businesses activities
E. To make buyers more knowledgeable and safer

Pembahasan
Soal ketiga masih seputar sistem perekonomian seperti halnya pada soal kedua. Namun, dalam soal ketiga ini yang ditanyakan adalah wujud peran pemerintah dalam sistem perekonomian bebas/liberal. Jawabannya adalah membiarkan setiap individu mengelola usahanya, agar individu tersebut mampu memaksimalkan keuntungannya sendiri atau (C) Allow the individual to operate their businesses in ways they think will maximize their profits.

Soal Keempat
The negative slope of the production possibility curve illustrates that …
A. Some resources are always unemployed
B. When resources are fully employed, an economy can produce more of one thing only by producing less of something else
C. Opportunity cost are constant
D. Business can sell more when prices are low
E. We need to buy more things to get rich

Pembahasan
Soal keempat ini membahas tentang kurva kemungkinan produksi (production possibility curve). Production possibility curve merupakan “a graph that shows the combinations of output that the economy can possibly produce given the available factors of production and the available production technology” (Mankiw, 2012). 

Production possibility curve menunjukkan jumlah maksimum produksi yang dapat dicapai suatu perekonomian, dengan pengetahuan teknologi & jumlah input yang tersedia. Production possibility curve merupakan grafik yang memperlihatkan semua kombinasi barang dan jasa yang bisa diproduksi dengan memakai sumber daya masyarakat secara efisien.

Gambar 1. Production Possibility Curve
Salan satu ciri production possibility curve adalah slope-nya negatif. Slope negatif ini menunjukkan interaksi jumlah produksi 2 barang yang berbeda, yang berarti bahwa ketika produsen ingin menambah produksi barang A maka produsen tersebut harus mengurangi jumlah produksi barang B. Sehingga jawaban yang tepat untuk soal keempat ini adalah (B) When resources are fully employed, an economy can produce more of one thing only by producing less of something else.

Demikian pembahasan mengenai contoh Soal OSN Ekonomi SMA tingkat Kabupaten/Kota dan Pembahasannya Bagian 6. Tunggu artikel kami di bagian-bagian selanjutnya.

Monday, February 20, 2017

Contoh Soal OSN Ekonomi SMA tingkat Kabupaten/Kota dan Pembahasannya Bagian 5

By With No comments:
Pembahasan contoh soal OSN Ekonomi SMA kali ini berkaitan dengan garis anggaran atau (budget constraint). Adapun contoh soalnya kami ambilkan dari soal Seleksi Olimpiade Sains Tingkat Kabupaten/Kota 2014 Bidang Ekonomi.

Berikut contoh soalnya:
Dalam kasus berikuti ini akan terjadi pergeseran garis anggaran (untuk barang x dan barang Y) ke kanan atas tanpa adanya perubahan slope (kemiringan garis), yakni ....
a. harga X naik 10% dan Y turun 10%
b. harga X dan Y turun 10%
c. harga X dan Y naik 10 %, pendapatan nominal turun 5%
d. harga X dan Y turun 10%, pendapatan nominal turun 10%
e. harga X dan Y naik 10%, pendapatan nominal turun 10%
Jawaban:
Jawaban dari soal di atas adalah B (harga X dan Y turun 10%)

Pembahasannya adalah sebagai berikut:
Pertama, kita perlu mengetahui definisi garis anggaran. Artikel mengenai garis anggaran pernah kami bahas di sini. Dalam artikel tersebut yang dimaksud garis anggaran adalah “the limit on the consumption bundles that a consumer can afford” (Mankiw, 2012: 440). Apabila diterjemahkan, kurang lebih: Garis Anggaran adalah berbagai kemungkinan kombinasi konsumsi yang mampu diperoleh konsumen dengan pendapatannya.

Garis anggaran menggambarkan jumlah kombinasi 2 barang yang dapat dibeli oleh seseorang dengan sejumlah pendapatannya pada tingkat harga tertentu. Gambar garis anggaran adalah sebagai berikut:


Misalnya kita kaitkan gambar 1 di atas dengan contoh soal OSN yang kita bahas. Mie Ayam kita asumsikan dengan barang X, sedangkan Jus Alpukat adalah barang Y. Kita coba analisis satu per satu dari 5 pilihan jawaban yang tersedia.

1. Pilihan Jawaban (A) harga X naik 10% dan Y turun 10%
Apabila harga barang X naik 10% maka garis anggaran akan berotasi ke dalam pada sumbu Jml Mie Ayam, sedangkan ketika harga barang Y turun 10% maka garis anggaran akan berotasi ke luar pada sumbu Jus Alpukat. Sehingga dalam kondisi seperti ini akan terjadi perubahan slope (kemiringan) garis anggaran.

2. Pilihan Jawaban (B) harga X dan Y turun 10%
Ketika harga barang X dan Y sama-sama turun 10% maka garis anggaran akan bergeser ke kanan atas tanpa disertai perubahan slope (kemiringan). Kondisi seperti inilah yang dimaksud dalam soal (jawaban yang benar).

3. Pilihan Jawaban (C) harga X dan Y naik 10 %, pendapatan nominal turun 5%
Ketika harga barang X dan Y naik 10% garis anggaran akan bergeser ke kiri (bawah) ditambah lagi dengan penurunan pendapatan nominal yang turun 5%, sehingga garis anggaran akan bergeser ke kiri lagi.

4. Pilihan Jawaban (D) harga X dan Y turun 10%, pendapatan nominal turun 10%
Ketika harga barang X dan Y turun 10%, harusnya garis anggaran bergeser ke kanan tanpa mengubah slope, tapi karena diikuti dengan penurunan pendapatan nominal yang juga 10%, maka posisi garis anggaran tetap (tidak bergeser).

5. Pilihan Jawaban (E) harga X dan Y naik 10%, pendapatan nominal turun 10%
Pada kondisi ini kasusnya sama dengan pilihan jawaban (C) hanya saja karena pendapatannya turun lebih besar, yaitu 10% (pada pilihan C hanya 5%). Sehingga pergeseran garis anggaran lebih ke kiri (ke bawah).

Demikian pembahasan contoh soal seleksi OSN 2014 khususnya pada topik Garis Anggaran. Semoga bermanfaat.

Kelebihan dan Kekurangan Kuesioner Sebagai Alat Pengumpul Data Penelitian

By With No comments:
Kuesioner atau sering juga dikenal dengan istilah angket merupakan salah satu instrumen pengumpul data paling populer yang digunakan dalam penelitian pendidikan maupun sosial. Di dalam kuesioner terdapat beberapa pertanyaan atau pernyataan yang berhubungan erat dengan permasalahan penelitian yang hendak dipecahkan.

Kuesioner tersebut disusun sedemikian rupa lalu disebarkan kepada responden untuk memperoleh berbagai informasi di lapangan. Dalam penelitian kuantitatif, kuesioner merupakan instrumen yang paling sering digunakan, karena kuesioner mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan alat pengumpul data yang lain. Menurut Sukardi (2012) beberapa kelebihan kuesioner adalah sebagai berikut:
  1. Dapat mengungkapkan pendapat atau tanggapan seseorang baik secara individual maupun kelompok terhadap permasalahan
  2. Dapat disebarkan untuk responden yang berjumlah besar dengan waktu yang relatif singkat
  3. Tetap terjaganya objektivitas responden dari pengaruh luar terhadap satu permasalahan yang diteliti
  4. Tetap terjaganya kerahasiaan responden untuk menjawab sesuai dengan pendapat pribadi
  5. Karena diformat dalam bentuk surat, maka biaya lebih murah
  6. Penggunaan waktu yang relatif fleksibel sesuai dengan waktu yang telah diberikan peneliti
  7. Dapat menjaring informasi dalam skala luas dengan waktu yang cepat.
Disamping memiliki beberapa keunggulan tersebut, kuesioner juga mempunyai beberapa kelemahan yang jika tidak diperhatikan oleh peneliti dapat menyebabkan kegagalan dalam mencari informasi yang diperlukan. Menurut Sukardi (2012) beberapa kelemahan kuesioner tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Peneliti tidak dapat melihat reaksi responden ketika memberikan informasi melalui isian kuesioner
  2. Responden tidak memberikan jawaban dalam waktu yang telah ditentukan
  3. Responden memberikan jawaban secara asal-asalan
  4. Kembalinya kuesioner tergantung pada kesadaran responden dalam menjawab dan mengantar lewat kantor pos.
Lebih lanjut Sukardi (2012) menjelaskan bahwa untuk memperoleh tingkat pengembalian kuesioner yang tinggi, peneliti hendaknya merencanakan strategi yang tepat untuk meningkatkan pengembalian kuesioner. Cara meningkatkan tingkat pengembalian ini ada bermacam-macam, diantaranya termasuk:
  1. Mengatur pengiriman kembali segera setelah permohonan selesai dijawab sebelum waktu berakhir
  2. Menggunakan jasa asisten dalam mendistribusikan dan mengambil jawaban kuesioner
  3. Menggunakan kiat yang menarik dan menguntungkan bagi para responden yang telah mengembalikan kuesioner jawaban. Cara tersebut misalnya dengan memberikan hadiah atau cindera mata, atau dengan undian dan hadiah menarik untuk responden yang telah mengirimkan jawabannya.
Referensi:
Sukardi. 2012. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Thursday, February 16, 2017

