Penanganan Kebutuhan Material (Material Handling)

Posted by Budi Wahyono on Monday, September 10, 2012

Material Handling - Di dalam pabrik, tentu tidak terlepas dari pergerakan bahan baku. Aktivitas di dalam pabrik dimulai dari penerimaan raw material dari supplier, disimpan, dilakukan proses produksi tahap pertama (work in process), disimpan sementara, dilakukan proses produksi tahap ke dua, menjadi barang jadi. Kemudian dilakukan pengetesan, pengepakan dan diberi label. Selanjutnya barang disimpan di gudang untuk kemudian siap dilempar ke pasar.
Pengertian Material Handling
Beberapa pengertian material handling adalah sebagai berikut:
1.    L. Bethel (Scope of Material Control)
a.     Procurement -purchasing, yaitu usaha mendapatkan cara pembelian
b.    External Tramportasion - receiving transfer and shipping, yaitu dimulai dari penerimaan surat sampai dengan pengepakan
c.     Internal Transportation
d.     Inventory Control   stores keeping
2.    FG. Moore, dalam Manufacturing Management
Material haras dipindahkan dari kedatangan muatan, mulai dari awal tahap pemeriksaan disimpan menuju operasi yang pertama kemudian ke operasi berikutnya, penyimpanan sampai menjadi finished goods sampai dengan barang siap di lempar ke pasar, barang tersebut naik ke kendaraan pabrik.

3.     John A Stubin, dalani Business Management
Material handling adalah suatu bagian yang integral dari proses produksi yang meliputi penyimpanan, pemuatan, penuranan, dan juga bagian transportasi mengangkut material ke pengepakan sampai barang jadi yang siap dipasarkan.

Dari beberapa pengertian tersebut di atas, dapat dikatakan bahwa material handling adalah kegiatan mengangkat,  mengangkut,  meletakkan bahan-bahan dalam proses di dalam pabrik, kegiatan ini dimulai sejak bahan-bahan masuk, atau diterima di pabrik, sampai pada saat barang jadi dikeluarkan dari pabrik. Tujuan material handling adalah sebagai berikut:
  1. Menyediakan atau menempatkan bahan-bahan di tempat kerja, "Make Ready" 
  2. Melakukan kegiatan yang nyata dalam pengolahan atau pembuatan barang "Do" 
  3. Memindahkan barang-barang, bahan-bahan dari tempat kerja "Put Away ".
Pada dasamya tujuan diadakannya material handling adalah untuk menghilangkan pemborosan atau inefisiensi. Sehingga dapat juga disimpulkan bahwa tujuan material handling adalah untuk mengangkat, mernindahkan serta menempatkan material pada saat dibutuhkan, dan untuk melancarkan proses produksi agar barang-barang dapat diseiesaikan tepat pada waktunya, serta unutuk menekan biaya yang dikeluarkan selama proses produksi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:
  1. Produk, bentuk dan ukuran, jumlah unit rata-rata yang harus dipindahkan, daya tahan terhadap getaran dan benturan, bentuk dari bahan baku, dan barang setengah jadi yang harus dipindahkan.
  2. Pabrik, lokasi pintu, lokasi tangga, daya tahan lantai, letak rungan, dan jalur yang tersedia.
  3. Proses produksi, urutan, arah pemindahan material, dan perlengkapan produksi. 
  4. Peralatan material handling,
Manfaat yang diperoleh dari material handling adalah:
  1. Penghematan biaya produksi, penurunan biaya persediaan, penggunaan ruangan lebih efisien, serta meningkatkan produktifitas perusahaan. 
  2. Pengurangan sisa afval, yaitu produk-produk yang tidak sesuai standar.
  3. Menaikkan luas produksi. 
  4. Peningkatan kondisi kerja karyawan. 
  5. Distribusi material akan berjalan lebih baik.

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment