Friday, March 8, 2013

Model Pembelajaran Konvensional (Ceramah )

By
Di dalam kamus besar bahasa Indonesia dinyatakan bahwa, kata konvensional mempunyai arti “tradisional”.

Gilstrap dan Martin (dalam Abdul Azis Wahab, 2009: 88) “Metode ceramah yang dalam  istilah asing disebut ‘lecture’ berasal dari kata Latin: lego (legere, lectus) yang berarti  membaca. Kemudian  lego diartikan secara umum dengan “mengajar” sebagai akibat guru  menyampaikan  pelajaran dengan membaca dari buku dan mendektekan pelajaran dengan penggunaan buku kemudian menjadi “lecture method” atau metode ceramah”.

Masih menurut Abdul Azis Wahab (2009: 89) “Ceramah merupakan salah satu bentuk lain pengajaran ekspositori yang cenderung membuat siswa pasif atau tidak aktif”.

Menurut Roestiyah  N. K (2008: 137) “Cara mengajar  dengan ceramah dapat dikatakan juga sebagai teknik kuliah, merupakan suatu cara mengajar yang digunakan untuk menyampaikan  keterangan atau informasi, atau uraian tentang suatu pokok persoalan serta masalah secara lisan”.

Jadi Model Konvensional sering juga disebut metode ceramah, yaitu merupakan cara penyajian pelajaran yang dilakukan guru dengan penjelasan lisan secara langsung terhadap siswa dan pembelajaran dimulai dari penyajian informasi, pemberian ilustrasi dan contoh soal, latihan soal-soal sampai pada akhirnya guru merasakan apa yang diajarkan telah dimengerti oleh siswa.


Perlu diperhatikan di dalam konsep ini bahwa meskipun pembelajaran konvensional (tradisional) tidak dapat dikatakan lebih jelek dari pembelajaran kooperatif. Terkadang pembelajaran konvensional lebih tepat digunakan daripada pembelajaran kooperatif.

Contoh:
Dalam pembelajaran yang membahas konsep-konsep baru yang belum pernah dipelajari siswa sebelumnya, seorang guru lebih tepat menggunakan model pembelajaran konvensional untuk memberikan pemahaman kepada siswa.

Sehingga kesimpulannya di sini, tidak bisa dikatakan secara mutlak bahwa pembelajaran konvensional lebih jelek daripada pembelajaran kooperatif. Dalam kondisi tertentu pembelajaran konvensional lebih efektif digunakan dalam pembelajaran.
Facebook Twitter Google+

Artikel Terkait:

0 comments:

Post a Comment