Wednesday, October 30, 2013

Pergerakan dan Pergeseran Kurva Permintaan

By With 5 comments:
Setelah membahas Pengertian Permintaan dan Tabel serta Kurva Permintaan, maka pada artikel kali ini kita akan membahas tentang Pergerakan dan Pergeseran Kurva Permintaan.

Mengapa ada Pergerakan dan Pergeseran??
Sebelum membahas materi ini lebih lanjut, perlu dipahami tentang perbedaan pergerakan dan pergeseran dalam konsep kurva permintaan ini.

Kami sengaja menggunakan dua istilah tersebut (pergerakan dan pergeseran) untuk memudahkan pembaca dalam memahami konsep ini.

Pergerakan yang dimaksud di sini adalah pergerakan titik di sepanjang kurva permintaan, sedangkan Pergeseran adalah pergeseran kurva permintaan ke kanan maupun ke kiri.

Pergerakan kurva permintaan merupakan pergerakan yang terjadi di sepanjang kurva permintaan yang diakibatkan oleh berubahnya jumlah produk yang diminta konsumen sebagai akibat dari perubahan harga produk tersebut.

Jadi, jelas bahwa yang menyebabkan adanya pergerakan di sepanjang kurva permintaan adalah karena perubahan harga produk yang bersangkutan. Pergerakan ini sejalan dengan Hukum Permintaan, yaitu ketika harga barang naik, maka jumlah permintaan akan turun, sehingga titik pada kurva permintaan akan bergerak ke kiri.

Untuk lebih jelasnya, kami tampilkan dalam contoh kurva berikut ini:

Pergerakan dan Pergeseran Kurva Permintaan
Pergerakan di Sepanjang Kurva Permintaan
Dalam kurva permintaan di atas, diketahui bahwa harga es krim naik dari $1.00 menjadi $2.00 sebagai akibat dari adanya pajak (tax).

Peningkatan harga es krim ini mengakibatkan jumlah permintaan es krim  turun dari 8 menjadi 4, dan terjadi pergerakan di sepanjang kurva permintaan yaitu dari titik A ke B.

Selain pergerakan, kurva permintaan juga bisa mengalami pergeseran, baik ke kanan maupun ke kiri. Pergeseran ini terjadi karena berubahnya jumlah produk yang diminta konsumen sebagai akibat dari berbagai faktor kecuali faktor harga produk tersebut.

Berbagai faktor yang dimaksud diantaranya adalah pendapatan konsumen, harga produk lain, selera, harapan, dan jumlah pembeli.

Contoh:
Pendapatan Konsumen
Untuk barang normal, apabila pendapatan konsumen meningkat, maka jumlah barang yang diminta akan meningkat pula dan kurva permintaan akan bergeser ke kanan.

Sedangkan untuk barang inferior, apabila pendapatan konsumen meningkat, maka jumlah barang yang diminta akan turun dan kurva permintaan akan bergeser ke kiri.

Apabila digambarkan dalam sebuah kurva, berturut-turut adalah sebagai berikut:

Pergerakan dan Pergeseran Kurva Permintaan
Pergeseran Kurva Permintaan ke Kanan (Barang Normal)
Pergerakan dan Pergeseran Kurva Permintaan
Pergeseran Kurva Permintaan ke Kiri (Barang Inferior)
Kesimpulan:
  1. Pergerakan di sepanjang kurva permintaan disebabkan oleh harga produk yang bersangkutan. 
  2. Pergeseran kurva permintaan disebabkan oleh berbagai faktor selain harga produk tersebut.

Sunday, October 27, 2013

Tabel dan Kurva Penawaran

By With No comments:
Artikel kemarin membahas tentang Tabel dan Kurva Permintaan, nah…untuk kali ini akan dibahas pasangan dari artikel tersebut, yaitu Tabel dan Kurva Penawaran.

Pembahasan dalam artikel ini diharapkan dapat lebih memahamkan pembaca tentang konsep penawaran yang telah dibahas dalam artikel Pengertian Permintaan dan Penawaran.

Tabel penawaran merupakan tabel yang menunjukkan berapa banyak produk yang akan ditawarkan oleh produsen pada tingkat harga tertentu.

Tabel penawaran ini merupakan dasar atau panduan untuk membuat Kurva Penawaran.

Berikut diberikan contoh tabel penawaran untuk produk es krim. Tabel tersebut di bawah menunjukkan berbagai kombinasi jumlah es krim yang akan ditawarkan produsen pada berbagai tingkat harga.

Tabel dan Kurva Penawaran
Tabel Penawaran
Pada tabel tersebut dapat dilihat bahwa ketika harga es krim $0.50; jumlah es krim yang akan ditawarkan produsen adalah 0. Namun, ketika harga es krim meningkat menjadi $1.00; jumlah es krim yang akan ditawarkan produsen naik menjadi 1, dan seterusnya hingga harga es krim $3.00 dan jumlah es krim yang akan ditawarkan produsen 5.

Merupakan grafik yang mengilustrasikan berapa banyak produk yang akan  ditawarkan oleh produsen pada tingkat harga tertentu. Kurva penawaran membentuk slope positif dari kiri bawah ke kanan atas.

Mengapa Kurva Penawaran membentuk Slope Positif???
Kurva penawaran membentuk slope positif karena sesuai dengan Hukum Penawaran yaitu bahwa harga produk berbanding lurus dengan jumlah produk yang akan ditawarkan produsen. Sebagaimana terlihat dalam tabel penawaran di atas, ketika harga es krim naik, jumlah es krim yang akan ditawarkan produsen juga naik.

Apabila tabel penawaran tersebut digambarkan dalam sebuah kurva, maka akan membentuk kurva penawaran sebagai berikut:

Tabel dan Kurva Penawaran
Kurva Penawaran
Kondisi-kondisi tersebut berlaku dengan syarat “Cateris Paribus” atau apabila kondisi hal-hal yang lain tetap sama (all other things being equal).

Saturday, October 26, 2013

Tabel dan Kurva Permintaan

By With No comments:
Artikel Tabel dan Kurva Permintaan ini merupakan lanjutan dari artikel Pengertian Permintaan. Untuk membahas lebih dalam tentang Permintaan, maka artikel ini dibuat sebagai pelengkap  artikel 'Pengertian Permintaan' tersebut.

Untuk lebih memahami konsep Permintaan, maka selain mempelajari pengertian permintaan, kita juga harus mempelajari Tabel dan Kurva Permintaan.

Merupakan tabel yang menunjukkan berapa banyak produk yang dibeli oleh konsumen pada tingkat harga tertentu. Tabel permintaan ini merupakan dasar atau panduan untuk membuat Kurva Permintaan.

Berikut kami berikan contoh tabel permintaan untuk produk es krim. Tabel tersebut di bawah menunjukkan berbagai kombinasi jumlah es krim yang dibeli konsumen pada berbagai tingkat harga

Tabel dan Kurva Permintaan
Tabel Permintaan
Pada tabel tersebut dapat dilihat bahwa ketika harga es krim $0.00; jumlah es krim yang dibeli konsumen adalah 12. Namun, ketika harga es krim meningkat menjadi $0.50; jumlah es krim yang dibeli konsumen turun menjadi 10, dan seterusnya hingga harga es krim $3.00 dan jumlah es krim yang dibeli konsumen 0.

Merupakan kurva yang menunjukkan berapa banyak produk yang dibeli oleh konsumen pada tingkat harga tertentu. Kurva permintaan membentuk slope negatif dari kiri atas ke kanan bawah.

