Pin It

Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam - Perekonomian di Masa Khulafaurrasyidin

Posted by Budi Wahyono on Saturday, September 29, 2012

Abu Bakar As-Shidiq (537 – 634 M)
Abu Bakar As-Shidiq banyak menemui permasalahan dalam pengumpulan zakat, sebab pada masa itu muncul orang-orang yang enggan membayar zakat. Abu Bakar As-Shidiq membangun kembali Baitul Maal dan meneruskan sistem penditribusian harta untuk rakyat. Beliau juga mempelopori sistem penggajian bagi aparat negara, misalnya untuk khalifah sendiri digaji amat sedikit, yaitu 2,5 atau 2,75 dirham per hari. Tunjangan tersebut kurang mencukupi kemudian dinaikkan menjadi 2000 atau 2500 dirham, pada riwayat lain 6000 dirham per tahun.

Umar bin Khattab (584 – 644 M)
Umar bin Khattab mengambil langkah-langkah besar dalam pengembangan sektor pertanian, karena beliau menyadari pentingnya pertanian bagi perekonomian negara. Pada masa ini hukum perdagangan mengalami penyempurnaan, Umar mengurangi beban pajak terhadap beberapa barang, pajak perdagangan nabati dan kurma Syria sebesar 50%. Umar membangun Baitul Maal yang regular dan permanen di ibu kota, kemudian dibangun cabang-cabang di ibu kota propinsi.

Umar mendirikan Diwan Islam yang pertama, yang disebut al-Diwan. Al-Diwan adalah sebuah kantor yang ditujukan untuk membayar tunjangan-tunjangan angkatan perang dan pension serta tunjangan lainnya dalam basis yang regular dan tepat. Umar juga membentuk sebuah komite untuk membuat laporan sensus penduduk Madinah sesuai dengan tingkat kepentingan dan kelasnya.

Usman bin Affan (577 – 656 M)
Usman membangun saluran air dan jalan-jalan dalam rangka pengembangan sumber daya alam, mengingat semakin luasnya wilayah negara Islam. Kemudian Usman juga memperkenalkan kebiasaan membagikan makanan di masjid untuk orang-orang menderita, pengembara dan orang miskin. Usman membentuk organisasi kepolisian secara permanen untuk mengamankan jalur perdagangan. Selain itu, dibentuk pula armada laut kaum Muslimin.

Ali Bin Abi Thalib (600 – 661 M)
Ali adalah orang yang sangat sederhana. Beliau secara sukarela menarik diri dari daftar penerima bantuan baitul maal, bahkan memberikan 5000 dirham setiap tahunnya. Beliau sangat ketat dan berhati-hati dalam menjalankan keuangan negara. Salah satu upayanya yang monumental adalah pencetakan mata uang sendiri atas nama pemerintahan Islam, di mana sebelumnya menggunakan uang dinar dari Romawi dan dirham dari Persia
More aboutSejarah Pemikiran Ekonomi Islam - Perekonomian di Masa Khulafaurrasyidin
Tulis Komentar:
Pin It

Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam - Perekonomian di Masa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam

Posted by Budi Wahyono on Thursday, September 27, 2012

Perekonomian pada masa Rasulullah ini adalah pada masa Madinah, sebab pada masa Makkah penuh dengan perjuangan untuk mempertahankan diri dari intimidasi kaum Quraisy. Karakter umum dari perekonomian ini adalah komitmennya yang tinggi terhadap etika dan norma, serta perhatiannya yang besar terhadap keadilan dan pemerataan kekayaan. Pasar menduduki peranan penting sebagai mekanisme ekonomi, tetapi pemerintah dan masyarakat juga bertindak aktif dalam mewujudkan kesejahteraan dan menegakkan keadilan.

Mata pencaharian mayoritas penduduk Madinah adalah berdagang. Kegiatan ekonomi pasar relatif menonjol, di mana untuk menjaga mekanisme pasar tetap berada dalam bingkai Islam Rasulullah mendirikan Al-Hisbah (institusi yang bertugas sebagai pengawas pasar). Rasulullah juga membentuk Baitul Maal, sebuah institusi yang bertindak sebagai pengelola keuangan negara. Secara garis besar sumber pemasukan negara pada masa itu dapat dilihat dalam table berikut:
More aboutSejarah Pemikiran Ekonomi Islam - Perekonomian di Masa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam
Tulis Komentar:
Pin It

Penggunaan Laporan Rugi-Laba dan Neraca dalam UMKM

Posted by Budi Wahyono on Wednesday, September 26, 2012

Neraca merupakan laporan yang menggambarkan posisi dan nilai aktiva (kekayaan) dan pasiva (utang dan modal) dari suatu usaha kecil pada suatu waktu. Laporan Rugi-Laba merupakan laporan yang menggambarkan hasil-hasil yang dicapai perusahaan selama periode tertentu. Laporan Rugi-Laba mencatat prestasi atau hasil-hasil selama suatu periode usaha, perubahan tersebut kemudian dipindahkan ke Neraca untuk menggambarkan kondisi kekayaan perusahaan. Bentuk dari Laporan Rugi-Laba yang dibuat tergantung dari jenis usaha kecil yang menggunakannya.

