Saturday, August 4, 2012

Komentar Terhadap Artikel "The Significance of Behavioural Learning Theory to The Development of Effective Coaching Practice"

By
Aliran Behavioristik
Judul Artikel:
“The Significance of Behavioural Learning Theory to The Development of Effective Coaching Practice”
Abstract
This paper outlines the potential significance of behaviourism and its impact on developing effective coaching practice. Its purpose is threefold: firstly, it addresses the issues resonating from the critique of behaviourism, which focuses on its limited understanding and application within the coaching community. This is interesting given the fact that many coaches and coaching manuals use these techniques almost without realising their rootedness within the behaviourist tradition. Secondly, the argument is made that if behaviourism is to be used in an informed and ethical way then an in depth understanding of its theoretical underpinnings and application as a learning theory is essential. To this end the historical development, critique and adaptation of behaviourism is outlined in order to develop this understanding within the wider coaching community. Finally, the argument is put forward that only through adopting an integrated approach to coaching practice development can the coaching discipline move forward upon a sound theoretical base. The areas that will establish this theoretical base are also highlighted in the future research that needs to be undertaken.


Sumber Artikel :
http://business.brookes.ac.uk/research/areas/coaching-mentoring/ijebcm/documents/vol03issue1-paper-02.pdf

Komentar:
Artikel ini membahas tentang arti penting teori belajar behavioristik dalam mengembangkan praktik pembelajaran. Masalah yang diangkat dalam artikel ini adalah dari kritikan-kritikan yang dilontarkan kepada aliran behavioristik. Kritikan terhadap aliran behavioristik umumnya diarahkan pada pengingkaran terhadap potensi alami yang dimiliki manusia, karena menurut aliran behavioristik ini yang terpenting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon, sedangkan apa yang terjadi di antara stimulus dan respon dianggap tidak penting diperhatikan karena tidak bisa diamati. Apabila hal ini dikaitkan dengan di Indonesia, tidak jarang ada orang yang mengritik aliran behavioristik ini. Ada yang mengatakan kalau aliran behavioristik ini sudah kuno dan ketinggalan jaman serta tidak manusiawi karena tidak mementingkan proses yang dialami oleh peserta didik.

Meskipun begitu banyak kritikan terhadap aliran behavioristik (khususnya di Indonesia), tetapi seorang guru terkadang menggunakan aliran behavioristik ini dalam proses pembelajaran. Mungkin saja hal itu terjadi secara tidak disadari oleh guru yang bersangkutan bahwa apa yang telah dilakukannya termasuk dalam aliran behavioristik. Contohnya seperti dalam pelajaran bahasa Inggris dasar, siswa dituntun oleh guru untuk menghafal beberapa kosakata bahasa Inggris, yang dilihat oleh guru adalah respon siswa terhadap kosakata tersebut, apakah siswa sudah hafal atau belum. Contoh lain adalah dalam pembelajaran matematika, yaitu ketika ada pembelajaran mencongak. Hal ini jelas-jelas merupakan salah satu penerapan teori behavioristik, tetapi mungkin tidak disadari oleh guru yang bersangkutan.

Tanpa disadari aliran behavioristik memberikan peran dan manfaat yang besar terhadap pengembangan proses pembelajaran seperti yang dikemukakan dalam artikel Dave Peel ini. Seorang guru tidak akan lepas dari aliran behavioristik ini, karena dalam proses pembelajaran antara aliran satu dengan yang lain merupakan satu kesatuan (terpadu) dalam satu garis lurus. Hal ini menunjukkan bahwa antara aliran satu dengan aliran lainnya adalah seimbang, tidak ada yang lebih unggul tidak pula lebih rendah. Sebagai contohnya, seorang guru pada materi A misalnya menggunakan prinsip aliran behavioristik, tetapi pada materi B menggunakan prinsip aliran pembelajaran konstruktivistik, pada materi C guru kembali ke behavioristik, kemudian materi D menggunakan kognitif, dan seterusnya. Ilustrasi kasus ini dapat dilihat dalam gambar berikut:

Facebook Twitter Google+

Artikel Terkait:

0 comments:

Post a Comment