Monday, August 11, 2014

Pendidikan Kewirausahaan sangat perlu Dididikkan dan Diintegrasikan pada Semua Jenjang Pendidikan di Indonesia

By
Alasan mengenai Pentingnya Pendidikan Kewirausahaan dididikkan dan diintegrasikan pada semua jenjang pendidikan di Indonesia diawali dengan melihat realita kondisi Indonesia yang terpuruk.

Beberapa diantaranya adalah masih banyaknya pengangguran di Indonesia (termasuk di dalamnya lulusan perguruan tinggi baik jenjang D3 maupun S1), SDM di Indonesia kurang mampu bersaing, rendahnya perilaku dan jiwa wirausaha, dan sebagainya. Baca: Pengangguran dan Tingkat Pengangguran di Indonesia!

Solusi dari masalah-masalah di atas adalah wirausaha, tetapi jumlah wirausaha di Indonesia masih sangat sedikit yaitu sekitar 1,5 – 1,6% dari jumlah penduduknya (data tahun 2013). Padahal, suatu negara dikatakan maju apabila negara tersebut memiliki jumlah minimum wirausaha sebesar 2% dari penduduknya.

Berdasarkan realita tersebut, maka Indonesia sangat membutuhkan wirausaha-wirausaha baru untuk mendukung pencapaian tujuan dan kemandirian bangsa. Dibutuhkan penanaman nilai-nilai kewirausahaan bagi generasi muda Indonesia agar mampu menjadi wirausaha-wirausaha baru yang mampu mendukung pencapaian tujuan dan kemandirian bangsa.

Penanaman nilai-nilai kewirausahaan ini dapat dilakukan dengan pendidikan kewirausahaan. Namun, proses penanaman nilai-nilai kewirausahaan kepada generasi muda ini tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat, sehingga pendidikan kewirausahaan sangat penting diintegrasikan pada semua jenjang pendidikan di Indonesia.

Selain beberapa hal di atas, pendidikan kewirausahaan juga dapat digunakan untuk membentuk karakter peserta didik. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa kondisi karakter siswa di Indonesia sekarang ini cukup memprihatinkan. Banyak pelajar yang masih duduk di bangku SMP sudah menggunakan narkoba, merokok, menjadi mucikari, dan sebagainya.

Nilai-nilai karakter atau budi pekerti luhur tampaknya sudah mulai luntur. Diperlukan implementasi pendidikan karakter agar permasalahan tersebut tidak berlarut-larut dan semakin parah. Penanaman nilai-nilai di dalam pendidikan kewirausahaan merupakan salah satu alternatif yang dapat ditempuh untuk implementasi pendidikan karakter tersebut.

M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer dalam Wiedy Murtini (2011) mengemukakan delapan nilai kewirausahaan sebagai berikut:
  1. Desire for responsibility, memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya. 
  2. Preference for moderate risk, lebih memilih resiko moderat, artinya selalu menghindari resiko, baik yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi. 
  3. Confidence in their ability to success, memiliki kepercayaan diri untuk memperoleh kesuksesan. 
  4. Desire for immediate feedback, selalu menghendaki umpan balik dengan segera. 
  5. High level of energy, memiliki semangat dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih baik. 
  6. Future orientation, berorientasi serta memiliki perspektif dan wawasan jauh ke depan. 
  7. Skill at organizing, memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah. 
  8. Value of achievement over money, lebih menghargai prestasi daripada uang.
Menurut Buchari Alma (2011) nilai-nilai kewirausahaan tersebut antara lain:
  1. Percaya Diri, indikatornya: penuh keyakinan, optimis, berkomitmen, disiplin dan tanggung jawab. 
  2. Inisiatif, indikatornya: energik, cekatan dalam bertindak, dan aktif. 
  3. Memiliki Motif Berprestasi, indikatornya: orientasi pada hasil dan wawasan ke depan. 
  4. Memiliki Jiwa Pemimpin, indikatornya: dapat dipercaya, tangguh dalam bertindak. 
  5. Berani, indikatornya: harus bertindak cepat dalam mengambil resiko dengan penuh perhitungan. 
  6. Orisinalitas, indikatornya diantaranya: punya referensi yang cukup, tidak menyontek/plagiat.
Penanaman nilai-nilai tersebut dapat dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan kewirausahaan tersebut ke dalam kurikulum yang digunakan, diintegrasikan dalam mata pelajaran, tidak serta merta harus melalui mata pelajaran kewirausahaan.
Facebook Twitter Google+

Artikel Terkait:

0 comments:

Post a Comment