Berbagai Tantangan Implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia

By With No comments:
Dalam implementasinya, manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) tidak lepas dari berbagai tantangan. Berikut dijelaskan beberapa tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan manajemen SDM:

1. Pemutusan Hubungan Kerja
Kebijakan pemutusan hubungan kerja atau PHK, disadari atau tidak, membawa pengaruh yang besar baik terhadap perusahaan dan terutama bagi karyawan. Bagi pihak karyawan, mendapatkan pekerjaan pengganti tentu tidak mudah terutama bila karyawan tersebut tidak memiliki keterampilan khusus.

Hal ini diperburuk dengan adanya kebijakan yang kurang adil, hingga kekecewaan karyawan dapat dilampiaskan dengan tindakan yang kurang terpuji yang pada akhirnya dapat merugikan kedua belah pihak. Di sisi lain, kebijakan yang dipandang kurang adil dapat memicu keresahan karyawan lain hingga iklim kerja dapat terganggu.

Dalam kondisi seperti ini, manajemen SDM dituntut untuk dapat memberikan win-win solution terhadap kepentingan karyawan dan perusahaan sekaligus meminimalisir dampak negatif apabila kebijakan PHK terpaksa diberlakukan.

2. Pemogokan
Selain PHK, aksi mogok kerja juga dapat mempengaruhi kebijakan pengambangan sumber daya manusia. Adanya mogok kerja menunjukkan bahwa system yang ada dalam perusahaan kurang berfungsi dengan baik.

Manajemen SDM melalui departemen SDM dihadapkan pada tantangan untuk dapat mengelola konflik tersebut, mencegah, atau menyelesaikan pemogokan agar tidak mempengaruhi kinerja karyawan atau departemen lain dalam perusahaan.

3. Pertumbuhan Angkatan Kerja
Lajunya pertumbuhan penduduk membawa dampak yang luar biasa terhadap penyediaan lapangan kerja. Semakin tinggi angkatan kerja, maka tugas pengembangan sumber daya manusia menjadi penting untuk dilaksanakan.

Manajemen SDM diharapkan mampu mempersiapkan, mengoptimalkan dan mempertahankan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional untuk menjalankan aktivitas perusahaan.

4. Produktivitas Tenaga Kerja
Salah satu fungsi utama dari pengembangan SDM adalah untuk meningkatkan produktivitas SDM tersebut bagi perusahaan. Berkaitan dengan hal tersebut, departemen SDM bertanggung jawab mengadakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas SDM seperti pelatihan dan pendidikan.

5. Daya Saing Kualitas Produk dan Harga Jual
Selain kualitas SDM yang unggul, dalam proses produksi juga memerlukan skill dan ketelitian dalam menghasilkan produk, sehingga akan menghasilkan produk yang berkualitas. Akan tetapi, dalam dunia bisnis, suatu produk tidak aka nada artinya tanpa adanya permintaan dari konsumen. Dalam hal inilah manajemen SDM diharapkan dapat memberikan kebijakan yang mampu mendorong para karyawan untuk menghasilkan produk yang berdaya saing sekaligus berkualitas.

6. Perdagangan Bebas ASEAN dan ASIA
Munculnya kebijakan global yang memberlakukan system perdagangan bebas tingkat dunia, menjadi permasalahan tersendiri. Hal tersebut sangat beralasan karena secara kualitas sumber daya manusia belum mampu menghadapi persaingan perdagangan bebas.

