Sunday, January 15, 2017

Jenis Inflasi berdasarkan Sumbernya

By
Berdasarkan sumbernya, inflasi dapat dibagi menjadi 2 jenis. Menurut Boediono dalam Kuncoro (2015) dua jenis inflasi berdasarkan sumbernya adalah sebagai berikut:

1. Inflasi karena Tarikan Permintaan (Demand Pull Inflation)
Demand Pull Inflation merupakan kenaikan harga-harga karena tingginya permintaan, sementara barang tidak tersedia dengan cukup. Inflasi ini biasanya terjadi ketika perekonomian mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dan pertumbuhan ekonomi berjalan pesat.

Selain itu, inflasi ini juga berlaku pada masa pertumbuhan yang pesat dan tingkat kegiatan ekonomi yang tinggi, masa perang atau ketidakstabilan politik. Dalam masa ini, biasanya pemerintah berbelanja jauh melebihi pendapatannya.

Oleh sebab itu, pemerintah harus mencetak uang baru atau meminjam dari bank-bank umum serta lembaga-lembaga keuangan lainnya. Pengeluaran pemerintah yang berlebih tersebut akan meningkatkan permintaan agregat dengan cepat. Apabila produsen tidak dapat memenuhi permintaan agregat tersebut, maka akan terjadi kenaikan harga-harga.

Sumber gambar: jogjakartanews.com

2. Inflasi Dorongan Biaya (Cost Push Inflation)
Cost Push Inflation yaitu inflasi karena biaya atau harga faktor produksi meningkat. Akibatnya, produsen harus menaikkan harga supaya mendapatkan laba dan produksi bias berlangsung terus. Biasanya, cost push inflation berlaku ketika perekonomian hamper atau telah mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh.

Kenaikan harga-harga tersebut bersumber dari salah satu kombinasi dari tiga faktor berikut: para pekerja dalam perusahaan menuntut kenaikan upah, harga bahan baku atau bahan penolong yang digunakan perusahaan bertambah tinggi, serta dalam perekonomian yang sedang mengalami perkembangan pesat.

Sumber:
Kuncoro, Mudrajat. 2015. Mudah Memahami dan Menganalisis Indikator Ekonomi. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Facebook Twitter Google+

Artikel Terkait:

0 comments:

Post a Comment