Thursday, February 16, 2017

Berbagai Tantangan Implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia

By
Dalam implementasinya, manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) tidak lepas dari berbagai tantangan. Berikut dijelaskan beberapa tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan manajemen SDM:

1. Pemutusan Hubungan Kerja
Kebijakan pemutusan hubungan kerja atau PHK, disadari atau tidak, membawa pengaruh yang besar baik terhadap perusahaan dan terutama bagi karyawan. Bagi pihak karyawan, mendapatkan pekerjaan pengganti tentu tidak mudah terutama bila karyawan tersebut tidak memiliki keterampilan khusus.

Hal ini diperburuk dengan adanya kebijakan yang kurang adil, hingga kekecewaan karyawan dapat dilampiaskan dengan tindakan yang kurang terpuji yang pada akhirnya dapat merugikan kedua belah pihak. Di sisi lain, kebijakan yang dipandang kurang adil dapat memicu keresahan karyawan lain hingga iklim kerja dapat terganggu.

Dalam kondisi seperti ini, manajemen SDM dituntut untuk dapat memberikan win-win solution terhadap kepentingan karyawan dan perusahaan sekaligus meminimalisir dampak negatif apabila kebijakan PHK terpaksa diberlakukan.

2. Pemogokan
Selain PHK, aksi mogok kerja juga dapat mempengaruhi kebijakan pengambangan sumber daya manusia. Adanya mogok kerja menunjukkan bahwa system yang ada dalam perusahaan kurang berfungsi dengan baik.

Manajemen SDM melalui departemen SDM dihadapkan pada tantangan untuk dapat mengelola konflik tersebut, mencegah, atau menyelesaikan pemogokan agar tidak mempengaruhi kinerja karyawan atau departemen lain dalam perusahaan.

3. Pertumbuhan Angkatan Kerja
Lajunya pertumbuhan penduduk membawa dampak yang luar biasa terhadap penyediaan lapangan kerja. Semakin tinggi angkatan kerja, maka tugas pengembangan sumber daya manusia menjadi penting untuk dilaksanakan.

Manajemen SDM diharapkan mampu mempersiapkan, mengoptimalkan dan mempertahankan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional untuk menjalankan aktivitas perusahaan.

4. Produktivitas Tenaga Kerja
Salah satu fungsi utama dari pengembangan SDM adalah untuk meningkatkan produktivitas SDM tersebut bagi perusahaan. Berkaitan dengan hal tersebut, departemen SDM bertanggung jawab mengadakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas SDM seperti pelatihan dan pendidikan.

5. Daya Saing Kualitas Produk dan Harga Jual
Selain kualitas SDM yang unggul, dalam proses produksi juga memerlukan skill dan ketelitian dalam menghasilkan produk, sehingga akan menghasilkan produk yang berkualitas. Akan tetapi, dalam dunia bisnis, suatu produk tidak aka nada artinya tanpa adanya permintaan dari konsumen. Dalam hal inilah manajemen SDM diharapkan dapat memberikan kebijakan yang mampu mendorong para karyawan untuk menghasilkan produk yang berdaya saing sekaligus berkualitas.

6. Perdagangan Bebas ASEAN dan ASIA
Munculnya kebijakan global yang memberlakukan system perdagangan bebas tingkat dunia, menjadi permasalahan tersendiri. Hal tersebut sangat beralasan karena secara kualitas sumber daya manusia belum mampu menghadapi persaingan perdagangan bebas.

Oleh karena itu, adanya perdagangan bebas sesama anggota ASEAN dan wilayah ASIA menjadi tantangan tersendiri dalam rangka mempersiapkan diri untuk bersaing di kancah global. Melalui manajemen SDM, perusahaan diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut dengan semakin meningkatkan kualitas SDM-nya agar mampu menjawab tantangan perdagangan bebas baik di tingkat ASIA maupun dunia.

7. Kualitas Manajemen
Pada dasarnya, majunya sumber daya manusia dalam suatu organisasi atau perusahaan tergantung pada system atau manajemen yang digunakan. Artinya semakin tinggi kualitas manajemen yang digunakan dalam mengelola sumber daya manusia, semakin besar pula peluang keberhasilan dalam mengembangkan SDM.

Sumber:
Baedhowi. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia. Semarang: Pelita Insani.
Facebook Twitter Google+

Artikel Terkait:

0 comments:

Post a Comment