Oleh karena itu, adanya perdagangan bebas sesama anggota ASEAN dan wilayah ASIA menjadi tantangan tersendiri dalam rangka mempersiapkan diri untuk bersaing di kancah global. Melalui manajemen SDM, perusahaan diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut dengan semakin meningkatkan kualitas SDM-nya agar mampu menjawab tantangan perdagangan bebas baik di tingkat ASIA maupun dunia.

7. Kualitas Manajemen
Pada dasarnya, majunya sumber daya manusia dalam suatu organisasi atau perusahaan tergantung pada system atau manajemen yang digunakan. Artinya semakin tinggi kualitas manajemen yang digunakan dalam mengelola sumber daya manusia, semakin besar pula peluang keberhasilan dalam mengembangkan SDM.

Sumber:
Baedhowi. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia. Semarang: Pelita Insani.

Monday, January 30, 2017

Program Peningkatan Mutu SDM dalam Organisasi

By With No comments:
Munculnya kompleksitas permasalahan yang menyeruak di berbagai lini, membutuhkan terapi atau pendekatan dalam menyelesaikan problematika tersebut. Beberapa gagasan atau program peningkatan mutu sumber saya manusia adalah sebagai berikut:

1. Desentralisasi
Munculnya tren baru dalam pengelolaan organisasi adalah dengan mengubah pola kepemimpinan sentralisasi menjadi desentralisasi. Dengan desentralisasi, semua elemen, terutama karyawan mempunyai kewenangan atau andil dalam setiap kebijakan yang berlaku di organisasi.

Pola ini memberikan tanggung jawab yang besar terhadap karyawan untuk bersama-sama membangun organisasi atau perusahaan agar semakin berkembang dan maju. Dengan demikian, semua elemen yang ada di perusahaan mempunyai tanggung jawab yang sama, sesuai dengan kapasitas masing-masing.

2. Organisasi tanpa Batas
Upaya lain dalam menumbuhkembangkan kualitas sumber daya manusia adalah dengan megembangkan system/struktur organisasi tanpa batas. Dengan berorganisasi, masyarakat dapat menempa potensi diri mereka masing-masing dalam organisasi, melalui peningkatan kreativitas dan inovasi. Oleh sebab itu, dengan merebaknya organisasi, menjadikan indikasi bahwa kualitas sumber daya manusia Indonesia semakin matang.

3. Perencanaan Strategik
Untuk membangun dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia diperlukan perencanaan yang matang dan taktis, sehingga perkembangan kualitas dapat dipantau dengan baik. Perencanaan strategik ini mengedepankan bagaimana peningkatan mutu sumber daya manusia dibentuk dalam sebuah kurikulum, sehingga instrumen-instrumen yang dibutuhkan dalam pengembangan potensi diri, indikator-indikator keberhasilan perkembangan serta alat evaluasi dapat tersedia dengan baik.

4. Orientasi Visi/Misi
Manusia hidup di dunia pasti mempunyai tujuan hidup. Untuk dapat memenuhi tujuan tersebut, dibutuhkan visi dan misi. Demikian juga dalam organisasi, untuk dapat mengembangkan mutu sumber daya manusia yang ada dalam organisasi, diperlukan visi dan misi organisasi yang dijadikan landasan dalam mencapai tujuan. Dengan mengacu pada visi dan misi, seorang karyawan dapat termotivasi untuk dapat meningkatkan kapabilitas dan profesionalitasnya dalam mencapai tujuan.

5. Team Work
Berbagai cara/metode untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia tidak akan maksimal tanpa adanya kerjasama yang baik diantara karyawan, departemen dan manajemen. Lebih lanjut, semangat kerjasama tim/team work dapat mendorong para karyawan untuk belajar dari karyawan lain, sehingga dapat mendorong kemajuan bersama sekaligus lebih cepat menyelesaikan pekerjaan dan mengatasi persoalan.

Di samping itu, dengan kerja sama tim, setiap individu akan terpacu untuk menjadi yang terbaik, dan untuk menjadi yang terbaik tentunya dibutuhkan kemampuan dan keterampilan tersendiri. Oleh sebab itu, semangat sportivitas juga diperlukan dalam kerja tim ini, sehingga tujuan organisasi akan cepat tercapai.

6. Globalisasi
Derasnya arus globalisasi mensyaratkan manusia untuk menguasai teknologi, komunikasi dan informasi, karena dengan penguasaan tersebut manusia akan menjadi unggul di berbagai bidang. Terkait dengan pengembangan sumber daya manusia, maka menyongsong dan ikut andil dalam globalisasi adalah suatu keniscayaan, tentunya dibarengi dengan sumber daya manusia yang matang, yaitu mempunyai wawasan global, kapabel, dan profesional.

7. Good and Clean Government
Meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk menunjang peningkatan sumber daya manusia, akan tetapi tanpa didukung dengan pemerintahan yang baik dan bersih hasil yang dicapai tidak akan maksimal dan berkelanjutan. Oleh sebab itu, sinergi pihak-pihak terkait dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia ini harus ditingkatkan. Ibarat gayung bersambut, masyarakat susah payah menempa diri untuk meningkatkan kualitas hidupnya, selayaknya mendapatkan dukungan dari pemerintah yang dengan segala kekuasaannya dapat memberikan kemudahan dan mendorong guna terciptanya masyarakat Indonesia yang berkualitas.

Sumber:
Baedhowi. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia. Semarang: Pelita Insani.

Sunday, January 29, 2017

Arti Penting Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi

By With No comments:
Artikel kali ini akan membahas materi Manajemen Sumber Daya Manusia. Kami mengutip artikel ini dari buku Manajemen Sumber Daya Manusia yang ditulis oleh Prof. Dr. Baedhowi, M.Si. (Guru Besar Bidang Manajemen SDM di FKIP UNS).

Manajemen Sumber Daya Manusia memegang peran vital dalam sebuah organisasi, baik itu organisasi pemerintahan, industri, pendidikan, dan sebagainya. Apabila sumber daya manusia dalam organisasi dikelola dan dimanfaatkan dengan baik, maka organisasi tersebut akan mampu menjalankan roda organisasi secara maksimal.

Dengan kata lain, manajemen sumber daya manusia sangat berperan dalam meningkatkan keefektivan dan efisiensi sebuah organisasi dalam mencapai tujuannya. Secara garis besar, manajemen sumber daya manusia memberikan berbagai manfaat sebagai berikut:

1. Kualitas (Quality)
Fungsi utama manajemen SDM adalah menciptakan manusia yang berkualitas sesuai dengan kompetensi atau keahliannya. Oleh sebab itu, dengan adanya manajemen SDM diharapkan tenaga kerja akan mampu memberikan manfaat pada diri sendiri dan organisasinya.

Tenaga kerja yang berkualitas akan mampu menghasilkan produk yang berkualitas pula. Inilah salah satu manfaat manajemen SDM dalam organisasi.

2. Kecepatan (Speed)
Suatu pekerjaan yang ditangani oleh ahlinya akan mampu menghasilkan output yang sesuai dengan harapan. Demikian juga ketika tenaga professional dituntut untuk kerja cepat, tenaga kerja tersebut akan mampu melakukan pekerjaan dengan penuh ketelitian dan ketepatan, sehingga dalam jangka waktu yang relatif singkat, semua pekerjaan dapat diselesaikan secara profesional.

3. Biaya Kepemimpinan (Leadership Cost)
Manajemen SDM yang baik akan dapat menjadikan pemimpin memiliki kemampuan menjalankan kepemimpinannya dalam suatu organisasi dengan baik pula. Kepemimpinan yang efektif sangat berpengaruh terhadap kebutuhan biaya dalam organisasi. Banyaknya biaya yang dikeluarkan oleh suatu organisasi dapat dilihat dari keefektivan kepemimpinan dalam menjalankan aktivitas organisasi.

Efisiensi penggunaan anggaran yang diperlukan dalam suatu kepemimpinan sangat dipengaruhi oleh keefektivan seorang pemimpin dalam mengelola organisasinya. Dengan kata lain, pemimpin yang memiliki kemampuan manajemen SDM yang baik berdampak pada leadership cost yang lebih efisien.

4. Kemampuan Belajar dalam Beradaptasi (Adaptive Learning Ability)
Adanya pluralisme sumber daya manusia dalam suatu organisasi membutuhkan system komunikasi yang baik antar pihak manajemen dengan karyawan maupun sesama karyawan. Oleh sebab itu, untuk dapat mewujudkan sinkronitas tujuan antara pihak manajemen dengan karyawan tersebut, diperlukan manajemen sumber daya manusia.