Mengapa Kurva Permintaan membentuk Slope Negatif???
Kurva permintaan membentuk slope negatif karena sesuai dengan Hukum Permintaan yaitu bahwa harga produk berbanding terbalik dengan jumlah produk yang dibeli konsumen. Sebagaimana terlihat dalam tabel permintaan di atas, ketika harga es krim naik, jumlah es krim yang dibeli konsumen turun.

Apabila tabel permintaan tersebut digambarkan dalam sebuah kurva, maka akan membentuk kurva permintaan sebagai berikut:

Tabel dan Kurva Permintaan
Kurva Permintaan
Kondisi-kondisi tersebut berlaku dengan syarat “Cateris Paribus” atau apabila kondisi hal-hal yang lain tetap sama (all other things being equal).

Saturday, October 19, 2013

Metode-metode Pemilihan dan Penggantian Mesin

By With No comments:
Artikel ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya, yaitu yang membahas “Kebijakan Pembelian dan Penggantian Mesin (Purchasing and Replacement Policy)”.

Setelah mengetahui tentang kebijakan penggantian mesin, alasan penggantian mesin dan sebagainya yang dibahas di dalam artikel tersebut, maka pada artikel ini akan dibahas menganai beberapa metode yang digunakan dalam pemilihan dan peggantian mesin pabrik.

Metode yang dipilih, didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan yang tepat apakah penggantian mesin memberikan keuntungan potensial atau tidak. Secara teoretis, metode-metode pemilihan dan penggantian mesin adalah sebagai berikut:
  1. Annual Cost Saving Approach 
  2. Total Life Average Approach 
  3. Present Worth Method 
  4. The New MAPI Formula
Namun, sebelum membahas metode-metode di atas, perlu diketahui terlebih dahulu biaya-biaya yang dikeluarkan untuk pembelian mesin baru, yaitu:

Recurring Cost
Yaitu biaya-biaya yang terus-rnenerus terjadi dari tahun ke tahun selama mesin tersebut digunakan. Biaya-biaya ini terdiri dari:
  • Biaya upah langsung (direct labor cost)
  • Biaya upah tidak langsung (indirect labor cost) 
  • Tenaga listrik (power) 
  • Biaya pemeliharaan (maintenance cost) 
  • Pajak dan asuransi.
Non Recurring Cost
Yaitu biaya-biaya yang hanya dikeluarkan satu kali saja selama penggunaan mesin. Biaya-biaya ini terdiri dari:
  • Biaya pembelian atau harga beli mesin 
  • Biaya pengangkutan (transportation cost) 
  • Biaya instalasi mesin.
Selain kedua biaya tersebut, perlu diperhatikan adanya penyusutan atau Depresiasi mesin atau peralatan. Penyusutan adalah penurunan nilai mesin atau peralatan sebagai akibat penggunaan atau pengorbanan mesin untuk menghasilkan barang atau jasa.

Metode-metode Pemilihan dan Penggantian Mesin

1. Annual Cost Saving Approach
Metode ini menekankan adanya penghematan yang diperoleh dari mesin-mesin yang dipilih. Dalam  hal ini perlu diperbandingkan antara Recurring Cost dan Non Recurring Cost serta depresiasi dari mesin-mesin yang dipilih.

Non Recurring Cost yang diperhitungkan adalah sebesar bunga setiap tahun dari biaya-biaya pembelian, pengangkutan, dan instalasi mesin. Apabila kita membeli mesin, berarti perusahaan akan menambah uang atau modalnya dalam mesin tersebut (capital investment) dalam beberapa tahun.

2. Total Life Average Approach
Pada pendekatan ini, semua biaya per tahun dibandingkan termasuk semua biaya untuk memiliki mesin tersebut dan taksiran semua biaya operasi (operating cost) dari mesin itu selama hidupnya (operating life).

Semua biaya ini dijumlahkan dan dibagi dengan umur mesin tersebut, maka diperoleh biaya total rata-rata setiap tahun apabila kita memiliki dan mengoperasikan mesin tersebut. Untuk menentukan mesin mana yang akan dipilih, maka biaya total rata-rata tersebut diperbandingkan.

3. Present Worth Method
Pada metode ini semua biaya baik biaya investasi maupun biaya operasi masing-
masing mesin diperkirakan dengan nilai sekarang (present value).

4. MAPI Formula
Metode ini memperbandingkan modal ditanam (capital charges/capital dost) dengan ketidaksempurnaan operasi (operating inferiority). Apabila modal ditaman tinggi, maka ketidaksempurnaan rendah, dan sebaliknya apabila modal ditanam rendah, maka ketidaksempurnaan tinggi. Formula ini sulit untuk diterapkan, sehingga sangat jarang digunakan.
Artikel “Metode-metode Pemilihan dan Penggantian Mesin” yang kami posting di blog ini memang belum lengkap, masih ada contoh soal dan penyelesaiannya untuk masing-masing metode, tetapi karena cukup banyak sehingga tidak kami posting di blog ini.

Namun, apabila pembaca ingin mendapatkan artikel lengkapnya, pembaca bisa mengirim permintaan file artikelnya ke email: iro.maruto@gmail.com kami akan mengirimkan file artikel tersebut ke email anda (100% FREE!!)

Friday, October 18, 2013

Kebijakan Pembelian dan Penggantian Mesin (Purchasing and Replacement Policy)

By With No comments:
Pada suatu saat, setelah proses produksi berjalan sekian lama pasti perusahaan butuhkan mesin-mesin baru. Meskipun telah mendapatkan perawatan yang pada akhirnya tetap akan mengalami kerusakan sehingga perlu diganti.

Alasan-perlunya penggantian mesin antara lain adalah sebagai berikut:
  1. Adanya keuntungan potensial dari penggunaan mesin baru, berupa penghematan terhadap penggunaan bahan baku, penghematan waktu produksi, dan pengurangan beban tenaga kerja. 
  2. Apabila mesin yang dipergunakan telah rusak, sehingga agar proses produksi tetap berjalan dibutuhkan mesin baru.
  3. Mesin lama telah ketinggalan jaman, atau kuno, kaitannya dengan perubahan selera konsumen atau perubahan mode. 
  4. Mesin lama tidak mampu lagi menghasilkan produk baru akibat perubahan keinginan konsumen atau perubahan pasar. 
  5. Apabila terjadi penuranan semangat kerja karyawan, antara lain disebabkan oleh pengoperasian mesin yang rumit dan kejenuhan karyawan.
Kebijakan manajemen perusahaan sangat mempengaruhi pembelian dan pergantian mesin. Apabila mesin rusak, alternatif yang dapat dilakukan oleh manajemen operasi adalah sebagai berikut:
  1. Mempertahankan mesin lama, tetapi menimbulkan kerugian 
  2. Membeli mesin baru, dengan kebijakan tertentu yang lebih menguntungkan 
  3. Menyewa mesin (leasing)
Kaitannya dengan kebijakan menyewa mesin, Henry Ford mengatakan bahwa kita tidak memiliki barang itu, tetapi kita hams mengeluarkan biaya, maka disarankan untuk  membelinya.

Kebijakan Pembelian dan Penggantian Mesin (Purchasing and Replacement Policy)

Apabila mesin rusak tetap kita pertahankan, akan menimbulkan kerugian-kerugian sebagai berikut:
  1. Waktu pengerjaan (operation time) produk bertambah 
  2. Produksi menurun, karena waktu produksi per unit bertambah 
  3. Kualitas menurun 
  4. Biaya tenaga kerja bertambah besar 
  5. Biaya maintenance bertambah besar.
Untuk memperoleh mesin-mesin yang sesuai dengan keinginan kita, perusahaan tidak mungkin terhindar dari kesulitan-kesulitan yang berkenaan dengan proses pergantian mesin-mesin produksi.