Contoh Laporan Rugi-Laba dari berbagai jenis usaha sebagai berikut:
More aboutPenggunaan Laporan Rugi-Laba dan Neraca dalam UMKM
Tulis Komentar:
Pin It

Pengertian dan Tujuan ISO 9000

Posted by Budi Wahyono

Banyak orang yang mengatakan bahwa ISO merupakan singkatan dari International Organization for Standardization, padahal ISO bukan merupakan singkatan. ISO berasal dari bahasa Yunani isos yang berarti sama. Penggunaan kata ISO agar mempermudah dalam penyebutan untuk International Organization for Standardization, berdasarkan pertimbangan beraneka ragamnya budaya dan bahasa dari negara-negara di seluruh dunia. Pengertian dari ISO sendiri adalah “organisasi internasional khusus dalam hal standarisasi” (M. N. Nasution, 2001: 218). Jadi ISO merupakan sebuah organisasi bertaraf internasional yang khusus bergerak dalam bidang standarisasi.

Seperti halnya organisasi lainnya, ISO juga mempunyai suatu tujuan. Adapaun tujuan ISO adalah “mengembangkan dan mempromosikan standar-standar untuk umum yang berlaku secara internasional” (M. N. Nasution, 2001: 218).

ISO mempunyai beberapa seri yang disesuaikan dengan bidang yang dikelola oleh suatu organisasi, dari beberapa seri ISO tersebut terdapat sebuah seri yang berkaitan dengan mutu. Seri ISO yang berkaitan dengan mutu tersebut adalah seri ISO 9000. Hal ini selaras dengan yang dikemukaan oleh M. N. Nasution (2001: 219) bahwa:
ISO 9000 merupakan suatu seri dari standar-standar internasional untuk sistem kualitas, yang menspesifikasikan persyaratan-persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan untuk penilaian dari suatu sistem manajemen dengan tujuan untuk menjamin bahwa pemasok (perusahaan) akan menyerahkan barang dan / atau jasa yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
More aboutPengertian dan Tujuan ISO 9000
Tulis Komentar:
Pin It

Neraca Pembayaran Internasional

Posted by Budi Wahyono on Tuesday, September 25, 2012

Neraca pembayaran internasional suatu negara adalah suatu catatan sistematis mengenai semua transaksi ekonomi antar penduduk suatu negara dengan negara-negara lainnya selama jangka waktu tertentu (pada umunya periode atau jangka waktu yang digunakan adalah satu tahun). Neraca pembayaran internasional berfungsi: 1) Sebagai gambaran bagi pengambil keputusan, guna membantu mereka dalam membuat keputusan mengenai kebijakan moneter, fiskal, perdagangan, dsb. 2) Sebagai suatu barometer hubungan ekonomi luar negeri suatu negara yang dapat dijadikan salah satu bahan pertimbangan bagi pengusaha dalam mengambil kebijakan di bidang usahanya. 3) Memberikan gambaran hubungan ekonomi luar negeri negara tersebut dengan negara lainnya.

Kelanjutan materi ini dapat dilihat dalam tampilan slide ppt berikut ini:
More aboutNeraca Pembayaran Internasional
Tulis Komentar:
Pin It

Teori Perilaku Konsumen

Posted by Budi Wahyono on Monday, September 24, 2012

Pengertian dan asumsi-asumsi utama dalam Teori Perilaku Konsumen: 

1) Barang (Commodities) 
Adalah benda dan jasa yang dikonsumsi untuk memperoleh manfaat atau kegunaan. Barang yang dikonsumsimempunyai sifat makin banyak dikonsumsi makin besar manfaat yang diperoleh.

2) Utilitas (Utility) 
Adalah manfaat yang diperoleh karena mengonsumsi barang. Utilitas merupakan ukuran manfaat suatu barang dibanding dengan alternatif penggunaannya dan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan oleh konsumen.

3) Hukum Pertambahan Manfaat yang Makin Menurun (The Law of Diminishing Marginal Utility) 
Pada awalnya penambahan konsumsi suatu barang akan memberi tambahan utilitas yang besar, tetapi makin lama pertambahan itu bukan saja makin menurun, bahkan menjadi negatif. Gejala itu disebut sebagai Hukum Pertambahan Manfaat yang Makin Menurun (The Law of Diminishing Marginal Utility).

4) Konsistensi Preferensi (Transitivity)
Konsep preferensi berkaitan dengan kemampuan konsumen menyusun prioritas pilihan agar dapat mengambil keputusan. Minimal ada dua sikap yang berkaitan dengan preferensi konsumen, yaitu lebih suka dan atau sama-sama disukai. Misalnya ada dua barang, maka konsumen mengatakan X lebih disukai daripada Y (X > Y) atau X sama-sama disukai seperti Y (X = Y). Tanpa sikap ini perilaku konsumen sulit dianalisis.

Kelanjutan pembahasan ini kami tampilkan dalam cuplikan slide di bawa ini:
 

Ingin mendapatkan softfile ppt materi ini?? Silakan kirim permintaan ke iro.maruto@gmail.com (FREE!!)

More aboutTeori Perilaku Konsumen
Tulis Komentar: