Review Jurnal "Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia Pengelola Koperasi Terhadap Perkembangan Koperasi Unit Desa di Kabupaten Nias"

Posted by Budi Wahyono on Saturday, August 18, 2012

Judul Jurnal:
Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia Pengelola Koperasi Terhadap Perkembangan Koperasi Unit Desa di Kabupaten Nias
Abstract
The study on the development of cooperation is done not only in Indonesia but also other developing countries in the world. For example which is carried out by Pollnac, it discussed about the various disadvantages and advantages of cooperation in countries such as Africa, Asia, and South America. There are still a lot of problems on how the cooperation that is the supporting economy part of a country can face low tide, that all of these are influenced by a lot of factors such as human resources, political will of a country, unbalanced economy sector, etc. These were the reason why the study was carried out. In this research, all the problems connecting with the development of the cooperation concerned with the development of the Nias district was part of the study that was carried out in this research. As the problems that are put forward, that is, how far is the influence of the human resource quality in maintaining the cooperation towards the development of Village Cooperation Unit in Nias district. The research carried out, proved that some interesting things are worth studied further. Such as there are some discoveries on factors significantly proven as a factor from the development of Village Cooperation Unit and they are: theoretically these research discoveries strengthen the support on the power of the government’s role in determining the development of the cooperation, especially the Village Cooperation Unit. These discoveries, overall, gives a conclusion that the conditions that is expected by Mohammad Hatta which is, the cooperation can develop with its independence is far from reality and hope, because the quality of a human resources cooperation managing has an ability as a tool for catching chances that is provided by the government through various assistance and training programs.


Sumber Jurnal:
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/15381/1/stp-apr2006-%20(1).pdf

Analisis
Pendahuluan
Penelitian ini berbentuk eksplanasi atau penjelasan yang akan meneliti hubungan kausal antara kualitas sumber daya manusia pengelola koperasi dan perkembangan Koperasi Unit Desa di Kabupaten Nias.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Sejauhmana pengaruh kualitas sumber daya manusia pengelola koperasi terhadap perkembangan Koperasi Unit Desa di Kabupaten Nias.

Metode
Lokasi penelitian ini adalah di Kabupaten Nias, sedangkan populasinya dalam adalah seluruh institusi Koperasi Unit Desa (KUD) yang masih aktif di Kabupaten Nias. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui wawancara dengan instrumen kuesioner.

Analisis dalam penelitian ini didasarkan pada pengujian terhadap hubungan antara variabel kualitas sumber daya manusia terhadap variabel perkembangan koperasi yang dikontrol dengan variabel institusi pemerintah, institusi swasta, perusahaan pribadi dan dukungan anggota KUD. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi bivariat dan parsial dengan taraf signifikansi sebesar 0,05 atau pada tingkat kepercayaan 95%.

Hasil dan Pembahasan
Hasil analisis korelasi bivariat dan parsial dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.    Hasil analisis korelasi bivariat
Berdasarkan analisis korelasi bivariat terbukti ada tiga variabel yang secara signifikan memiliki hubungan yang positif dengan perkembangan koperasi unit desa, yaitu variabel kualitas sumber daya manusia, variabel dukungan pemerintah, variabel dukungan swasta.

2.    Hasil analisis korelasi parsial
Berdasarkan hasil analisis korelasi parsial, terbukti bahwa masing-masing variabel yang sebelumnya secara bivariat memiliki hubungan positif yang signifikan, setelah dikontrol oleh variabel lainnya derajat hubungan dan signifikansinya jauh berkurang. Artinya tidak ada satu variabel pun yang memiliki hubungan langsung dengan variabel perkembangan koperasi unit desa.

Dalam hal ini model hubungan teoretis yang telah diajukan sebelumnya yang menempatkan variabel kualitas sumber daya manusia pengelola sebagai variabel bebas dan variabel dukungan pemerintah, dukungan institusi swasta, dukungan perusahaan pribadi dan dukungan anggota sebagai variabel antara terhadap variabel perkembangan koperasi unit desa menjadi jelas atau terbukti. Namun, dari empat variabel antara, hanya dua variabel yang terbukti sebagai variabel antara, yakni dukungan pemerintah dan dukungan institusi swasta.

Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Variabel kualitas sumber daya manusia, dukungan pemerintah dan dukungan swasta memiliki hubungan positif dengan  perkembangan koperasi unit desa. 
  2. Varibel dukungan pemerintah dan dukungan institusi swasta terbukti menjadi variabel antara kualitas sumber daya manusia pengelola dengan perkembangan koperasi unit desa.

Critical Review
  1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan pemerintah memiliki hubungan positif terhadap perkembangan suatu koperasi. Apabila dukungan pemerintah kuat maka koperasi di Indonesia juga akan berkembang. Namun, realita di Indonesia sekarang bahwa dari 188.181 koperasi di Indonesia, sebanyak 25 persen atau 47.000 unit tidak aktif atau mati suri (Kompas, 17 April 2012). Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarifuddin Hasan mengatakan “Jangan salahkan anggotanya jika ada koperasi tidak aktif, tetapi salahkan pemerintah. Sudah menjadi tugas kita selaku pemerintah untuk mendampingi dan membina koperasi serta mempertahankannya agar tetap aktif.” Syarifuddin mengatakan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan tidak aktifnya koperasi di Indonesia adalah karena kurangnya dukungan dari pemerintah. Sehingga hendaknya pemerintah meningkatkan pemantauan, pembinaan, hingga pendampingan terhadap koperasi, termasuk fasilitasi akses pembiayaan. Selain pemerintah, sektor swasta juga berpengaruh terhadap perkembangan koperasi. Namun,belum tercipta kerja sama yang serasi antara sektor swasta dengan koperasi. 
  2. Berdasarkan hasil penelitian ini juga diketahui bahwa kualitas SDM pengelola koperasi berpengaruh positif terhadap perkembangan koperasi. Semakin tinggi kualitas SDM pengelola koperasi maka akan semakin perkembangan koperasi juga akan meningkat. Namun, lagi-lagi kenyataan di Indonesia kualitas SDM pengelola koperasinya masih tergolong rendah. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Perdagangan DKI Jakarta Ade Soeharsono mengakui saat ini kualitas SDM pengelola koperasi umumnya masih rendah. Apabila hal ini terus berkelanjutan di era globalisasi ini, bisa-bisa kondisi koperasi di Indonesia akan semakin terpuruk. Solusi dari masalah ini adalah dengan meningkatkan keahlian pengurus sesuai yang dibutuhkan, misalnya dengan meningkatkan keterampilan melalui pendidikan dan pelatihan.

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment