Saturday, June 8, 2013

Pendekatan Konvensional dalam Pembelajaran

By
Pendekatan pembelajaran konvensional adalah pendekatan pembelajaran yang sudah terjadi / berlaku di sekolah selama ini. Pembelajaran yang terjadi di sekolah-sekolah masih mengikuti pola sekolah dengan guru datang, menyampaikan bahan pelajaran yang telah dipersiapkan. Siswa mendegarkan dan mencatat pelajaran seteliti mungkin.

Variasi yang  dilakukan dengan mangadakan tanya jawab dan pemberian tugas. Pertanyaan-pertanyaan atau tugas-tugas yang disampaikan hanya pada tingkat pemahaman atau aplikasi. Tidak sampai sapai pada taraf berfikir tingkat tinggi atau pemecahan masalah.

Penggunaan alat peraga atau media pembelajaran sekedar membantu guru dalam melaksanakan tugas agar dapat lancar. Apabila guru telah selesai menyampaikan materi pelajaran dilanjutkan dengan menyimpulkan atau merangkum pelajaran.

Dengan demikian pelajaran dengan pendekatan konvensional tidak menuntut siswa untuk mengembangkan potensinya secara optimal, maka hasil belajaranya pun tidak optimal. Pembelajaran konvensional menurut Basuki Widodo (1991: 3)
Merupakan pendekatan pembelajaran yang dilakukan dengan megombinasikan bermacam-macam metode pembelajaran. Dalam prakteknya metode ini berpusat pada guru (teacher centered) atau guru lebih banyak berdominasi kegiatan pembelajaran. Pembelajaran yang dilakukan berupa metode ceramah, pemberian tugas dan tanya jawab. Pembelajaran konvensional adalah pembelajaran yang banyak dilakukan di sekolah saat ini, yang meggunakan urutan kegiatan, contoh dan latihan.
Percival dan Elingto (Wasno, 2009:27) menemakan
Pendekatan pembelajaran konvensional ini dengan strategi uang berpusat pada guru (the teacher centered aprroach). Dalam pendekatan yang berpusat pada guru, hampir seluruh kegiatan pembelajaran dikendalikan penuh oleh guru. Seluruh sistem diarahkan kepada rangkaian kejadian yang rapi dalam lembaga pendidikan, tanpa ada usaha untuk mencari dan menerapkan pendekatan belajar yang berbeda sesuai dengan tema dan kesulitan belajar setiap individu.
Sedangkan menurut Rooijakkers (Dwijastuti, 2001: 60) menjelaskan bahwa pembelajaran konvensional merupakan pendekatan pembelajaran satu arah yang berpusat pada guru. Dalam praktiknya, guru sebagai sumber informasi utama yang mengambil peranan sentral dalam pembelajaran. Siswa dipandang sebagai botol kosong uang harus diisi oleh guru dengan informasi sebanyak-banyaknya.

Menurut Ujang Sukandi (2003), mendefenisikan bahwa pendekatan konvensional ditandai dengan guru mengajar lebih banyak mengajarkan tentang konsep-konsep bukan kompetensi, tujuannya adalah siswa mengetahui sesuatu bukan mampu untuk melakukan sesuatu, dan pada saat proses pembelajaran siswa lebih banyak mendengarkan.

Disini terlihat bahwa pendekatan konvensional yang dimaksud adalah proses pembelajaran yang lebih banyak didominasi gurunya sebagai “pentransfer ilmu, sementara siswa lebih pasif sebagai “penerima” ilmu.


Pendekatan pembelajaran konvensional di sekolah, seperti yang dikembangkan oleh Slavin (1995: 231) disebut dengan pembelajaran langsung (direct interection). Pembelajaran langsung disini adalah pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada tujuan dan disusun oleh guru.

Kegiatan pembelajaran disusun secara teliti dan runtut untuk dilaksanakan oleh guru dan siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.

Sedangkan menurut Winkel (1991: 178) Pembelajaran konvensional disebut dengan pembelajaran dengan prosedur didaktik. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung, agar siswa dapat mencapai tujuan dengan efektif dapat dikelompokkan dalam tiga pola, yaitu pola narasi, pola perundingan bersama, dan pola pemberian tugas.

Pada pola narasi, materi pelajaran langsung disajikan oleh guru dan penyajiannya juga dipimpin oleh guru. Pada pola perundingan bersama, materi pelajaran dibentuk oleh guru bersama siswa. Pimpinan dapat langsung oleh guru atau dapat pula diserahkan kepada siswa.

Pada pola pemberian tugas, siswa melakukan kegiatan yang berkaitan dengan mayeri pelajaran yang ditugaskan oleh guru, dan harus mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas tersebut.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat dirumuskan bahwa pendekatan konvensional dalam proses pembelajarannya dominasi dengan metode ceramah, tanya jawab dan tanya jawab.
Facebook Twitter Google+

Artikel Terkait:

0 comments:

Post a Comment