Pandangan Pendidikan Tentang Manusia Sebagai Animal Educandum

Posted by Budi Wahyono on Thursday, March 14, 2013

Pendahuluan
Berbicara mengenai pendidikan, berarti membahas perkembangan peradaban manusia. Pendidikan membentuk manusia menjadi manusia tranformatif yang selalu menuju perubahan hidup ke arah yang lebih baik.

Definisi pendidikan itu sendiri dapat diartikan secara sempit dan luas. Secara sempit pendidikan adalah sekolah, yaitu pengajaran yang diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Definisi pendidikan secara luas diartikan sebagai pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup.

Meskipun pendidikan dapat diartikan secara sempit maupun luas, tetapi pendidikan hanya memiliki satu sasaran yaitu manusia. Manusia berbeda dengan mahluk-mahluk lainnya, manusia memiliki empat dimensi yang tidak dimiliki mahluk lainnya yaitu:
1. Dimensi keindividualan.
2. Dimensi kesosialan.
3. Dimensi kesusilaan.
4. Dimensi Keberagaman

Manusia adalah subjek utama dari pendidikan, yaitu individu yang berperan sebagai pelaku langsung untuk melakukan pengalaman belajar dalam lingkungannya. Pada dasarnya manusia kerapkali disamakan dengan hewan. Bahkan para ahli pendidikan memandang manusia sebagai animal educandum, yaitu mahluk yang memerlukan pendidikan.

Manusia tidak dapat disamakan dengan hewan. Manusia dilahirkan sebagai mahluk yang tidak berdaya, yang tidak memiliki insting untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Namun, manusia dapat dididik dalam suatu proses belajar yang membutuhkan waktu lama untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, atau yang dikenal dengan pendidikan.

Hal inilah yang membedakan antara manusia dengan hewan, pada umumnya hewan tidak dapat dididik melainkan hanya dilatih melalui pemberian tekanan-tekanan, artinya latihan untuk mengerjakan sesuatu yang sifatnya statis/tidak berubah.

Pada dasarnya terdapat dua alasan dasar mengapa manusia itu harus dididik/mendidik. Alasan pertama adalah dasar biologis dan alasan kedua adalah dasar sosio-antropologis. Dasar biologis mengemukakan bahwa manusia lahir dengan kondisi yang tidak dilengkapi dengan instink sempurna untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya, manusia perlu masa belajar yang panjang sebagai persiapan bersaing dalam lingkungan, serta pendidikan itu dimulai ketika manusia sudah mencapai penyesuaian jasmani.

Dasar biologis ini memberikan implikasi manusia memerlukan bantuan manusia dewasa untuk memberikan perlindungan dan perawatan sebagai masa persiapan pendidikan, serta manusia dewasa yang tidak berhasil dididik perlu melakukan reedukasi. Dasar sosio-antropologis mengemukakan bahwa peradaban tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan dimiliki oleh setiap anggota masyarakat.

Dasar ini memberikan implikasi terhadapa keharusan dalam pendidikan, yaitu diperlukan transformasi dari organisme biologis ke organisme berbudaya, diperlukan juga transmisi dan internalisasi budaya.

Selanjutnya, juga terdapat dua alasan dasar mengapa manusia itu dapat dididik/mendidik. Menurut dasar biologis anak dilahirkan tidak berdaya tetapi mempunyai potensi untuk berubah, dasar inilah yang memberikan implikasi dalam pendidikan  untuk dapat mendidik anak.

Dasar psiko-sosio-antropologis mengemukakan bahwa keragaman dan kelebihan individu memberikan implikasi terhadap pendidikan, dimana terdapat saling pengauh-mempengaruhi dalam mendidik. Manusia yang memiliki kelebihan dapat memberi bantuan kepada manusia lainnya yang membutuhkan.

Melalui pendidikan manusia dapat mengembangkan dirinya untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungannya. Pendidikan mengenalkan manusia pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan kata lain, melalui pendidikan manusia dapat mengoptimalkan potensi yang ada dalam dirinya.
 
Keharusan Pendidikan: Mengapa Manusia Harus Dididik/Mendidik?
Dasar Biologis
Bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan tidak berdaya serta tidak dilengkapi dengan insting yang sempurna untuk menyesuaikan diri dalam menghadapi lingkungan, perlu masa belajar yang panjang dan awal pendidikan terjadi setelah anak manusia mencapai penyesuaian jasmani

Implikasinya anak manusia harus menerima bantuan, perlindungan dan perawatan, dan diperlukan pendidikan kembali atau reedukasi

Dasar Sosio Antropologis
Bahwa peradaban tidak terjadi dengan sendirinya dan masyarakat menginginkan kehidupan yang berada.

Implikasinya pendidikan memerlukan personalisasi peranan sosial budaya dalam rangka transmisi budaya, internalisasi budaya untuk transformasi dari organisme biologis ke organism yang berbudaya.

Makalah ini belum lengkap, apabila ada yang menginginkan artikel lengkapnya silakan mengirim permintaan ke iro.maruto@gmail.com (FREE!!)

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment