Tuesday, January 5, 2016

Sistem Perekonomian: Sistem Komando/Terpimpin/Sosialis

By
Setelah kita membahas Sistem Ekonomi Liberalis, kita akan melanjutkan pembahasan tentang Sistem Ekonomi Komando.

Sistem Ekonomi Komando disebut juga dengan Sistem Ekonomi Terpimpin, Sistem Ekonomi Perencanaan dan ada juga yang mengistilahkan dengan Sistem Ekonomi Sosialis.

Sistem Ekonomi Komando dipopulerkan oleh Karl Marx secara tidak langsung (sebab pada dasarnya Karl Marx sendiri tidak memiliki kerangka dasar tentang apa dan bagaimana sistem komando itu. Ide dasarnya sebenarnya diambil dari kritikannya terhadap sistem ekonomi kapitalis seputar awal keberhasilan sampai pada kegagalan sistem kapitalis tersebut melalui teori nilai lebih), dimana sistem ini merupakan syarat bila sistem sosialis ingin berhasil.

Pada Sistem Komando ini pemerintah campur tangan penuh dalam perekonomian masyarakatnya, karena menurut anggapan Karl Marx, bahwa apabila masyarakat (individu) dibiarkan secara bebas menjalankan kegiatan ekonomi dan bisnisnya maka akan terjadi ketimpangan penguasaan sumber-sumber ekonomi dan akan terjadi penindasan ekonomi oleh masyarakat kaya terhadap masyarakat miskin.

Karl Marx - Sumber Gambar: biography.com
Jaman pemerintahan Lenin dilanjutkan oleh Stalin sistem komando di Uni Soviet berkembang hingga ke China dan Korea Utara termasuk juga Kuba. Umumnya negara yang menganut sistem komando ini relatif tidak berkembang perekonomiannya.

China, Rusia (pecahan Uni Soviet) dan Kuba menyadarinya dan mereka merubahnya menjadi ssitem campuran meskipun faham komunis tetap merupakan idiologinya (dalam hal ini terbukti bahwa faham komunis bukanlah penyebab sistem sosialis atau komando).

Korea Utara masih tetap menganut faham komunis sistem komando, akibatnya negara ini mengalami masalah ekonomi yang parah, seperti kelaparan (tahun 2004) dan penurunan gizi (menurut laporan Natgeo, tinggi badan orang Korea Utara menyusut dibandingkan dengan zaman perang dingin antara blok timur dan barat (antara Fakta Warsawa dan Nato), kalau Korea Utara sekarang ini mampu memproduksi senjata nuklir itu bukan karena negara ini makmur akan tetapi menurut analisis NatGeo, itu adalah satu-satunya cara yang bisa dilakukan oleh Korea Utara agar negara barat (termasuk Korea Selatan) tetap mau berunding dan memberikan bantuan ekonomi.

Sumber:
Putong, Iskandar. 2013. Economics: Pengantar Mikro dan Makro: Edisi 5. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Facebook Twitter Google+

Artikel Terkait:

0 comments:

Post a Comment