Sunday, January 6, 2013

Proses Operasi/Produksi

By
Yang dimaksud dengan proses operasi atau proses produksi adalah suatu kegiatan dengan melibatkan tenaga rnanusia, bahan, dan peralatan untuk menghasilkan produk yang berguna atau bernilai lebih. Atau dengan kata lain proses produksi adalah transformasi bahan (input) menjadi produk (output). Alur proses produksi dalarn manajemen operasi adalah INPUT --> TRANSFORMASI --> OUTPUT. Input, berupa mesin, bahan/komponen, energi, dan desain produk di-transformasi-kan dengan menggunakan berbagai fasilitas produksi yang terdapat di dalam pabrik menjadi output, yang berupa barang, jasa, produk sampingan, dan sisa-sisa produk.

Secara garis besar, proses produksi di dalam pabrik dikelompokkan rnenjadi dua, yaitu pola produksi terus-menerus, dan pola produksi terputus-putus. Ciri-ciri dari kedua pola produksi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Pola produksi terus-menerus (continuous)
Ciri-ciri pola produksi terus-menerus (continuous) yaitu:
  • Output yang dihasilkan besar 
  • Variasi produk rendah 
  • Produk yang dihasilkan standar 
  • Mesin yang digunakan khusus, semi otomatis 
  • Operator tidak harus ahli
  • Apabila terdapat satu mesin rusak, maka proses produksi berhenti 
  • Diperlukan perawatan spesialis atau oleh ahli
2. Pola produksi terputus-putus (intermitten)
Ciri-ciri pola produksi terputus-putus (intermitten) adalah:
  • Output yang dihasilkan kecil 
  • Variasi produk tinggi
  • Produk yang dihasilkan berdasar pesanan 
  • Mesin produksi yang digunakan bersifat umum, tidak otomatis 
  • Diperlukan operator ahli
Kedua pola produksi tersebut apabila digambarkan dalam skema perencanaan operasi akan nampak sebagai berikut:
Gambar 1. Skema Perencanaan Operasi Terus Menerus


 Gambar 2. Skema Perencanaan Operasi Terputus-putus

Kegiatan perencanaan dan pengawasan proses operasi dikelompokkan menjadi empat tahap, yaitu : 
  1. Routing, adalah kegiatan menentukan urut-urutan dalam suatu pekerjaan secara logis slstematis dan ekonomis, melalui urutan bahan baku menjadi barang jadi. Dalam pola produksi  terus-menerus, routing dipakai  sebagai dasar dalam menyusun layout, sedangkan pada pola produksi terputus-putus, routing dilakukan setelah menyusun layout. 
  2. Scheduling, yaitu membuat jadwal untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Pada pola produksi terus-menerus, dibuat master scheduling, untuk pekerjaan yang berulang-ulang, dengan kebutuhan barang per periode.  Metode yang biasa dipakai adalah Gantt Chart. 
  3. Dispatching, yaitu pemberian wewenang untuk melaksanakan suatu kegiatan melalui perintah, baik secara lisan, tertulis, atau dengan tanda/sinyal. Tugas dispatching adalah membuat perintah pengerjaan dan meneliti tersedianya bahan-bahan sebelum perintah dibuat. 
  4. Follow Up, adalah langkah perbaikan terhadap kesalahan yang telah dilakukan sebelurnnya.
Facebook Twitter Google+

Artikel Terkait:

0 comments:

Post a Comment