Dengan adanya manajemen SDM ini, diharapkan masing-masing elemen mengetahui peran dan fungsinya, sehingga dapat mempermudah organisasi untuk mencapai tujuannya. Artinya, keberhasilan sebuah organisasi dapat dilihar dari sejauhmana kemampuannya dalam mengakomodir sumber daya manusia yang ada untuk belajar beradaptasi dengan dunia sekitarnya.

Sumber: 
Baedhowi. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia. Semarang: Pelita Insani.

Thursday, January 26, 2017

Pengertian Pembangunan Ekonomi Daerah

By With No comments:
Pada kesempatan ini, kami akan coba membahas pengertian pembangunan ekonomi daerah. Namun, sebelum kita membahas lebih jauh tentang pengertian pembangunan ekonomi daerah, ada baiknya jika kita membahas tentang pengertian daerah.

Menurut Arsyad (2010: 373) dari tinjauan aspek ekonomi, daerah mempunyai 3 definisi, yaitu:

1. Suatu daerah dianggap sebagai ruang dimana kegiatan ekonomi terjadi dan di dalam berbagai pelosok ruang tersebut terdapat sifat-sifat yang sama. Kesamaan sifat-sifat tersebut antara lain tercermin dari segi pendapatan per kapitanya, sosial-budayanya, geografisnya, dan lain sebagainya. Daerah dalam definisi seperti ini disebut dengan daerah homogen.

2. Suatu daerah dianggap sebagai suatu “ruang ekonomi” yang dikuasai oleh satu atau beberapa pusat kegiatan ekonomi. Daerah dalam definisi seperti ini disebut dengan daerah nodal.

3. Suatu daerah adalah suatu “ruang ekonomi” yang berada di bawah satu administrasi tertentu, seperti satu provinsi, kabupaten, kecamatan, dan sebagainya. Jadi, daerah disini didasarkan atas pembagian administratif suatu negara. Daerah dalam definisi seperti ini disebut dengan daerah perencanaan atau daerah administrasi.

Setelah kita mengetahui definisi daerah menurut Arsyad tadi, sekarang kita akan membahas pengertian pembangunan ekonomi daerah. Pengertian pembangunan ekonomi daerah ini kami kutip juga dari bukunya Lincolin Arsyad yang berjudul “Ekonomi Pembangunan”.

Menurut Arsyad (2010: 374) pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses dimana pemerintah daerah dan masyarakatnya mengelola setiap sumber daya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah daerah dengan sector swasta untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi (pertumbuhan ekonomi) dalam wilayah tersebut.

Masalah pokok dalam pembangunan daerah terletak pada penekanannya terhadap kebijakan-kebijakan pembangunan yang didasarkan pada ciri khas (unique value) dari daerah yang bersangkutan (endogenous development) dengan menggunakan potensi sumber daya manusia, kelembagaan, dan sumber daya fisik secara lokal (daerah). Orientasi ini mengarahkan kita kepada pengambilan inisiatif-inisiatif yang berasal dari daerah tersebut dalam proses pembangunan untuk menciptakan kesempatan kerja baru dan merangsang peningkatan kegiatan ekonomi.

Pembangunan Ekonomi Daerah adalah suatu proses, yaitu suatu proses yang mencakup pembentukan institusi-institusi baru, pembangunan industri-industri alternatif, perbaikan kapasitas tenaga kerja yang ada untuk menghasilkan produk dan jasa yang lebih baik, identifikasi pasar-pasar, alih ilmu pengetahuan, dan pembangunan perusahaan-perusahaan baru.

Setiap upaya pembangunan ekonomi daerah mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan jumlah dan jenis peluang kerja untuk masyarakat daerah. Dalam upaya untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah daerah dan masyarakatnya harus secara bersama-sama mengambil inisiatif pembangunan daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah (beserta partisipasi masyarakatnya dan dengan menggunakan setiap sumber daya yang ada) harus mampu menaksir potensi setiap seumber daya yang diperlukan untuk merancang dan membangun perekonomian daerah.

Sumber Referensi:
Arsyad, Lincolin. 2010. Ekonomi Pembangunan: Edisi Ke-5. Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan STIM YKPN.