Kesulitan-kesulitan yang dialami dalam penggantian mesin adalah sebagai berikut:
  1. Adanya sifat atau perilaku bahwa orang tidak mau mengganti mesin yang dimiliki sebelum mesin tersebut rusak sama sekali atau tidak dapat dipergunakan lagi. 
  2. Terdapat keadaan mesin yang walaupun secara teknis belum tua atau aus, tetapi secara ekonomis telah tua atau aus atau ketinggalan jaman. 
  3. Adanya kesulitan keuangan yang dihadapi perusahaan untuk mengadakan pembelian mesin baru. 
  4. Dibutuhkan tenaga kerja yang ahli dan dalam jumlah yang cukup besar, terutama untuk mesin yang mekanisasinya tinggi.

Wednesday, October 16, 2013

Jenis Bisnis dan Sistemnya

By With No comments:
Bisnis, tentunya istilah ini sudah tidak asing lagi bagi mahasiswa pendidikan ekonomi. Bahkan, mungkin sudah banyak mahasiswa yang menjalankannya. Lalu, apa yang diamksud dengan bisnis tersebut?? Ada berapa jenis bisnis?? Mari kita bahas dalam artikel ini.

Bisnis merupakan suatu usaha yang menjual produk kepada konsumen. Produk dalam konteks ini bisa berupa barang dan/atau jasa. Berdasarkan jenis produknya ini, bisnis dapat dibagi menjadi dua bentuk, yaitu sebagai berikut:

Bisnis yang Bertujuan Menjual Barang
1. Menjual barang dengan basis produksi
Perusahaan manufaktur memproduksi barang dari bahan baku (raw material) kemudian diproses dan diproduksi menjadi barang jadi, kemudian didistribusikan dan dipasarkan ke calon konsumen.

2. Menjual barang tanpa melakukan proses produksi
Perusahaan tipe ini hanya berorientasi menjual, mendistribusikan, dan memasarkan produk dari perusahaan berorientasi memproduksi barang saja (manufaktur). Perusahaan jenis ini sering disebut perusahaan dagang atau trading.

3. Menjual barang dengan cara memanfaatkan sistem jaringan yang dimiliki oleh seseorang (networking), yaitu Multi Level Marketing (MLM)
Perusahaan MLM ini bersifat dagang, bukan sebagai produsen. Tujuannya untuk memasarkan dan menjual secara langsung kepada konsumen perorangan dan memanfaatkan konsumen tersebut sebagai:
  • Seller (penjual) 
  • Marketer (pemasar dari produk yang dibeli) 
  • Distributor 
  • Supplier (pemasok)
Jenis Bisnis dan Sistemnya

Bisnis yang tujuannya Menjual Jasa
1. Bisnis jasa yang melakukan pekerjaannya berdasarkan order atau bersifat contracting (job order atau by order)
Bisnis ini dalam proses produksinya didasarkan pada keinginan calon pembeli atau pengguna yang memberi order dalam bentuk tertentu (gambar, rencana, tujian, visi, dan lain-lain) untuk disepakati, dibuat, dan dikerjakan dengan harga atau biaya yang sudah disetujui bersama sebelum pekerjaan tersebut dilaksanakan antara pemberi order dengan penerima order

Pemberi order adalah pemilik atau yang mempunyai keinginan atas order tersebut. Penerima order adalah perusahaan jasa yang menerima order untuk dikerjakan atau mewujudkannya.

2. Bisnis jasa yang melakukan pekerjaannya sebagai penjual jasa (original business services)
Jenis bisnis ini benar-benar dilakukan tanpa adanya proses produksi barang atau produk tetapi berupa sebuah penawaran jasa atas seluruh atau sebagian pekerjaan dari jenis pekerjaan yang diminta oleh pemberi order (pemilik) untuk dikerjakan sesuai dengan batas waktu yang disepakati bersama.

Demikian sedikit penjelasan tentang Jenis Bisnis dan Sistemnya. Nah…jenis bisnis mana yang sekarang anda jalankan?? :)