Sunday, April 7, 2013

Akibat Perilaku Membolos

By
Kartono (2000), mengemukakan bahwa perilaku membolos berakibat pada dirinya sendiri dan bagi orang lain. Bagi dirinya sendiri maka ia akan ketinggalan pelajaran. Hal ini akan menyebabkan siswa mengalami kegagalan dalam pelajaran, tidak naik kelas, nilainya jelek dan kegagalan lain di sekolah.

Sedang bagi orang lain, terutama siswa sekelas, mereka akan terganggu dengan siswa yang membolos karena kemungkinan guru akan menegur siswa yang membolos pada pertemuan selanjutnya sehingga menyita waktu pelajaran.

Guru pelajaran juga akan menerangkan kembali materi yang sudah diajarkan pada pertemuan berikutnya apabila ada anak yang belum paham, dan tentunya siswa yang pada pertemuan sebelumnya membolos tidak paham.

Membolos akan menyebabkan gagal dalam pelajaran, mengganggu kegiatan belajar teman-teman sekelas dan masih banyak akibat yang ditimbulkan. Diantara akibat dari membolos yaitu dia akan bergaul dengan teman-teman yang tidak baik atau terjerumus dalam pergaulan bebas yang akan menyebabkan banyak lagi kenakalan-kenakalan remaja yang lain.

Kenakalan di kalangan remaja adalah suatu kenyataan dan semakin nyata terjadi di zaman modern ini. Banyak anak telah terlibat berbagai macam perlakuan yang menyimpang dari norma. Ada yang terlibat pencurian, perkelahian antara satu sekolah atau dengan remaja di sekolah lainnya, mogok belajar di sekolah, mengadakan aksi dengan poster-poster yang menuntut dewan guru yang dirasa tidak sesuai dengan aspirasi remaja, pelemparan mobil di jalan raya, penyiletan, perampokan, pemerkosaan, dan lain sebagainya (Tambunan, 2008).

Ali dan Asrori (2006) mengatakan bahwa tugas-tugas perkembangan remaja yang sangat penting adalah mampu menerima keadaan dengan dirinya, memahami peran seks/jenis kelamin, mengembangkan kemandirian, mengembangkan tanggung jawab pribadi dan sosial, menginternalisasi nilai-nilai moral dan merencanakan masa depan. Dewasa ini tidak sedikit remaja yang melakukan perbuatan anti sosial maupun asusila karena tugas-tugas perkembangan tersebut kurang berkembang dengan baik

Membolos yang dilakukan siswa merupakan salah satu kegagalan dalam tugas perkembangan. Karena siswa melanggar tata tertib yang ada di sekolah, maka sulit untuk menuju ke masa depan yang baik. Jadi tugas perkembangan ini tidak dapat dilaksanakan dengan baik oleh siswa yang membolos sehingga akan mengakibatkan kegagalan pada masa depan siswa.

Secara psikologis, akibat remaja yang sering melakukan pelanggaran cenderung puas dan memotivasi mereka untuk mengulangi perilaku itu. Pelanggaran menghilangkan kesempatan anak untuk belajar mendapatkan kepuasan dari perilaku yang disetujui secara sosial. Bila mereka memperoleh kepuasan dari pelanggaran, mengapa mereka harus menjadi baik.

Pelanggaran ini akan semakin serius, hingga akhirnya anak merasa malu dan bersalah. Pada waktunya, keyakinan ini akan berkembang menjadi perasaan ketidakmampuan dan rasa rendah diri yang dapat mengganggu kesehatan mental. Pelanggaran merupakan bahaya yang serius bagi penyesuaian diri dan sosial (Hurlock, 2001).

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa akibat perilaku membolos selain berdampak pada diri sendiri juga berdampak pada sekolah bahkan masyarakat, dampak pada diri sendiri adalah siswa yang bersangkutan akan ketinggalan pelajaran sehingga gagal dalam prestasi dan akan berakibat tidak naik kelas, sedang terhadap sekolah adalah siswa lain akan kehilangan saebagian waktu belajar karena digunakan guru untuk menegur atau memberikan hukuman kepada siswa yang membolos tersebut, dampak terhadap masyarakat adalah dengan membolos siswa akan berpotensi salah dalam bergaul sehingga bisa menimbulkan tindak kejahatan.
Facebook Twitter Google+

Artikel Terkait:

0 comments:

Post a Comment